Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 137


__ADS_3

Di saat himma dan Gus Rokhim saling mencurahkan kerinduan mereka disaat itu pula ada dua orang Pria merasakan sesuatu yang aneh pada diri mereka.


Bahagia tentu dia pria itu bahagia,tapi bukan itu lebih kepada perasaan aneh yang menjalar pada hati yang paling dalam.


Pria pertama adalah Gus Rohman,tentulah Gus Rohman ikut merasa senang karena keadaan Himma yang lebih baik,tapi ada rasa cemburu melihat himma begitu nyaman dalam pelukan Gus Rokhim,yah tapi mau bagaimana lagi secemburu apapun Gus Rohman tak berhak marah juga ,maka sebisa mungkin dia menekan rasa itu seperti dahulu kala.Cinta sih cinta tapi kalau tidak jodoh kita bisa apa, yang dia lakukan hanyalah berdoa semoga kedepannya himma menemukan kebahagiaannya bersama pria yang baik seperti adiknya itu.


Gus Rohman tersenyum kecut ,kesal pada dirinya sendiri kenapa juga dia harus cemburu.


Dan pria kedua yang tak pernah lepas memandangi Himma adalah Lexi Abraham ,pemuda asal Italia dengan wajah bule serta mata berwarna abu-abu itu terpesona dengan Himma sejak dia melihat himma berlari dari ambang pintu menyambut kedatangan Gus Rokhim.


Lexi Abraham merasakan jantungnya berdebar ketika mata abu - abunya menatap wajah murung himma.Entahlah apakah dia sedang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada istri dari pria yang telah disekapnya selama seminggu ini.

__ADS_1


" Ehm..." Lagi - lagi Papa Ahmad menyadari pandangan lain dari seorang pria kepada putrinya itu.Pria paruh baya yang memiliki wajah sangat mirip dengan himma itu memang sangat peka terhadap hal sekecil ini.


Untuk memutuskan pandangan Tuan Lexi terhadap Himma Papa Ahmad bertanya kepadanya


" Maaf tuan ,Anda belum bercerita tentang diri Anda ,ada hubungan apa anda dengan menantu saya, lalu dimanakah anda bertemu dengannya sehingga anda bisa mengantarkan Suami putri saya ....?" Berbagai pertanyaan Papa Ajukan kepada pria Italia itu.


" Oh, I' m sorry ,maaf saya lah yang bersalah disini." Ucapnya ketika dia sadar akan kesalahannya


" Maksudnya Anda bersalah....?" tanya Papa Ahmad sambil dahinya berkerut


Akhirnya semua orang fokus mendengarkan apa yang akan diceritakan oleh Tuan Lexi.

__ADS_1


Sebelum bercerita Tuan Lexi sempat menatap Himma sekilas,nampak wanita dengan wajah yang masih pucat itu begitu nyaman dalam pelukan suaminya.Terbersit sebuah pemikiran dalam benak tuan Lexi Andai pria itu adalah dirinya, ah betapa bangganya dia.


" No..." Batinnya berusaha menepis rasa yang menusuk hatinya.


" Sebelumnya ijinkan saya mengenalkan diri terlebih dahulu.Saya Adalah Lexi Abraham,berasal dari Italia saya datang ke Indonesia ini untuk mencari kekasih saya yang kabur dari rumah......" Lalu tuan Lexi menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan Gus Rokhim.


" Saya minta maaf,andai saya percaya dengan Tuan Roy , pastilah keadaan tidak seburuk ini.Saya benar - benar menyesal.Untuk itu saya bersedia melakukan apapun untuk keluarga ini sebagai wujud pertanggungjawaban dari saya." Ucapnya sadar akan kesalahan yang telah diperbuatnya dimana dia langsung saja menyekap Gus Rokhim tanpa bertanya terlebih dahulu.


Ternyata Gus Rokhim telah menjelaskan semuanya ketika mereka dalam perjalanan pagi tadi.Dan Gus Rokhim juga sudah memaafkan kesalahan Tuan Lexi mereka pun memutuskan untuk bersahabat mulai saat itu.


" Baiklah semula sekarang sudah jelas, Anda tak perlu berbuat apapun untuk menebus kesalahpahaman ini, cukup anda jadikan pembelajaran saja dalam hidup karena apa yang anda kira salah belum tentu hal itu salah juga.

__ADS_1


" Sekali lagi saya minta maaf,dan terimakasih karena mau menerima saya disini." Ucapnya


" Kalau begitu ijinkan saya dan anak buah saya untuk pamit." Tuan Lexi ingin berpamitan tapi Gus Rokhim mencegahnya untuk pulang terlebih dahulu sebelum mereka ikut makan siang bersama.


__ADS_2