Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 125


__ADS_3

Hidup dan mati ada digenggaman Illahi


Takdir adalah kepastian


Tapi hidup haruslah berjalan


Proses kehidupan adalah hakikat


Sementara hasil akhir adalah syariat


Setiap yang bernyawa pasti akan mati


Yang datang pasti akan pergi


Akan ada monent dimana kita harus berpisah


Dimana kita harus iklas


Secinta apapun kita terhadap yang bernyawa


Jika Allah berkehendak maka kita harus siap dan iklas.


Kita hanyalah manusia biasa yang tak kan lepas dari cobaan serta ujian.


Gus Rohman berjalan cepat sambil menarik tangan Ulfa.Dia tak ingin kehilangan jejak Himma.


" Gus ada apa....?" Tanya Ulfa sekali lagi


" Maaf aku hanya mau memastikan sesuatu." Ucapnya

__ADS_1


" Tidak dok ,tolong katakan ini bohong.!" Tiba - tiba Gus Rohman mendengar suara jeritan dari seorang wanita yang suaranya sangat dia kenali.


Deg....


" Dek Himma !" Gumamnya sambil mempercepat langkahnya.


Ulfa hanya mengikuti langkah Gus Rohman meski dia tak tau ada apa yang sebenarnya.


Ups....


Gus Rohman menangkap tubuh Himma yang limbung.


Himma tak sadarkan diri mendengar dokter mengatakan bahwa anaknya telah menghembuskan nafas terakhir.


Ya baby Akmal dinyatakan meninggal dunia beberapa menit yang lalu sebelum dilakukan operasi donor sumsum tulang belakang.


Gus Rohman menangkap tubuh Himma sebelum tubuh mungil itu tergeletak dilantai rumah sakit.


" Dek Himma...!" Teriak Gus Rohman berusaha membangunkan wanita yang namanya masih tersimpan didalam lubuk hatinya yang terdalam.


Sedih


tentu saja dia sangat sedih melihat kondisi Himma seperti ini.Wajah wanita yang ada didalam dekapannya ini sangat pucat dan terlihat sangat pilu.


Ada apa...?


Apa yang sebenarnya terjadi padanya...?


Lalu dimanakah suami dan anaknya...?

__ADS_1


Kemana semua orang yang mengaku menyayanginya....?


Pertanyaan demi pertanyaan muncul didalam benak Gus Rohman.


Tak hanya Gus Rohman yang merasa sakit saat ini.Ulfa juga merasakan sesuatu yang tak enak didalam hatinya sebagai seorang istri tentu saja dia merasa cemburu apabila suaminya mendekap tubuh wanita lain di depan mata kepalanya sendiri, apalagi Ulfa sangat tau jika wanita itu pernah menjadi ratu di dalam hati suaminya itu.


" Dek ...dek Himma bangunlah..!" Bisik Gus Rohman


" Ada apa dengan Himma Gus..?" Tanyanya meski hatinya merasakan sakit.


" Aku juga tidak tau." jawab Gus Rohman


" Pak mari kita bawa ibu keruang sebelah." seorang dokter menyarankan agar himma dibawa keruangan yang ada disebelah ruang operasi.


Tanpa banyak kata Gus Rohman mengangkat Himma dan membawanya mengikuti perawat.


Ulfa hanya diam ditempat tak ingin dia mengikuti mereka yang sudah masuk kedalam ruangan itu.


" Dok sebenarnya ada apa dengan Himma...?" Tanya Ulfa kepada dokter yang masih ada di depan ruangan operasi.


" Anda kenal dengan Ibu Himma ....?" Tanya dokter


" Kebetulan dia adalah adik saya dok."


" Karena Anda adalah keluarga maka saya akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."


Dokter itu menghela nafas sebelum melanjutkan sebagai seorang dokter sebenar sangat berat untuk menyampaikan hal ini.Namun inilah resikonya berat ataupun tidak mau tidak mau dan sudah kewajiban untuk menyampaikan kabar buruk ini.


" Maaf,mohon maaf yang sebesar-besarnya dengan berat hati saya sampaikan bahwa Putra dari Ibu Himma dinyatakan meninggal dunia sejak tiga puluh menit yang lalu.Dan karena Anda adalah keluarga terdekat maka saya mohon anda untuk mengurus semuanya."Akhirnya dokter menjelaskan segalanya.

__ADS_1


__ADS_2