Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 118


__ADS_3

Seperti Pada pemeriksaan kemarin ketika pertama kalinya Baby Akmal demam tinggi.


Pemeriksaan kali ini dokter anak dirumahnya sakit milik mereka mengatakan bahwa demam dan lemas yang terjadi pada Baby Akmal disebabkan karena baby yang terlalu aktif sehingga tubuhnya kecapean.


" Sayang, benarkan apa yang aku bilang anak kita hanya demam biasa, besok pasti dia akan sembuh seperti sediakala.Sekarang aku antar pulang ya...!" Gus Rokhim berkata dengan sangat lembut agar istrinya itu tak marah Dia tau jika saat ini Himma sedang khawatir dengan kondisi putra mereka.


" Aku mau pulang sendiri." Tolak himma


Entah kenapa dia tidak merasa puas dengan hasil pemeriksaan itu.Padahal sebisa mungkin himma percaya tapi tetap tidak bisa.


" Sayang - "


" Stop mas ,aku mau pulang sendiri." Baru kali ini himma merasa sangat marah pada suaminya hanya karena sang Suapin menganggap enteng kondisi Baby Akmal.


Gus Rokhim seketika berhenti mengikuti himma.Dia memilih mengalah dan membiarkan istrinya pulang dengan naik taksi.


" Hiks...hiks...hiks...sayang maafkan Bunda ,Bunda tidak tau kenapa bunda sangat marah saat ayah mengatakan kamu baik- baik saja.Semoga saja kamu memang baik - baik saja sayang." Akhirnya tumpah sudah air mata Himma yang dia tahan beberapa hari ini.


Sesampainya dirumah Himma menidurkan bayinya di ranjang bukan di box bayinya, dia ingin sekali tidur memeluk bayinya itu.


Usia Akmal sudah menginjak satu tahun.


Setelah meletakkan bayinya diatas tempat tidur Himma ingin mengganti popok Akmal.Betapa terkejutnya Himma melihat kaki Akmal lebam - lebam.

__ADS_1


" Loh sayang,kenapa kaki kamu nak ....?" Tanya Himma terisak sambil memeriksa lebam itu.


" oek...oek ..mammamm...!"Akmal tapi dengan suara yang sangat lirih.


" Sayang,mau ***** hmm...?" Tanya Himma sambil mengusap air mata dipipinya.


Akmal menggeleng dan menjauhkan wajahnya menolak untuk di susui.Himma sangat bingung pasalnya sejak tadi pagi bayinya itu hanya menghisap ASI-nya sekali itu saja hanya sebentar.


" Sebenarnya ada apa denganmu sayang...?"Tangis himma semakin pecah.


"Baiklah sayang ayo kita ke rumah sakit lain." Himma kembali mengendong babi Akmal lalu membawa bayi itu keluar rumah.


Himma terpaksa naik ojek ,karena tak ada satu pun taksi yang lewat.Sementara mobil himma sendiri sedang di pakai oleh Abah sejak beberapa hari yang lalu.


Himma memilih membawa bayinya kerumah sakit terbesar di kota itu.Karena dia ingin bayinya mendapatkan pemeriksaan secara detail.Dengan alat - alat yang lebih baik dari rumah sakit miliknya sendiri.


" Loh bukan kerumah sakitnya sendiri mbak...?" tanya tukang ojek itu yang kenal dengan keluarga kecilnya.


" Ngak bang." Himma menjawab singkat dan kang ojek pun tak berani bertanya lagi.


" Sudah sampai mbak." Tukang ojek memberitahu himma.


" Makasih bang, berapa ?" Tanya Himma menanyakan ongkosnya

__ADS_1


" Dua puluh lima ribu mbak."


Tanya banyak kata himma menyerahkan selambar uang limapuluh ribuan.


' Ambil aja kembaliannya Bang ."


" Loh mbak ini kebanyakan loh ,apa saya harus menunggu sampai mbak selesai...?" Tukang ojek itu merasa tak enak pasalnya ongkos yang diberikan oleh Himma adalah ongkos pulang pergi.


"Gak papa buat Abang aja, Abang gak usah nunggu saya."


" Saya masuk dulu ya bang ,Panas ,kasian anak saya." Himma segera berjalan masuk kelobi rumah sakit.


" Selamat datang di Rumah sakit Medika,ada yang bisa saya bantu...?" Tanya resepsionis kepada Himma.


" Maaf mbak saya ingin memeriksakan anak saya secara lengkap.Seperti tes darah,Rontgen atau apalah namanya yang penting saya mau sedetail-detailnya." Kata himma kepada resepsionis itu.


" Baiklah ibu,Tapi sebaiknya ibu konsultasi dulu dengan dokter.!" Resepsionis itu berkata dengan ramah.


Resepsionis itu pun memanggil seorang perawat untuk menunjukkan ruangan dokter khusus penyakit dalam kepada Himma.


Sesampainya didepan ruangan dokter,Himma dipersilahkan untuk langsung masuk karena kebetulan sudah tak ada pasien yang mengantri.


" Apa keluhannya Ibu....?" Tanya dokter

__ADS_1


Lalu himma menjelaskan apa yang terjadi pada putranya itu.


__ADS_2