Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 53 # Tak mungkin menghapus


__ADS_3

Takdir memang kadang menyakitkan, Namun kita tak boleh berputus asa dengan takdir.Kita diwajibkan untuk percaya akan ada sebuah kebahagiaan didalam kepahitan.Ada kemudahan dibalik kesulitan.


Ulfa akhirnya lega setelah ia mendengar dari himma tentang semua masalah rumit yang mereka hadapi.Kini tekadnya sudah bulat ia tak akan mundur, ia akan tetap bertahan dan berjuang untuk mendapatkan tempat di hati suaminya.


Himma terus memberikan semangat untuk sahabatnya itu.


Empat hari telah berlalu kini Ulfa sedang berada di dalam kamar.ia mempersiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan suaminya.


Dengan dress maroon pemberian dari himma ia mematut dirinya di depan cermin meja rias.


" Bismillahirrahmanirrahim." ucapnya lirih


Ia menatap jam yang menggantung didinding warna putih.Waktu menunjukkan tepat pukul 10 malam.

__ADS_1


"Assalamualaikum." sebuah ucapan salam dibarengi dengan pintu kamar terbuka sedikit demi sedikit.Ulfa menelan Saliva dengan susah payah


" wa... waalaikum salam." Lidah Ulfa terasa kaku hanya untuk menjawab salam dari suara seseorang yang sangat ia kenal.Seseorang yang telah menjadi imamnya selama hampir satu tahun lamanya.Seseorang yang belum ia dapatkan hatinya.


" Ulfa....! " sebuah panggilan untuk nya.


Ulfa diam ia sangat gugup karena malam ini ia akan menggoda suaminya itu.Ia melakukan apa yang himma sarankan.


Gus Rohman yang melihat itu tersenyum. Sebenarnya ia pun punya pemikiran yang sama.selama perjalanan menuju luar kota Gus Rohman bertemu dengan seorang kyai dan beliau menceritakan tentang kisah tentang kehidupan suami istri yang berat sebelah .Dalam cerita itu Gus Rohman seakan merasa tertampar karena kisah itu sama seperti yang terjadi padanya.Dalam perjalanan pulang tadi ia sudah merenungkan semuanya ia akan memperbaiki hubungannya dengan Ulfa yang berat sebelah itu.


Gus Rohman langsung merengkuhnya tubuh istrinya.Ulfa terbelalak ia tak menyangka akan mendapatkan sebuah pelukan,pelukan yang selama ini ia dambakan.


" Maaf kan aku yang selama ini mengabaikan ketulasanmu."

__ADS_1


" Mulai detik ini ,mari kita mulai semuanya dari awal." Gus Rohman mengendurkan pelukanya tanganya perlahan menyentuh pucuk kepala wanita yang ia abaikan perasaannya.Bibir Gus Rohman mulai bergerak ia membacakan do'a di kening istrinya beberapa saat kemudian bibirnya beralih mengecup kening Ulfa.


Ulfa diam dia memejamkan matanya seolah meresapi setiap untaian do' a dari suaminya ini.Saat merasakan ada benda kenyal menempel di keningnya Ulfa membuka sedikit matanya.ia ingin memastikan apakah benar suaminya itu tengah mencium keningnya.


Benar Gus Rohman memang tengah mencium keningnya.Dia mencoba meresapi rasa cinta dari istrinya berharap agar ia pun bisa memberikan cinta yang sama untuk wanita yang selama ini telah bersabar berdiri disisinya walau tak ada cinta darinya.


Tanpa ragu Gus Rohman mengecup bibir tebal Ulfa dan membenamkan bibirnya di sana lama setelah puas ia pun ******* ,menyesap dan mengobrak Abrik rongga mulut Ulfa dengan nafas memburu.


Ulfa sangat bahagia akhirnya ia telah sukses menjadi istri dari lelaki ini.Do' Anya telah dikabulkan oleh Yang Maha Esa .Malam ini adalah pertama kalinya ranjang di kamar ini terasa panas meski sudah hampir 12 bulan mereka menikah.


" Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah." Ulfa sangat bersyukur,saat suaminya telah ambruk disampingnya dengan nafas terengah-engah.


" Terimakasih cintaku." Ucap Gus Rohman.Ia memberi panggilan itu agar cinta terhadap mantan gadis bernama Ulfa bisa tertanam dalam hatinya menggeser nama Himma.Ia tak mungkin menghapus nama Himma .Tapi setidaknya nama itu akan hilang dengan sendirinya dan berganti nama Ulfa.

__ADS_1


__ADS_2