
Malam ini tepat jam sembilan malam Gus Roy baru pulang dari rumah sakit.Tidak biasanya ia pulang semalam ini sejak ia menikah dengan himma.Biasanya ia pulang paling malam jam setengah tujuh.
Meski begitu ia tadi sudah mengabari himma jika ia pulang terlambat.
Gus Roy masuk kerumah tanpa mengetuk pintu karena ia takut jika himma sudah tidur dan kedatangannya mengganggu tidur himma.
Tanpa mempedulikan keadaan sekitar Gus Roy langsung menuju kamar tidur dilantai bawah ia ingin melihat istrinya dan akan memindahkan himma jika wanita itu sudah tidur.Gus Roy tak akan membiarkan wanitanya itu tidur sendirian dikamar lantai satu.Gus Roy menyiapkan kamar dilantai satu agar himma tak kesulitan jika ia ingin beristirahat saat dirinya tak ada dirumah.
Mereka tetap satu kamar bila malam dan Gus Roy selalu membawa himma menuju kamar di lantai atas dengan menggendongnya.
Dibukanya pintu kamar itu.Namun ia heran saat melihat kamar itu gelap gulita seperti tak ada penghuninya.Biasanya himma tak bisa tidur jika dalam keadaan gelap seperti ini, Untuk memastikan Gus Roy menyalakan lampu,namun memang sepertinya himma tak ada di sana.saat lampu menyala tampaklah keadaan ranjang yang kosong dan masih rapi.
Gus Roy mematikan lampu dan keluar seraya menutup pintunya kembali ia mengedarkan pandangannya memindai seluruh ruangan tapi tak ada tanda - tanda himma diruangan lantai satu .Gus Roy bisa melihat keadaan semua ruangan itu dari posisinya berdiri saat ini karena memang tidak terlalu luas.Dari posisinya ini ia melihat hanya ruangan tengah saja yang lampunya menyala, sedangkan ruang tamu, dapur dan ruang makan gelap karena lampunya tidak dinyalakan.Berarti himma tak ada di sini.
__ADS_1
Pandanganya mengarah pada lantai dua rumahnya tapi ia heran bagaimana bisa himma naik keatas ...? Bukankah biasanya dia yang akan membawa istrinya yang masih gadis itu keatas.
Dengan penasaran akhirnya Gus Roy melangkah menuju tangga dan naik kelantai dua.Dipindainya setiap ruangan yang ia lewati.Ruang televisi gelap, ruang kerjanya juga gelap.lalu ia melangkah menuju ruang terakhir yaitu kamar tidurnya.
Krek .......
Pintu terbuka
Tapi keadaan masih sama gelap,lalu Gus meraih saklar listrik dan menyalakan lampu hingga kamar berubah menjadi terang.
" Subhanallah apakah aku bermimpi....?" gumamnya pelan namun masih dapat didengar oleh telinga wanita cantik di dekat ranjang.
" Kak Roy sudah pulang ....?" Tanya himma lembut
__ADS_1
clegukkk
Gus Roy tampak kesulitan menelan Saliva
Tiba - tiba jantungnya berdebar tak karuan.perasaannya campur aduk tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Melihat Lelaki masih diam diambang pintu Himma pun berjalan sangat pelan mendekati Gus Roy.
Jangan tanyakan kondisi jantung himma saat ini .ia pun tak kalah gugup detak jantung nya bekerja lebih cepat himma sangat cepat malah rasanya ia baru saja lari maraton mengelilingi lapangan pesantren.
Semakin dekat dengan tempat Gus Roy berdiri semakin kuat pula debaran jantung himma.Dengan mengumpulkan segala keberanian serta membuang rasa malunya himma meraih tangan kanan Gus Roy lalu mengecup punggung tangan itu dengan takdzim.
"Barrakalah fil umrik ya Habibi...." Kata himma tersenyum malu.Dengan sedikit berjinjit himma mengalungkan kedua tangannya di leher dan mendekatkan bibirnya ditelinga Gus Roy lalu berbisik.
__ADS_1
" I love you my husband." Dengan menekan rasa malu dan gugup himma beralih kebibir suaminya dengan lembut himma menyerang bibir tebal itu dengan sebuah ******* .Gus Roy semakin tertegun dibuatnya.