
" Mas ..." Panggil Himma ketika dia sadar
" Sayang....kamu sudah sadar...?"Seru Gus Rokhim ketika mendengar himma memanggil namanya.
" Mas... kepalaku pusing banget nih...!" Himma berusaha bangun dengan memegang kepalanya.
" Iya sayang ,tensi kamu rendah, istirahat saja dulu.Mama sedang membuat bubur kacang hijau buat kamu sayang." Gus Rokhim memberitahu jika sang Mama sedang membuatkan bubur kacang hijau untuknya.
" Sini biar aku pijit kepalanya." Gus Rokhim meraih kepala himma dengan lembut dia memijat kepala sang istri.
" Sudah sadar sayang ,ini Mama buatin bubur kacang hijau supaya tensi kamu kembali normal." Mama memberikan semangkok bubur kacang hijau pada Gus Rokhim agar sang menantu menyuapi Himma.
" Buka mulutnya sayang....!" Perintah Gus Rokhim pada Himma dan Himma pun menurut.Benar - benar lelaki yang luar biasa Gus Rokhim ini dengan sabar dia menyuapi Himma bubur kacang hijau buatan sang mama.Himma pun tidak rewel dengan perlakuan suaminya tanpa diminta dia menghabiskan satu mangkok bubur kacang hijau itu.
" Alhamdulillah....sudah habis sayang,habis ini kita kerumah sakit ya ,tadi aku sudah menghubungi Bang Kana untuk daftar di poli.
" Sayang kamu mau pake baju yang mana ..?" Tanya Gus Rokhim sambil membuka pintu lemari pakaian himma.
" Yang warna biru muda itu saja mas,sekalian Sama jilbabnya ya...!" Jawab Himma memberitahu pakaian apa yang ingin dia pakai.
" Ini...?" Tanya Gus Rokhim sambil menunjukkan sebuah gamis dan jilbab kepada Himma.
" Iya... makasih Mas." Himma berterima kasih kepada sang suami lalu meraih kepala Gus Rokhim dan memberikan sebuah kecupan kecil di bibir Gus Rokhim.
" Sayang,kamu sedang sakit loh,jangan menggodaku."
__ADS_1
" Aku bukan sedang menggoda Mas ,tapi ini sebagai ucapan terima kasih, Terimakasih atas cintamu mas." himma teringat betapa suaminya itu adalah pria yang sangat baik.
" Aku sangat bersyukur bisa dicintai olehmu mas,Kau adalah suami luar biasa." Mata Himma sudah berkaca-kaca.
" Aku juga bersyukur punya mencintai kamu sayang." ucap Gus Rokhim sambil mengecup kening Himma.
" Ayo kita berangkat." Gus Rokhim mengangkat tubuh Himma dan membawanya keluar untuk segera berangkat kerumah sakit.Mama tidak ikut menemani Himma kerumah sakit karena harus masak untuk makan malam.
" Loh kok ke dokter kandungan sih mas...?" Tanya Himma heran kenapa dirinya dibawa ke dokter kandungan.
" Kita mau memastikan sesuatu sayang." Jawab Gus Rokhim sambil mencium telapak tangan himma.
" Memastikan sesuatu...? apa itu artinya aku sedang hamil saat ini....?" Himma bertanya kepada suaminya.
" Tapi kalo aku tidak hamil...?" Tanya Himma takut
" Gak apa - apa sayang,itu artinya Allah masih ingin kita menikmati waktu untuk berdua." Gus Rokhim menenangkan Himma.
Obrolan mereka harus berhenti karena giliran himma.Gus Rokhim menemani istrinya masuk kedalam.
" Selamat sore, selamat datang ada yang bisa saya bantu oh dokter Roy...?" Dokter kandungan itu terkejut melihat siapa yang baru saja masuk kedalam ruanganya.
" Ya dokter Gania,dan ini istri saya Dek Himma !" Gus Rokhim memperkenalkan himma pada dokter Gania.Dokter Gania juga teman seangkatan Gus Rokhim dan Kana ,tapi mereka tidak terlalu akrab hanya sekedar saling mengenal saja.
" Hallo senang berkenalan dengan Anda !" Dokter Gania menyapa Himma dengan hangat.
__ADS_1
" Terima kasih ." Mereka pun saling berjabat tangan.
" Oh ya silahkan duduk." Dokter Gania mempersilahkan mereka untuk duduk.Gus Rokhim membantu Himma untuk duduk.
" Kapan terakhir Haidnya mbak himma....?" Tanya dokter Gania
" Maaf, siklus Haid saya tidak teratur dok,jadi saya tidak ingat kapan terakhir haid.".Jawab Himma jujur ,karena selama ini siklus haidnya tidak teratur.
" Oh baiklah , kita tes Urine dulu ya, Mbak Himma silahkan buang air dan urinenya dimasukkan dalam wadah ini ya, silahkan toilet nya ada di sana." Dokter Gania menunjukkan keberadaan toilet.
" Aku bantu sayang, kamu kan masih lemas." Tanpa sungkan Gus Rokhim menggendong Himma menuju toilet dan membantunya dan memaksa untuk ikut masuk kedalam toilet.
" Ini dok..". Gus Rokhim menyerahkan wadah berisi Urine himma,lalu sang dokter memasukkan sebuah testpack dalam wadah yang berisi Urine Himma.
" Kita tunggu hasilnya lima menit ya." Kata sang dokter
Lima menit telah berlalu dokter tersenyum lalu menyerahkan testpack itu kepada pasangan yang sedang harap - harap cemas itu.
" Lihat garisnya ,jika garisnya satu berarti negatif dan jika garis merahnya dua berarti positif ada kehidupan di dalam rahim Mbak himma.
Gus Rokhim mengulurkan tangannya untuk menerima testpack dari tangan dokter Gania.
Matanya berkaca-kaca saat dilihatnya garis merah dua tertera pada testpack itu.Himma sangat penasaran dengan hasilnya.
" Alhamdulillah sayang , positif." Ucap Gus Rokhim air matanya luruh sudah akhirnya sang istri positif hamil, ada kehidupan didalam rahim sang istrinya, istri yang sangat dia cintainya.
__ADS_1