Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 72. BIDADARI SURGA


__ADS_3

"Setiap Manusia punya rasa cinta


yang mesti dijaga kesuciannya


Namun ada kala insan tak berdaya


saat dusta mampir bertahta


Kuinginkan dia yang punya setia


dan mampu menjaga kemurniannya


saat ku tak ada kujauh darinya


amanah pun manjaganya


Hatimu tempat berlindung ku


dari kejahatan syahwat ku


Tuhanku merestui itu


dijadikan engkau istriku


engkaulah bidadari surga ku

__ADS_1


Tiada yang memahami segala kekuranganku


kecuali kamu bidadariku


maafkanlah aku dengan kebodohanku


yang tak bisa membimbing dirimu


Saat Gus Rokhim sedang asik menyanyikan lagu bidadari surga,himma malah sudah tertidur,sekali lagi Gus Rokhim tersenyum melihat istrinya sudah memejamkan mata.Dalam hatinya dia selalu bersyukur bisa menjadikan himma sebagai istrinya.Dia selalu berdo' a semoga bisa menjadi keluarga sakinah yang penuh dengan Rahmat dari Allah.Ya Gus Rokhim menikahi himma karena dia sangat mencintai gadis itu,dia terluka melihat himma terluka oleh sebab itu dia selalu meminta kebahagiaan untuk sang pujaan hati.


Gus Rokhim tak pernah berhenti bersyukur atas nikmat yang selalu dilimpahkan padanya,apalagi ketika himma sudah bisa menerima kehadirannya, menerima cintanya dan dengan iklas berbakti kepadanya sebagai seorang istri.Cintanya kepada Himma benar - benar tulus lillahitaala maka dari itu dia selalu memperlakukan himma dengan baik,lembut tutur katanya kepada istrinya itu.Dia selalu berusaha untuk mamahami himma.Cita - citanya adalah menuju syurga bersama sang istri.


Hakikat cinta adalah mencurahkan segala kasih sayangnya tanpa memandang fisik,serta bisa menerima segala kekurangan pasangan.


Bersyukurlah dengan pasangan yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada kita, perbaikilah pasangan mu ketika dia memiliki kekurangan,jangan kau hardik pasanganmu dengan kata - kata kasar.


Pagi menjelang Himma benar - benar malas kali ini ,usai sholat subuh tadi dia masih ingin melanjutkan tidurnya kembali.Bahkan sampai waktu sarapan himma belum juga bangun.Sebenarnya dia merasa lapar tapi matanya tak mau diajak kompromi.


Tok...tok...tok....


" Sayang.....sudah waktunya sarapan,ayo kita sarapan bersama dulu." Mama memanggil Himma.


" Sayang ,mama masuk ya ....!"Karena tak mendengar jawaban dari himma ,mama pun masuk ke dalam kamar himma.Mama menggeleng heran karena himma masih terlelap,tak biasanya putrinya seperti ini.


" Sayang ,apa kamu sakit ....?" Tanya mama sambil memeriksa suhu tubuh himma.

__ADS_1


" Ayo bangun dulu ,kita sarapan itu papa dan kak Kana sudah menunggu diruang makan." Sekali lagi Mama membangunkan Himma dengan lembut.


" Ehmm,aku masih mengantuk mama!" Rengek Himma.


" Sarapan dulu sayang." bujuk Mama.


Dengan rasa berat himma memaksakan diri untuk bangun.


" Kamu baik - baik saja sayang....?" Tanya mama memastikan.


" Gak tau mah aku malas banget nih." jawab Himma sambil berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka.


" Mama tunggu di ruang makan ya sayang." ucap mama.


Himma hanya mengangguk tanda dia setuju.


Mama berjalan menuju ruang makan , sesampainya diruang makan mama menceritakan semuanya pada Papa dan Sepertinya mereka juga curiga sama seperti Gus Rokhim.


"Sayang kamu mau makan apa....?" Tanya Mama saat himma sudah duduk dikursi makan yang ada di samping sang mama.


".Aku lapar tapi males banget,Suapin ya Ma.!" pinta himma


" Baiklah mama Suapin ,kamu mau makan pake apa....?" Tanya mama dengan lembut.


" Apa aja aku mau kok ma." Himma semakin manja.

__ADS_1


Dengan telaten sang mama pun menyuapi putrinya yang dalam mode manja itu.Papa dan Kana hanya geleng kepala melihat tingkah himma.Ya Himma adalah kesayangan mereka , kesayangan kedua orang tuanya dan kedua kakaknya.


__ADS_2