
Hai...hai ...hai para Readers tercinta ❤️❤️
terimakasih udah setia membaca kisah Gus Rokhim sang penutup luka.
Alhamdulillah meski sering blank OTHOR masih bisa tetep nulis dan bab ini kemungkinan akan jadi bab terakhir jadi cerita ini sudah End.
Saya ucapkan banyak terimakasih atas dukungannya.
I love you All..
Jangan lupa baca karyaku yang lain ya tapi masih on going juga.
******
" Assalamualaikum,Ayah....!" Aira membuka pintu ruangan Gus Rokhim, gadis manja itu langsung memeluk Ayahnya saat melihat sang ayah yang duduk dikursi kerjanya.
Gus Rokhim pun mencium kening sang putri ,dia sangat menyayangi kedua anaknya itu.
" Wek.." Aira menjulurkan lidahnya kepada sang kakak karena dia mendapatkan ciuman dari sang ayah.
" Dasar Barbie manja...!" Aufar mengejek sang adik.
" Biarin ini ayahku kok." Aira tak mau kalah.
" Aufar sini." Aufar pun mendekat dan mencium punggung tangan sang ayah.
" Yah kita ke makam kakak Akmal ya ...!" Ajak Himma.Himma memanggil Gus Rokhim dengan ayah sejak Aufar dan Aira lahir.
" Ok Bunda sayang." Begitu juga Gus Rokhim memanggil Himma dengan sebutan Bunda.
" Ayah bereskan ini dulu ya." Gus Rokhim memindahkan tubuh Aira yang masih asik memeluknya
__ADS_1
*******
Di samping pusara Baby Akmal
Empat orang itu dengan khusuk memanjatkan doa untuk Baby Akmal yang telah meninggal dua belas Tahun yang lalu ,meski telah memilih dia orang anak lagi Gus Rokhim dan Himma tak akan pernah melupakan anak pertama mereka.Bahkan Aufar dan Aira juga dikenalkan dan dibiasakan untuk selalu mengirimkan doa untuk kakak mereka.
" Ma, Apakah kakak Akmal juga tampan seperti ayah....?" Tanya Aira ketika mereka sudah selesai berdoa
" Tentu sayang,Kakak Akmal juga tampan seperti ayah dan kak Aufar.Dan sekarang Kak Akmal pasti lebih tampan lagi." jawab Himma dengan tersenyum.
Kedua orang beda usia itu juga ikut tersenyum
tentu saja mereka sangat senang di bilang tampan apalagi yang mengatakan itu adalah wanita yang sangat mereka cintai dan sayangi.
" Bunda dan Aira juga sangat cantik ,ayah bangga punya dua orang yang sangat cantik seperti kalian." Tentu saja Gus Rokhim tak mau tersanjung sendirian.
" Ayo kita pulang ,hari sudah semakin sore apalagi kita belum sholat Ashar." Ajak Gus Rokhim
" Auh..." Himma meringis karena kakinya keseleo
" Bunda "
Dua pria itu reflek menangkap tubuh mungil himma
" Aduh kaki bunda keseleo " Rintih himma
" Sini biar ayah gendong." Gus Rokhim langsung mengangkat tubuh Himma yang masih mungil saja dari dulu.
".Oh so sweet banget sih ayah...!" Ucap Aira
Gadis remaja ini sangat bangga melihat keromantisan Kedua orang tuanya.
__ADS_1
". Mudahan - mudahan nanti Aira juga punya suami yang romantis, baik dan tampan seperti ayah." Doa Aira dan di Amini oleh semuanya
" Aminn ." Ucap Gus Rokhim,Himma dan Aufar
meskipun Aufar suka sekali menggoda adik kembarnya itu tapi dia sangat menyayangi si cerewet Aira.
" Aku takkan pernah berhenti mencintaimu sampai aku mati"
" Aku akan selamanya setia menemanimu setiap waktu."
"Tak pernah terfikir olehku untuk menghianati cintamu"
" Engkaulah satu-satunya wanita yang selalu aku rindu "
" Sayang "
" Aku bernafas untukmu "
Himma Tersipu saat Gus Rokhim membisikkan lirik lagu dari Pasto itu.
Meski itu hanya sebuah lagu tapi itulah gambaran cinta keduanya.
Tak pernah terfikir dalam benak mereka untuk menghianati dari cinta mereka.
Meski mereka tak pernah berpacaran, nyatakan mereka mampu memupuk rasa cinta mereka setelah menikah.
Meski Ujian selalu datang namun mereka mampu untuk tetap bertahan.
Memang seharusnya begitulah rumah tangga itu.
Sebagai pasangan suami istri seharusnya kita harus saling melengkapi,saling percaya dan dapat dipercaya,saling menjaga harga diri, saling menerima segala kekurangan dari pasangan.Saling menyayangi tanpa harus menyakiti.
__ADS_1
Di dunia ini tak ada rumah tangga yang terbebas dari ujian dan ujian setiap pasangan pun berbeda-beda maka dari itu sebagai mahluk yang berakal bukankah sehat kita mencari solusi yang terbaik.
END..