
Aku menikahi mu karena aku ingin melindungi mu.
Meski belum ada rasa cinta untukmu namun aku akan mencoba untuk membuka hatiku untukmu,aku akan mencintaimu dan memperlakukan mu dengan baik.
Akan aku pasrahkan rasa ku rasa ini kepada sang Maha membolak-balikkan hati.
Bismillah dengan menyebut nama Allah ku teguhkan niatku untuk membuka hatiku untukmu.
Usai pemakaman Mama Khusnul dan acara tahlilan,Kana dan keluarganya berniat langsung membawa Khusnul pulang kerumah mereka,rumah dimana Khusnul akan mendapatkan kebahagiaan,cinta kasih sayang dan perlindungan.
Sebelum membawa Khusnul,Kana mengajak gadis yang telah sah menjadi istrinya itu untuk berpamitan kepada Ayahnya, awalnya Khusnul menolak tapi karena dibujuk oleh semuanya, akhirnya Khusnul pun mau juga berpamitan kepada Sang Papa,Pria paruh baya yang tak berperasaan itu.
" Pa ..." Kana memanggil pria itu dengan sebutan papa,mau bagaimana pun lelaki itu adalah mertuanya,ayah kandung dari istrinya,maka Kana masih menaruh hormat kepadanya.
Lelaki itu menoleh sekilas tapi masih diam saja tak bergeming.
__ADS_1
" Kami pamit,saya mau membawa Khusnul untuk tinggal bersama saya." Kana bicara to the point.
Pria itu tak bergeming sedikitpun,entah apa yang tengah ia fikirkan.Menyesal ...? atau malah merasa senang....? entahlah hanya dia yang dan Tuhan yang tau.
" Pa ... terimakasih telah merawat ku,dan jangan pernah kau temui aku,anggaplah aku mati bersama Mama." Ucap Khusnul matanya berkaca - kaca.Baru kali ini Kana melihat gadis itu menangis hati Kana terasa pilu.
Kana menggenggam tangan Khusnul seolah menyalurkan kekuatan kepadanya.
" Ayo " Ajak Kana masih menggenggam tangan Khusnul.Khusnul mengangguk sembari menghapus air mata yang lolos dari pelupuk matanya.
" Terima kasih,telah menjadikan aku istrimu dok..." Ucap Khusnul, seharusnya Khusnul bahagia karena mimpinya untuk menjadi istri dari pria yang dia cintai telah terwujud,tapi entah lah sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.
Kana tersenyum seraya menggandeng tangan Khusnul untuk segera membawanya keluar dari rumah ini.Sementara semua anggota keluarga Kana sudah menunggu di dalam mobil sejak tadi, mereka tak ikut berpamitan kerena Papa Khusnul tak keluar dari kamar usai acara pemakaman.
" Ayo sayang kita pulang." Ajak Mama Humaira menyambut sang menantu
__ADS_1
" Terima kasih Mama..." Khusnul menerima sambutan dari sang ibu mertua.
Akhirnya keluarga Papa Ahmad membawa Khusnul untuk pulang ke kediaman mereka.Selama dalam perjalanan mereka masih diam dengan fikiran masing - masing.Tak seperti biasanya suasana dalam mobil ini hening mereka seolah mengerjapkan apa yang saat ini dirasakan oleh Khusnul.Ya Khusnul masih berduka karena baru saja kehilangan sang Mama.
Kejadian - demi kejadian yang baru mereka alami berjalan begitu cepat rencana yang semula hanya untuk melamar Khusnul,tiba - tiba menjadi acara ijab Kabul dan diteruskan dengan acara pemakaman.Kejadian itu begitu menguras energi serta fikiran setiap orang yang terlibat didalamnya.Begitu pun dengan himma selain lelah bumil ini juga mengalami shock sehingga membuat perutnya sedikit kram.Himma berusaha menahan rasa yang semakin lama semakin terasa sakit itu.
" sssstttt...." Tanpa sadar dia mendesis sambil memegangi perutnya yang semakin sakit.
" Sayang are you ok...." Gus Rokhim yang mendengar istrinya mendesis segera menoleh.
Himma tak kuat untuk menjawab pertanyaan dari suaminya yang berada dikursi kemudi di sampingnya itu.Himma hanya mengangguk tapi Gus Rokhim yang peka tak bisa dibohongi melihat himma yang berusaha menahan sakit dengan menggigit bibir bawahnya serta tangan yang memegang perut ,Gus Rokhim segera meminggirkan mobilnya dan langsung berhenti untuk memastikan keadaan istrinya itu.
Gus Rokhim melepaskan sabuk pengaman dan memeriksa kondisi himma dengan menempelkan tangannya pada kening sang istri.Tidak panas tapi dingin sedangkan wajah cantik himma kini sudah memucat dengan buliran keringat didahinya.
" Ahhh...Pe...pe..Rut ku ah...." Himma merintih
__ADS_1
" Sayang... bertahanlah." Gus Rokhim langsung menyalakan mobil dan melajukannya dengan cepat ,mencari rumah sakit terdekat agar istrinya itu segera mendapatkan pertolongan.