
Aku habiskan waktuku
Untuk mengejar mu
Aku mengejar mu
sampai kau anggap aku gila
Berkali-kali kau menolak ku
tapi aku tak pernah peduli
bahkan aku putuskan urat Maluku
untuk datang pada ibumu
aku datang meminta restu
namun hari ini terjawab sudah
beribu tanyaku kenapa kau menolakku
ternyata aku bukanlah tipemu...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Pupus sudah harapan Khusnul untuk mendapatkan sosok Pria yang dia idam - idamkan selama ini.Sia - sia sudah perjuangannya dalam mengejar Dokter tampan yang membuatnya jatuh cinta.Layu sudah harapannya untuk menjadi istri dari pria dihadapannya.
__ADS_1
Dalam hati Khusnul pingin nangis ,melihat semua itu hatinya terasa sakit bagai tertusuk duri sembilu.
"Udah enakan,mau belanja lagi ...?" Tawar Kana sambil menyerahkan sebuah kartu ATM kepada adiknya itu.
Himma tersenyum mengangguk, diraih nya Kartu ditangan Kakaknya.Himma berdiri lalu mengajak Khusnul.
" Ayo kita makan ." ajak Himma pada Khusnul
" Gak usah kak ,Hmmm aku duluan ya." Tolak Khusnul sambil berlalu.Sebelum pergi Khusnul menoleh pada Kana, matanya berkaca-kaca tapi bibirnya berusaha tersenyum tapi sangat getir.
Kana yang baru saja sadar jika gadis yang ada disamping adiknya adalah Khusnul begitu terkejut,Tapi dia juga merasa aneh dengan ekspresi gadis itu.
" lho kok pergi sih kita makan dulu yuk,aku yang traktir." Himma mencoba membujuk Khusnul.Tapi Khusnul menggeleng dan kembali melangkahkan kakinya meninggalkan mereka.
Sementara Himma melanjutkan kembali memilih sebuah tas dan sepatu,setelah mendapatkan tas sepatu yang cocok untuk dirinya himma segera membayar belanjaannya dengan ATM milik Kana.
Selesai membeli tas dan sepasang sepatu Himma menghampiri Kana yang menunggu di luar toko.
" Kak Kita makan dulu ya,tapi kita makan di warteg aja aku lagi pengen rujak cingur nih." ajak Himma.Saat ini dia lagi pengen makan rujak cingur.
" Hah, ini sudah di mall adek ,kenapa gak makan disini aja." Tawar Kana .
" Emang ada rujak cingur disini....?" Tanya Himma.
" Ya emang gak ada, makan yang lain aja kenapa ...?" Kana mencoba membujuk adiknya
__ADS_1
Himma diam merajuk tanpa kata dia segera berlalu meninggalkan sang kakak.
" Dek jangan marah dong, Emang kamu gak mau makan seafood, makanan Korea mungkin?" Kana masih mencoba membujuk himma,tapi Himma tetap diam dan tetap melangkah.
Kana merasa ada yang aneh dengan adiknya ini , pasalnya Himma bukan lah tipe pemilih makanan.Tapi akhir - akhir ini adiknya itu berubah jadi tipe orang yang hanya mau makanan yang diinginkan saja bukan makanan yang tersedia dan porsi makannya jadi bertambah.Bukan hanya itu himma yang dulunya tidak terlalu suka ngemil sekarang jadi suka banget ngemil.
Melihat adiknya merajuk ,kana jadi tak tega akhirnya dia pun mengalah dan menuruti kemauan sang adik.
" Aww...." Himma memekik memegang betisnya yang tiba-tiba merasa pegal lagi.
" Ada apa dek...?" Tanya Kana kaget
" Aduh kak betisku pegel banget nih,rasany berat banget buat jalan." rintih himma.
" Kakak gendong ya...?" Tanpa menunggu jawaban dari adiknya Kana segera membopong tubuh mungil himma.Lalu membawanya menuju parkiran.Himma melingkarkan kedua tangannya dileher Kana.Mereka terlihat sangat mesra bagi yang tak tau jika mereka adalah kakak beradik membuat iri para wanita yang melihatnya.Pasalnya Kana adalah pria yang Tampan.
" Ihh so sweet banget sih,istri apa pacarnya mas....?" Tanya seorang wanita.Kana hanya tersenyum tak menanggapi pertanyaan receh dari perempuan itu dia tetap berjalan lurus menuju dimana mobilnya berada.
Hati Khusnul semakin nyeri melihat pemandangan itu.Dia yang baru saja keluar dari toilet tak sengaja melihat Kana sedang menggendong Himma, seperti anggapan orang - orang yang melihat kejadian itu.Khusnul juga menganggap perlakuan Kana pada Himma ini sangat romantis karena dia pun tak tau jika himma adalah adik dari pria yang membuat dirinya jadi gila.
" Yo Ndak mampu aku menyayangi dia yang ada di dalam dekapanmu itu.Apa aku harus mundur Alon - Alon Mergo sadar aku sopo.Tapi aku cinta kamu dokter Kana" Batin Khusnul merana.Hatinya semakin patah.
.
.
__ADS_1