Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 98. BERTEMU KAWAN LAMA


__ADS_3

Alunan sholawat menggema didalam mobil yang membawa sepasang suami istri pasangan Gus Rokhim dan Himma.


Sholallahu Ala Muhammad....


Sholallahu alai wasalam


Sholallahu Ala Muhammad


Sholallahu Alai Wasalam


Sesekali bibir tipis himma ikut menyenandungkan alunan sholawat Jibril.


Meski hati Himma merasa kesal karena wanita centil yang berusaha untuk mendekati suaminya,namun mendengar alunan sholawat dari Audio mobil itu membuat hatinya yang panas menjadi agak sedikit adem.


Gus Rokhim tersenyum tipis melihat himma bersenandung.Suara merdu Himma turut membuat Gus Rokhim sedikit lega setidaknya himma bisa melupakan kejadian di warung makan tadi.Saking enaknya mendengarkan sholawat itu kini himma sudah terlelap.Tidur himma tampak tenang ,mungkin efek dari sholawat itu.


" Syukur lah kamu tak marah sayang." Gumam Gus Rokhim mengusap kepala himma dengan lembut menggunakan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang kendali mobil.


Gus Rokhim membiarkan himma tertidur sesekali dia akan menepi dan mengurangi laju mobilku untuk membenarkan tidur sang istri agar tetap nyaman.


Dua jam telah berlalu

__ADS_1


" Sayang,bangun yuk...Mas mau kekamar mandi." Gus Rokhim membangunkan Himma yang masih asik terlelap.


Saat ini posisi mereka sedang berada di sebuah POM bensin.Sebelum mengisi bahan bakar Gus Rokhim ingin kekamar khawatir istrinya akan bingung dan mencari dirinya ketika dia terbangun maka dengan sangat lembut.


" Sudah sampai ya mas....?" Tanya Himma saat dia membuka matanya


" Belum sayang, kita ada Di Pom bensin tapi mas mau kekamar mandi dulu.Kamu mau ikut...?" Tanya Gus Rokhim


" Aku mau ke minimarket itu untuk membeli minuman dan jajan." Kata himma menunjuk mini market yang ada di sebelah Pom bensin.


" Ya sayang...ayo ." Gus Rokhim mengajak himma untuk turun.


" Hai....Masih ingat sama aku....?" Tiba - tiba suara seorang pria mengagetkan himma saat himma sedang mengambil minuman dingin didalam lemari pendingin yang ada di dalam mini market.


" Maaf Anda siapa ya...?".Tanya Himma merasa tidak kenal dengan lelaki yang memanggilnya


" Masak sudah lupa ,aku Adit, Aditya Ramadhan teman kamu saat SMP kamu himma kan Alliya Nurfahimma.....?" Pria itu mengingatkan Himma


" Aditya Ramadhan....?"....Himma mengingat nama itu.


" Hah beneran Kamu Adit yang waktu itu,Adit yang bantu aku sembunyi dari kakak aku...?" Himma memastikan jika pria itu adalah lelaki yang pernah membantunya saat dia tengah bersembunyi dari sang kakak waktu dulu dia sedang bolos.

__ADS_1


" Ha....ha...ha...benar ,itu aku rupanya kamu tak lupa kisah kita yang singkat itu." Adit tertawa terbahak-bahak


Himma nampak malu jika ingat kejadian kala itu.


Sebelum masuk pesantren Himma memang sekolah di sebuah SMP umum dikotanya.Himma adalah gadis yang Badung dan sedikit nakal yah nakal ala remaja,sering bolos sekolah untuk nonton film bersama teman - temannya.


" Kamu tambah cantik dan anggun sekarang Him...!" Tukas Aditya , membuat Himma tersipu.Wanita mana coba yang tidak tersipu mendapatkan pujian dari lawan jenisnya, Karena itu memang sebuah kodrat ,tapi jangan salah meski tersipu tapi himma tidak oleng kok dia masih bisa menjaga dirinya agar tak mudah terbawa suasana.


" Alhamdulillah, makasih pujiannya,semua ini mungkin karena aku bahagia dengan kehidupan yang aku jalani." Jawab Himma


" Oh ya...?" Aditya penuh tanda tanya


" Maaf dit aku permisi,suamiku sudah menunggu diluar." Himma segera berpamitan,karena tak baik jika seorang wanita mengobrol terlalu lama dengan lelaki apalagi wanita itu sudah punya suami.


" Kamu sudah menikah...?" Adit memastikan


Himma hanya mengangguk ,sambil berlalu ke meja kasir untuk membayar belanjaanya.Setelah selesai himma pun segera Keluar dari minimarket.


" Sudah sayang....?" Tanya Gus Rokhim, Saat mereka berpapasan di depan minimarket.


" Sudah mas ayo kita jalan lagi...!" Himma mengajak suaminya untuk melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2