
ijab Kabul pun dilaksanakan saat ini juga karena keluarga Kana tak mau melihat Khusnul menjadi sasaran kekejaman sang Ayah.Masalah cinta biarlah waktu yang akan menjawabnya.
Dengan tegas dan mantab Kana mengucapkan janji suci untuk Khusnul,dan ucapan sah keluar dari semua orang yang hadir diacara lamaran dan berlanjut dengan ijab qobul itu.
Rasa haru memenuhi ruangan itu saat samar - samar terdengar suara Isak tangis dari Mama Khusnul yang duduk dengan lemah di samping putrinya itu.Tangan nya bergerak untuk meraih tubuh Kana yang kini telah resmi menjadi menantunya.Himma yang melihat itu seakan tau apa yang diinginkan oleh Mama Khusnul lalu himma menepuk bahu sang kakak dan memberi tahukan bahwa mama Khusnul ingin bicara dengannya.Kana menoleh pada wanita itu dan benar saja ibu mertuanya itu memintanya untuk mendekat.Kana langsung mendekati wanita itu dia duduk bersimpuh di lantai lalu ibu Khusnul bicara dengan sangat pelan.
" Nak titip putriku ,jangan pernah kau sakiti dia,mama mohon lindungi lah dia.Semoga kalian bahagia." Ibu Khusnul berpesan kepada Kana.Setelah itu dia meraih tangan Khusnul dan disatukannya dengan tangan kana.Wanita itu menangis nafasnya tersengal
" Dan kau putriku,ingat jangan pernah melawan suamimu, berbakti lah kau padanya, jangan kau ulangi kesalahan yang pernah mama perbuat.Maafkan Mama yang telah membawa mu dalam penderitaan ini.Maaf ... berbahagialah sayang bersama orang - orang yang menyayangimu." Mama Khusnul menghela nafas panjang, perlahan matanya tertutup dan detak jantungnya berhenti,rupanya
helaan nafas itu adalah nafas terakhirnya.Mama Khusnul meninggal dalam pelukan putrinya.
__ADS_1
" Mama....!" Khusnul menjerit saat dia sadar ternyata sang mama sudah meninggal.Khusnul diam mematung hanya nafasnya yang terdengar, sementara yang lain hanya diam mereka semua sama - sama terkejut.
Setelah sadar Khusnul segera melepaskan pelukan sang mama dan merebahkannya perlahan disofa.Lalu dia berbalik dan menatap sang Papa dengan sinis, Khusnul murka terhadap papanya itu.
Khusnul mendekati pria yang sama terdiam seperti yang lain.
" Puas kau...puas hah...kau buat mama ku menderita...kau siksa dia dan lihat...lihat dia mati sekarang...dia mati....!" Khusnul berteriak dihadapan Papanya
Tanpa menunggu aba - aba dari tuan rumah papa Ahmad beserta Gus Rokhim dan uwak segera bertindak ,mereka menghubungi panitia kematian setempat dengan dibantu oleh satpam.
Tak lama jenasah Mama Khusnul dimandikan oleh panitia kematian yang tadi sudah dihubungi oleh satpam.Tapi karena ini sudah malam proses pemakaman akan dilakukan besok pagi.
__ADS_1
Papa Khusnul masih duduk diam mematung di kursi kamarnya.Dia merasa terabaikan dirumahnya sendiri ,karena dari tadi tak ada seorangpun yang mengajaknya bicara.
Entah apa yang dirasakan oleh Pria itu.Entah sedih atau apa tak ada yang peduli.
Pria itu termenung,dia mengingat kenangan - demi kenangan yang pernah dilewatinya bersama sang istri yang kini telah terbaring tak bernyawa di ruang tamu.
Kenangan dimana dia pernah sangat mencintai sang istri dan memperlakukannya dengan sangat baik penuh kasih sayang.
Tapi perlakuannya kepada sang istri berubah saat dia menemukan fakta bahwa istrinya itu adalah wanita yang dikirim oleh rivalnya dalam berpolitik untuk menghancurkan karirnya.
Mulai saat itu papa Khusnul sangat membenci sang istri meski istrinya itu telah meminta maaf dan menyatakan perasaannya kepada sang suami bahwa dia sudah jatuh cinta kepadanya.Tapi papa Khusnul tak percaya dengan cinta dari sang istri.
__ADS_1
Dan dia selalu menyiksa mama Khusnul sampai saat ini hingga wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya.Lalu apa alasan mama Khusnul bertahan selain karena dia takut hidup miskin diluar sana juga karena dia sudah bersumpah tak akan pergi apapun yang akan terjadi padanya, meski dia menderita sekalipun untuk membuktikan bahwa cintanya pada sang suami adalah nyata bukan cinta palsu.