
Himma merasa sangat bersalah terhadap suaminya itu.Bagaimana tidak merasa bersalah disaat Suaminya sedang menunggunya untuk makan dia malah berada diruangan berdua dengan pria lain.
" Sayang,maafkan mas lagi - lagi tak ada disampingmu saat kamu sedang dalam kesulitan." Gus Rokhim langsung meraih tubuh Himma dan membawanya kedalam pelukannya.
Dipeluknya sangat erat tubuh mungil istrinya itu.Dia merasa bersalah dan juga sangat bangga kerena Himma begitu luar biasa dengan tegas menolak cinta dari pria bule itu meski dengan iming-iming harta dan tahta.Himma tanpa ragu menyatakan bahwa dirinya seribu kali lebih baik dibandingkan pria bule itu.
Pria Mana yang tidak tersanjung jika wanitanya menganggapnya sebagai yang terbaik diantara pria yang baik.
Ternyata cinta yang didasari cinta karena Allah sangat berpengaruh terhadap kesetiaan seseorang terhadap pasangannya.
" Ayo pergi dari sini sayang." Gus Rokhim menuntun himma untuk segera pergi dari teman itu.Tanpa peduli lagi dengan pria bule itu.
Didalam mobil Gus Rokhim dan Himma saling diam tak ada satu pun dari mereka yang ingin bicara.
Sebenarnya Gus Rokhim pun marah dan ingin menghajar pria Italia itu,sama seperti Himma dia hanya tak mau memperburuk keadaan dengan mendahulukan egonya.Yang penting dia bisa membawa istrinya itu pergi dari sana.
Tak lama setelah itu Gus Rokhim menghentikan mobilnya tepat di lobi sebuah hotel mewah bintang lima.
" loh mas mau ngapain kita kesini...?" tanya Himma bingung.
__ADS_1
" Hemm rahasia sayang, ayo turun!" Gus Rokhim segera keluar dari dalam mobil dan berlari mengitari mobilnya dan membukakan pintu buat himma.
" Silahkan tuan putri ." Katanya sambil mengulurkan tangannya.
Himma menerima uluran tangan itu dan ikut turun.
Gus Rokhim berjalan tanpa melepaskan tautan tangan mereka.
" Permisi..."
" Bisa pesan kamar yang paling romantis...?" Tanyanya pada Resepsionis
" Kebetulan masih ada dua kamar , silahkan pilih salah satu." Jawab resepsionis dengan ramah sembari menyerahkan katalog yang berisi tentang dia kamar paling romantis yang diinginkan oleh Gus Rokhim.
" Ini mas .Himma menunjukkan pada salah satu gambar yang dirasa dia inginkan.
" Baiklah kami pilih yang ini." Gus Rokhim memesan salah satu kamar romantis yang dipilih oleh Himma.
Didalam kamar hotel
__ADS_1
Gus Rokhim langsung melahap bibir ranum berwarna pink alami milik Himma.
' Ah mas." Tentu saja himma sangat kaget mendapatkan serangan mendadak dari pria yang sangat dia cintai itu.
" Maafkan aku sayang." lagi - lagi kata maaf itu keluarga dari bibirnya
" Ya mas.Aku juga minta maaf sama mas sebagai seorang istri aku tidak bisa menjaga diri."Himma pun merasa sangat bersalah pada suaminya itu.
" Tidak sayang,kamu tidak bersalah akulah yang bersalah disini." mereka pun saling berpelukan.
Berkali-kali Gus Rokhim mengecup kening Himma dengan rasa kasih sayang.
" Aku sangat merindukanmu sayang.Terima kasih telah mencintai aku."
Akhirnya ranjang dihotel itu dibuat panas dengan kemesraan pasangan suami - istri yang berbahagia ini.
Banyak hal telah mereka lewati bersama suka maupun duka.
Dengan berlandaskan cinta tanpa alasan mereka bisa melewati segala ujian yang datang silih berganti dalam rumah tangga mereka.
__ADS_1
Meski mereka baru saja kehilangan sang putra ,tapi mereka tak harus merasakan sedih yang berlebihan bukan...?
Mereka tak ingin terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.