Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 97.PERCAYALAH AKU AKAN TETAP SETIA


__ADS_3

" Cantik ya...seksi lagi...." sindir Himma sambil memonyongkan bibirnya kedepan, ketika mereka sudah kembali duduk ditempat yang tadi.Mereka.kembali menunggu makanan yang dipesan oleh Gus Rokhim.


Gus Rokhim hanya tersenyum menanggapi sindiran dari himma." Sayang kamu tau bagiku wanita tercantik dan terseksi itu adalah kamu." Ucapnya menenangkan Himma.


" Gombal, apalah aku dibandingkan dia." Himma masih merajuk.


" You are everything my wife.Tak ada keindahan melainkan kamu istriku,kamu tau kan betapa berharganya kamu buat aku,jadi jangan khawatir jika aku berpaling darimu sayang,meski disuguhkan seribu wanita seperti dia.Kaulah cintaku,tulang rusukku, belajar jiwaku." Kembali Gus Rokhim berkata seperti itu dengan mengecup telapak tangan himma yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


Meski senang mendengar kata - kata dari suaminya,tapi himma gengsi mengakuinya alhasil dia hanya menyebik saja.


" Percayalah aku akan setia padamu sayang,aku tak akan pernah meninggalkan kamu,sampai maut yang memisahkan kita.Bahkan jika bisa aku akan memohon kepada Allah untuk tetap bersamamu di surganya nanti.Karena kaulah bidadari surgaku." Benar kata - kata dari Gus Rokhim ini mampu membuat himma terbang ke angkasa,bayangkan saja wanita mana yang tak merasa bahagia mendengar kata-kata macam itu dari pria yang mencintai dan dicintainya.


Sebenarnya dalam hati himma mengamini ucapan suaminya itu.Tapu entah mengapa dia masih saja gengsi mengiyakan.


" Pinter banget gombalnya." Kata himma sambil membuang muka kesamping agar tak ketahuan jika dia sedang bersorak gembira.

__ADS_1


" Ini bukan gombalan sayang ,...." Belum sempat Gus Rokhim meneruskan ucapannya,makanan yang mereka pesan datang.


" Makasih mbak...." Ucap Himma dan Gus Rokhim hampir bersamaan.


" Makan sayang ,kamu lapar kan hmm."


Mereka pun mulai memakan nasi uduk beserta daging sapi dan aneka sayur dan sambal serta teh hangat.Namun baru beberapa suap mereka menikmati makanan itu Tania datang menghampiri mereka.Melihat kedatangan himma seketika nafsu makan Himma hilang,dia yang awalnya lapar mendadak merasa kenyang.


" Hai boleh aku gabung...." Tanya Tania meski Gus Rokhim dan Himma belum mengijinkan tapi Tania sudah duduk disebelah Gus Rokhim.Sedangkan himma hanya mendengus.


" Siapa bilang,aku suka kok." Jawab Gus Rokhim santai pasalnya dia memang suka makan daging .Ya Gus Rokhim sama seperti Himma yang tak pilih - pilih makanan asal halal maka akan dia makan.


" Oh ya seingat ku kamu tak menyukai daging,aku yang salah mengingat atau kamu sudah berubah....?" Tanya Tania sok akrab.


Sedangkan himma hanya melirik saja tak menghiraukan ocehan dari wanita seksi disamping suaminya itu.

__ADS_1


" Sayang dimakan dong, kasian Dede bayinya Lo kalau kamu gak makan.!" Bukanya menanggapi wanita Sok akrab itu Gus Rokhim malah memperhatikan sang istri yang hanya diam saja.


" Mau aku suapi....?" Tawarnya pada Himma


" Boleh ." jawab Himma tak menghiraukan rasa kesal wanita perusak mood bumil ini.


Akhirnya Himma mau makan dengan disuapi oleh Gus Rokhim,meski agak tidak enak himma harus menghabiskan seporsi nasi uduk yang sudah dipesankan oleh sang suami karena tak mau membuang - buang makanan.


Sedangkan Tania merasa kesal karena kehadirannya tak dihiraukan oleh sepasang suami istri itu.


Tania adalah teman sekolah Gus Rokhim sewaktu masih duduk di bangku SMA.Gadud yang sekarang berstatus janda muda itu dulu memang menyukai Gus Rokhim dan mengejarnya secara terang-terangan bahkan dia pernah hampir telanjang dihadapan Gus Rokhim demi membuktikan jika dia benar - benar mencintai pria tertampan disekolahnya.Tapi bukanya senang atau meladeni Tania Gus Rokhim justru malah ilfil karena sosok Gus Rokhim tak menyukai gadis Agresif dan Fulgar macam Tania.


" Sudah mas, aku sudah kenyang." tolak himma saat suaminya itu mau menyuapinya dengan makanan miliknya.


" Ya udah biar mas Makan dulu ya." Kata Gus Rokhim.Setelah istrinya merasa kenyang ,maka kini giliran nya memakan makanan yang sudah dingin karena ditinggal menyuapi sang istri.

__ADS_1


__ADS_2