Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 116


__ADS_3

" Hai Bang Kara apa kabar ..?" Tanya Gus Rokhim kepada Kara yang sedang asik bermain bersama Baby Akmal.


"Hai Roy , Alhamdulilah kabar baik.Makasih udah mau jadi suami adek gue yang manja ini." Ucap Kara sambil memeluk Gus Rokhim


"Apaan sih kakak." Himma cemberut karena di ledek sama Kakaknya


Semuanya tertawa melihat wajah Himma yang menggemaskan.Meski sudah menjadi seorang ibu wajah Himma sama sekali tak berubah masih imut dan menggemaskan.


" Apa yang kalian tertawakan hmm...?" Tiba-tiba Mama datang bersama dengan Khusnul.


" Hai siapa ini ....?" Tanya Kara menunjuk pada Khusnul.


Khusnul yang hanya terbengong,dia masih bingung kenapa suaminya malah tidak mengenali dirinya,ada apa ini sebenarnya.


" Coba tebak...!" Himma menantang kakaknya untuk menebak siapakah Khusnul.


" Jangan bilang dia istri Kana Hmmm, kalau iya mimpi apa dia dapat Gadis yang semuda ini "Kara memang paling suka menggoda saudara - saudaranya.


" Kakak bener ini Kak Khusnul istri Kak Kana."Himma memperkenalkan khusnul kepada Kara dan Maria.


Khusnul masih mencoba mencerna keadaan

__ADS_1


" Kak Khusnul ini Kak Kara saudara kembar kak Kana." Himma yang melihat Khusnul masih bingung segera menjelaskan.


" Kembaran....?" Khusnul cengo


" Alhamdulillah." Khusnul sangat senang mendengar jika lelaki itu adalah kembaran Kana.Ternyata bukan suaminya yang dia tangisi tadi siang.


" Alhamdulillah,emang ada apa....?" Tanya Kara


Lalu Khusnul menjelaskan jika dia baru saja salah paham.Khusnul kira Kana telah berselingkuh dengan wanita lain.Eh ternyata yang dilihatnya tadi adalah Kara bukan Kana.Khusnul merasa malu kepada dirinya sendiri karena sudah curiga terhadap suaminya.


" Jangan khawatir sayang, Insyaallah anak - anak mama semuanya setia.Baik Kana ,Kara maupun Himma." Kata mama


kini Khusnul bisa bernafas dengan lega.


Kana dan Kata serta istri mereka sering sekali mengunjungi baby Akmal.Meski Kana harus menempuh perjalanan setidaknya empat jam Dia dan Khusnul selalu berkunjung setiap week end.Kara yang menetap di Singapura pun juga selalu mengunjungi Baby Akmal setiap satu bulan sekali.


Apalagi Maria istri dari Kara setiap hari dia akan melakukan panggilan video untuk keponakannya yang lucu dan imut itu.


" Hello baby Akmal, What are you doing, lagi makan ya.Uh...imutnye...!" Maria selalu antusias melihat Baby Akmal meski hanya dengan panggilan Vidio.


" Mamammmammm." Baby Akmal seolah paham dengan pertanyaan dari bude nya.

__ADS_1


********


Usai melaksanakan Sholat malam Himma melepaskan mukenanya dan berjalan menuju tempat tidur Baby Akmal ,karena biasanya Himma terbangun saat tengah malam karena tangisan si bayi Meminta di susui tapi malam ini sampai menjelang dini hari sang Putra belum juga terbangun.


Saat melihat putranya itu tampak masih terlelap himma hanya tersenyum lalu mengecup kening sang putra.


" Akmal belum bangun sama sekali untuk menyusu mas." Himma memberitahu Gus Rokhim yang sedang mengambil Al Qur'an di lemari.


" Dia pasti masih kenyang sayang." Jawab Gus Rokhim


" Tapi tak biasanya loh mas,aku khawatir." Entah kenapa Himma merasa ada yang aneh dengan bayinya itu.


" Sudahlah sayang biar dia tidur saja." Gus Rokhim berusaha menenangkan Himma.


Himma merasa gelisah memikirkan putranya itu sehingga hafalannya kacau.


" Sayang kamu kenapa...?" Tanya gus Rokhim


" Gak tau mas perasaan ku gak enak, kenapa ya Akmal kok belum minta Asi...?"


Belum sempat Gus Rokhim menjawab Terdengar suara Adzan subuh dari masjid yang tak jauh dari rumah mereka.

__ADS_1


" Sayang jangan khawatir berlebihan.Anak kita pasti baik - baik saja.Aku ke masjid dulu ya."


Himma tak menghiraukan kata - kata suaminya.Entah kenapa perasaannya tak nyaman sama sekali.


__ADS_2