Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 54 # JANGAN CERITAKAN


__ADS_3

" Himma ....himma....!" Teriak Ulfa dengan melemparkan sapu lidi di tanganya.Dan berlari mendekati himma yang baru saja turun dari mobil.


Ulfa langsung memeluk tubuh himma yang tak setinggi tubuhnya.Tentu saja himma tak setinggi Ulfa ,tinggi Himma saja hanya 150 cm sedang Ulfa lebih tinggi 15 cm dari himma .Coba bayangkan saja jika himma di peluk oleh Ulfa,tubuh himma yang kecil dan mungil itu pasti akan tenggelam.


" Ada apa sih ?" Tanya himma yang telah dipeluk erat oleh kakak iparnya itu.


" Makasih, makasih atas saran dari kamu ...aku sukses.." Kata Ulfa dengan semangat


" apa...?".tanya himma masih bingung.


" Ada apa ini pagi - pagi udah main peluk istri orang aja...gak liat ada suaminya disini...?" Tanya Gus Roy gemas dengan tingkah kakak iparnya itu.Gus Roy mendekati mereka seraya menarik himma dari pelukan Ulfa ,dengan posesif ia segera mengangkat tubuh mungil himma dan membawa masuk.


Ulfa pun tertawa melihat kelakuan Gus Roy.


Himma segera membenamkan wajahnya yang tiba-tiba memerah didada bidang milik suaminya yang malam tadi ia penuhi dengan tatto alami hasil karya bibir mungil miliknya.

__ADS_1


Himma benar - benar malu atas perbuatanya tadi malam.Sebenarnya ia hanya ingin membalas dengan melakukan hal yang sama dengan apa yang telah suaminya lakukan terhadap leher dan dadanya bukanya kesal Gus Roy malah senang dan ketagihan dengan pembalasan dari istrinya.


" Ish..." himma menggeleng untuk menghilangkan ingatan tentang kejadian semalam.


" Jangan menggodaku sayang...!" kata Gus Roy saat merasakan wajah himma bergerak dan menggesek dadanya.


" apa an sih ,siapa yang menggoda ....?" Himma masih tak sadar jika pergerakannya bisa memancing sesuatu.


" itu cium " dada .apa masih kurang yang tadi malam...?" tanya Gus Roy menggoda himma


" Udah aku mau turun ,malu jika ada yang liat." ucap himma berusaha turun dari gendongan suaminya


" Upss...sorry ." Ucap himma saat sudah turun dari gendongan suaminya


" Ada apa sih kayaknya mbak Ulfa bahagia banget sampai - sampai memeluk bojoku ( Istri ku) gitu...?" Tanya Gus Roy yang penasaran dengan tingkah kakak iparnya tadi.

__ADS_1


" Eh m kemarin kan himma kasih saran ke saya Gus untuk meng-."


" Stop jangan teruskan mbak...." pekik himma menghentikan ucapan Ulfa.


" Jangan ceritakan.!" Himma melarang Ulfa agar tak menceritakan semua kepada orang lain.Bukankah Urusan ranjang adalah Aib juga yang tak perlu di umbar pada semua orang.Taoi himma lega sepertinya Ulfa telah sukses menggoda Gus Rohman.


" Udah mas berangkat saja ya ." kata himma mengalihkan pembicaraan agar tak sampai mengumbar aib.


Setelah mengantar suaminya ,himma kembali masuk kedalam ruang tamu untuk menemui Ulfa


" Him ...aku bahagia sekali,karena kamu kami berhasil - ." lagi - lagi ucapan Ulfa terhenti oleh himma .Kali ini himma membekap mulut Ulfa agar diam.


" Aku tau mbak sukses...Selamat...tapi tak perlu diceritakan secara detail gitu lah.Bukankah haram hukumnya apabila seorang istri menceritakan urusan ranjang pada orang lain." Kata himma memberi ceramah pada Ulfa.


" Astaghfirullah haladzimm.Ampuni hamba Ya Allah." ucap Ulfa beristighfar.Saking bahagia Ulfa sampai melupakan hal yang sangat penting ini.

__ADS_1


" Jangan di ulangi lagi .Ingat haramm...! " Ucap himma menekan kata "haram "


" ok...aku akan ingat sampai kapan pun. makasih udah mengingatkan." Ulfa berterima kasih kepada himma


__ADS_2