Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 91.Mood bumil


__ADS_3

Cinta sejati mendengar apa yang tak dikatakan


Mengerti apa yang tidak dijelaskan


sebab cinta tak datang dari bibir ,lidah atau fikiran tapi cinta datang dari hati yang terdalam.


Himma menikmati rawon yang dibawakan oleh Mama Humaira dengan begitu lahap,awalnya dia makan dengan disuapi oleh Gus Rokhim,karena merasa suaminya itu sangat lamban ,himma merebut mangkok berisi rawon itu dan makan dengan tangannya sendiri,bukannya marah dengan tindakan himma Gus Rokhim dan Mama Humaira malah tertawa dibuatnya.


Hormon kehamilan pertamanya ini benar - benar merubah mood himma dia yang awalnya adalah sosok yang kuat dan mandiri berubah jadi manja,dia yang awalnya sabar menjadi tidak sabaran.Dia yang biasanya lembut menjadi agak agresif.Tapi bukanya marah atau kesal Gus Rokhim justru sangat menikmati perubahan sikap dari wanita yang kini tengah mengandung anaknya.


Tak pernah sekalipun dia membentak himma disaat kesabarannya sudah diambang batas,Dia hanya beristighfar dan memohon kekuatan kepada Allah.


" Ya Allah limpahkanlah kesabaranku mengahadapi sikap dari istriku,wanita yang telah kau karuniakan kepadaku." Doanya dalam hati.


" Enak sayang....?" Tanyanya dengan lembut


" Hmmm....mantap Alhamdulillah aku kenyang , terimakasih Mama." Himma berterima kasih kepada sang Mama yang telah membawakannya makanan yang dia inginkan.


" Sama - sama sayang." balas sang mama.


Tepat saat himma selesai makan rawon ,saat itulah cairan infus yang menggantung disebelah brankarnya habis.

__ADS_1


" Mas tolong lepas infus ini aku mau pulang sekarang." pinta himma kepada san suami.


" Sebentar sayang aku panggil dokternya dulu." Kata Gus Rokhim


" Eh mas kan dokter masak gak bisa sih ,timbang nglepas infus doang..." Sekali lagi himma mencibir sang suami.


" Sayang dengar,ini bukan ranah mas meski mas adalah dokter tapi bukan hak mas melepaskan infus ini.mengerti....?" Gus Rokhim memberi pengertian kepada himma.sedangkan himma malah merenggut dengan kesal Himma mengangguk.


Gus Rokhim menghela nafas kasar,mencoba untuk tetap bersabar, seandainya hal ini terjadi pada suami yang lain entah lah pasti sudah dari tadi bumil dengan mood buruk itu ditinggalkan begitu saja.


Entah kenapa sejak tadi himma begitu sensi kepada suaminya itu.


Meski begitu Gus Rokhim tetap memanggil dokter untuk melepaskan infus istrinya.


Himma hanya mengangguk tanpa berkata apapun.Moodnya benar - benar tak bisa diajak kompromi.


" Terima kasih Dokter...!" Kana berterima kasih kepada dokter itu.


" Ayo pulang..." Ajak Kana ingin membantu Himma turun dari brankar tapi himma malah membuang muka.Tak ingin berdebat Gus Rokhim menarik kembali tangannya yang sempat dia ulurkan kepada Himma.Melihat itu himma sepertinya tambah marah.Himma mengerucutkan bibirnya kedepan.Melihat itu Gus Rokhim seolah tau apa yang diinginkan oleh istrinya.Tanpa banyak kata Gus Rokhim segera membopong tubuh kecil Himma.Bak anak kecil yang baru mendapatkan sebungkus coklat himma tertawa riang dan tanpa malu dia pun mengecup bibir tebal suaminya lalu melingkarkan kedua tangannya dileher sang suami.


" Dasar tidak peka." Bukanya memuji atau berterima kasih himma malah mengejek Gus Rokhim dengan mengatakan jika sang suami tidak peka.Mungkin jika lelaki itu bukan Gus Rokhim pria dengan seribu sabar,sudah pasti himma akan dibanting saat itu juga.Bukan Gus Rokhim namanya bila dia masih bisa tersenyum meski kesabarannya sedang di uji.

__ADS_1


Mama yang melihat kelakuan putrinya itu hanya menggeleng saja.Dia bersyukur karena Menantunya itu adalah pria yang luar biasa.Semoga kedua anak kembarnya juga akan menjadi suami dengan seribu kesabaran dalam menghadapi istrinya.Apalagi Kana yang menikahi gadis muda penuh luka seperti Khusnul.


Gus Rokhim membopong himma keluar dari rumah sakit,tak peduli banyak mata yang memandangnya saat mereka menyusuri lorong rumah sakit.


Enam Ciri pria yang memiliki sikap dewasa


1.Selalu setia mendengar keluh kesah mu


2.Ia akan selalu mendukung setiap mimpimu


3.Berengkar dengan cara yang baik dan benar


4.Tidak mudah cemburu dan egois


5.Mandiri secara finansial



Bersikap baik pada orang tua


__ADS_1


Sungguh beruntungnya kita para perempuan jika mempunyai pasangan yang memiliki sikap dewasa seperti itu.


__ADS_2