Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 50 # Maaf untuk apa...?


__ADS_3

Dengan menggandeng tangan suaminya himma berjalan menuju pintu depan rumah Abah dan Umi langkahnya mantap tanpa ada keraguan sedikitpun.Entah lah semua sudah berlalu lukanya telah sembuh karena ia punya dokter pribadi yang begitu baik.Dokter tampan yang mencintainya dengan penuh kesabaran.Dokter baik hati yang telah memperlakukan dirinya bak seorang ratu.Dokter muda itu bernama Ahmad Rokhim Assarif lelaki yang kini tengah menjadi suaminya.


" Assalamualaikum." seru himma memberi salam di depan pintu kayu berwarna coklat itu


" Waalaikum salam." jawab seseorang dari dalam rumah.


Pintu dengan warna coklat itu terbuka .Dari balik itu tampak seorang perempuan paruh baya dengan gamis coklat dan jilbab lebar berwarna senada.


" Masyaallah .... subhanallah...Alhamdulillah...himma kamu sudah bisa berjalan !" Pekik Umi terkejut melihat himma yang berdiri didepan pintu dengan senyum lebar di bibirnya.


" Alhamdulillah Umi." Himma meraih tangan Umi untuk diciumnya.Belum sempat himma melepaskan pegangan tangannya, umi sudah menarik himma untuk di peluk sesaat kemudian umi mencium kening himma.


" Ehm...." seseorang di belakang himma berdehem


" Aku pergi sajalah dari pada tak di anggap.." kata Gus Roy pura - pura merajuk.


" Memangnya siapa kamu....? Ya udah pergi sana ." Kata umi mengusir anak keduanya itu namun ia berjalan mendekat ke arah Gus Roy.


" Aw....Ampun Umi, apa salahku ...." desis Gus Roy saat telinganya ditarik sedikit keras oleh umi.

__ADS_1


" Dasar anak nakal...Istrimu sembuh kenapa tak kasih tau Umi hah..!" Umi bicara penuh penekanan pada putranya


" Maaf Umi aku kan mau kasih kejutan." jawab Gus Roy sambil mengusap telinganya yang memerah karena jeweran dari umi.Himma yang melihat itu hanya terkekeh pelan.


" Ayo masuk...! " perintah umi


" Abah dan yang lain kemana Umi...?" Tanya Gus Roy yang berjalan mengekori umi sambil merengkuh pinggang himma.


" Abah ada dikamar , Abang mu sedang ada workshop di luar kota." jawab Umi.


" Aku kekamar menemui Abah ya umi." kata Gus Roy


Sementara Gus Roy pergi untuk menemui Abah di kamarnya Himma mengikuti umi masuk ke ruang tengah.Himma masih hafal dengan isi rumah ini kecuali isi didalam kamar , meskipun ia sering kali dimintai Umi membantu membersihkan rumah tapi himma tak pernah membersihkan bagian kamar.


"Himma...." pekik seseorang yang baru saja keluar dari salah satu kamar saat himma ingin duduk di sebuah sofa.Seketika himma menoleh .


" Ulfa...." betapa senangnya himma melihat sahabatnya didepan sana


" Ulfa apa kabar....? " Tanya himma bahagia

__ADS_1


Ulfa mendekat dan langsung memeluk tubuh mungil sahabat itu dengan mata berkaca-kaca.


" Maafin aku him..maaf...! " Lirih Ulfa sambil terisak


" Maaf untuk apa....hei ada apa ...? kenapa kamu menangis...?" Tanya himma bingung tiba - tiba sahabat nya itu meminta maaf dan memeluknya sambil meminta maaf.


" Umi kekamar dulu ya...!.Pamit Umi kepada dua orang yang masih berpelukan itu.Umi meninggalkan mereka karena umi tau permasalahan mereka dan memberikan mereka waktu agar mereka dapat bicara empat mata.Mungkin jika umi tetap Disana mereka akan sungkan.


Ulfa melepaskan pelukannya Saat ia akan membuka mulutnya ia melihat seorang lelaki yang agak mirip dengan suaminya berjalan kearah mereka.


" Sayang....maaf aku harus segera kerumah sakit." Kata Gus Roy dengan lembut


Ulfa sempat kaget dan terbengong mendengar kata kata dari bibir pria itu.


" oh iya mas. Aku disini saja dan nanti jemput aku ya...! " kata himma sambil meraih tangan Gus Roy dan menciumnya takdzim saat suaminya itu ada di depannya.


" Iya nanti aku jemput." Jawab Gus Roy menarik tangan himma dan mengecup kening istrinya yang sangat ia cintai.


.

__ADS_1


__ADS_2