Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 27 # BELUM SADAR


__ADS_3

Gus Roy yang sadar jika gadis yang dibawanya kerumah sakit itu adalah himma gadis yang sangat dicintainya.


betapa sedih hatinya ingin rasanya dia peluk gadis itu namun apalah daya dia bukan mahramnya.


kini himma sudah mendapatkan perawatan dokter diruang ICU. Dia masih belum sadarkan diri terdapat luka dipelipisnya namun itu tidak terlalu menghawatirkan dan beberapa lecet di pipinya.namun menurut keterangan dokter ada satu hal yang perlu dikhawatirkan yaitu luka dalam bagian pinggang.diperkirakan terdapat cedera berat dipinggangnya dan kemungkinan himma akan mengalami kelumpuhan meskipun bukan lumpuh permanen.


betapa hancur saat ini hati Gus Roy mendengar perkataan dokter itu.dia tak tega melihat keadaan himma.


lalu dia pun menyuruh dua orang santriwati yang ikut mengantar himma kerumah sakit.disodorkannya Dau lembar uang seratus ribuan kepada mereka sebagai ongkos pulang kepesantren.awalnya mereka tidak mau pulang sampai keluarga himma datang namun karena Gus Roy bilang bahwa dia yang akan menghubungi keluarga himma dan dia yang akan menjaga himma disini karena Gus Roy kenal dengan keluarga himma akhirnya mereka pun pulang.


setelah kedua santriwati itu pulang Gus Roy pun menelfon Kana kakak himma.


betapa terkejutnya Kana mendengar kabar adik kesayangannya kecelakaan segera ia menghubungi kedua orangtuanya tanpa menunggu mereka Kana bergegas menuju tempat dimana himma dirawat ia sangat khawatir dengan kondisi gadis mungil itu.

__ADS_1


begitupun dengan kedua orang tuanya mereka tak kalah terkejut mendengar kabar itu, apalagi sang mama, dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat himma dirawat sang mama tak henti hentinya menangis betapa menyesalnya sang mama karena ia abaikan firasat yang sejak beberapa hari terakhir ini ia rasakan.


ya beberapa hari ini hatinya tak tenang karena ia selalu terbayang bayang wajah sang putri sedang menangis entah apa yang terjadi karena terlalu sibuk membantu rencana Kana dan kara membangun sekolah gratis ia pun mengabaikan hal itu.terbukti sudah saat ini firasat itu menjadi kenyataan.


Kana sampai dirumah sakit lebih cepat dibanding kedua orangtuanya.setengah berlari dia langsung menuju ruang ICU. setelah sampai didepan ruangan itu dia melihat seorang laki-laki tengah berdiri didekat jendela melihat sosok tak berdaya didalam sana.


didalam ruang ICU tampak himma terbaring dengan perban dikepala.ia masih belum sadarkan diri sejak beberapa jam lalu.


" Roy gimana keadaan adikku." tanya Kana saat melihat Roy didepan ruangan himma dirawat


" dia belum sadar, kata dokter ada cedera dibagian pinggang yang dapat menyebabkan kelumpuhan meski tidak permanen tapi butuh waktu lama untuk bisa berjalan lagi." kata Gus Roy dengan mata berkaca-kaca


" apa.....!" teriak seorang perempuan paruh baya dari arah belakang Kana

__ADS_1


" mama....."panggil Kana sambil memeluk sang mama yang sudah tak tahan menahan air mata


" kita doakan yang terbaik buat adek ya ma." kata Kana sambil mengelus punggung sang mama.


kondisi semacam ini membuat Gus rokhim merasakan lebih sedih lagi dengan perlahan ia pun berjalan mendekati seorang pria yang sejak tadi diam tanpa bersuara ya pria itu adalah Ahmad Huda papa himma.


" om...!" panggil Gus rokhim meraih tanggan papa Huda dan mencium punggung tangan itu.


" Roy kamu disini....?" tanyanya dengan mengelus pundak pemuda itu.


" yah om kebetulan ini rumah sakit yang saya kelola." jawab Roy sopan.


" Hem hebat kamu Roy." pujinya

__ADS_1


" tidak juga om." jawab Gus rokhim


memang Gus rokhim dan keluarga himma sudah akrab karena dulu Gus Roy sering sekali datang kerumah mereka bersama Kana ,namun Gus Roy tak pernah melihat himma disana.karena sejak SMP himma sudah menuntut ilmu di yayasan milik keluarganya dan himma sangat jarang pulang kerumah.


__ADS_2