
" Seorang suami yang senantiasa membahagiakan dan memuliakan istrinya Allah akan memuliakan pula dengan berbagai kemuliaan.Diantaranya dadanya akan senantiasa dilapangkan,Keluh kesahnya akan didengar ,cucuran keringatnya akan menggugurkan dosa - dosanya,doa - doanya akan dikabulkan."
Kebahagiaan selalu terpancar dalam kehidupan rumah tangga antara Gus Rokhim dan Himma.Sebagai seorang suami Gus Roy bisa membuat Himma merasa nyaman dengan hal - hal sederhana dia bisa menjadi teman curhat,menjadi tempat himma bermanja dan bisa menjadi penasehat yang baik.
Kali ini mereka sedang menikmati weekend dengan jalan - jalan dimall.Gus Roy mengajak himma nonton ,belanja dan makan berdua dengan kata lain saat ini mereka sedang kencan.
" Sayang mau makan apa...?" Tanya Gus Rokhim saat mereka sedang duduk di salah satu sudut restoran makanan cepat saji.
" Pengen kentang goreng sama jus mangga." Jawab Himma
" Ada yang lain....?" tanya Gus Rokhim lagi
" Udah itu aja aku mau makan lagi nanti dirumah." jawab Himma
__ADS_1
Gus Rokhim tersenyum lalu memesankan apa yang diinginkan Himma dan dia pun juga memesan yang sama dengan istrinya itu.
" Mas kita belum pernah berkunjung kerumah Mama loh,aku pengen mudik,boleh kan....?" Tanya himma sembari menunggu makanan yang dipesan kan oleh sang suami.
" Boleh , weekend depan ya kita mudik kerumah Mama sama papa.Aku juga udah lama banget gak nginep disana." Jawab sang suami
" Emang seberapa sering dulu mas nginep disana....?" Tanya Himma ,Ya dulu saat masih kuliah Gus Rokhim memang sering menginap disana bersama Kana Kakak laki- laki Himma.Kana adalah sahabat Gus Rokhim,tapi Kana tak tau jika Gus Rokhim adalah Anak dari pemilik pesantren dimana Himma menuntut ilmu.Kana mengetahui hal itu saat pernikahan Gus Rohman dengan Ulfa.
Saat itu Gus Rokhim menghubungi Kana karena Keadaan Himma yang tak baik - baik saja ,dia sedang menahan sakit hatinya dengan pernikahan itu sementara dirinya tak bisa berbuat apapun untuk menguatkan sang gadis pujaan hatinya karena terhalang status.
" Hmm ,aku memang jarang banget pulang mas ,bahkan aku pernah gak pulang sama sekali selama setahun." Jawab Himma
" Makanya aku kok pernah liat kamu."
__ADS_1
Mereka merencanakan akan mudik Sabtu depan.Ya Himma sangat merindukan rumah tempatnya dilahirkan,rindu akan kehangatan keluarganya,rindu bermanja dengan mama dan papa serta kakaknya, rindu makan masakan sang mama.
Seminggu telah berlalu Gus Rokhim pun menepati janjinya pada sang istri dia mengajak Himma untuk mudik meskipun saat ini bukanlah hari raya tapi gak salahkan kalau kita menyebutkan kepulangan mereka ini sebagai mudik.
Empat jam waktu yang mereka butuhkan untuk bisa sampai dikota kelahiran Himma dengan mengendarai mobil.Selama dalam.perjalanan mereka mereka habiskan dengan mengobrol saling menceritakan masa kecil mereka sambil memakan camilan yang mereka beli di sebuah mini market Sesekali himma menyuapi sang suami dengan camilan yang sama,kadang mereka berhenti untuk istirahat makan dan sholat.Gus Rokhim menyuruh Himma untuk tidur tapi dia menolak himma ingin menemani suaminya itu.
Akhirnya sampailah mereka ditempat tujuan himma tampak kelelahan tapi dia merasa sangat bahagia,Ini pertama kalinya dia pulang dengan status yang berbeda.Dulu dia pulang dengan status anak perawan tapi sekarang dia pulang dengan status Istri orang,begitu juga dengan Gus Rokhim dulu dia sering datang kerumah ini dengan status sahabat Kana kini dia datang dengan Status sebagai menantu Suami dari anak gadis satu - satunya dari keluarga ini.
" Assalamualaikum...." Ucap keduanya saat mereka sudah berada di depan pintu depan rumah papa dan mama Himma
" Wa'alaikum salam....." Terdengar suara seorang lelaki dari dalam rumah.Setelah beberapa saat kemudian pintu rumah terbuka.
" Papa....." Himma terisak langsung menghambur kedalam pelukan lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu.Lelaki yang mengumandangkan Adzan ditelinganya saat dia baru saja dilahirkan.Lelaki yang mengajarinya berjalan saat dia masih berjalan.
__ADS_1
Sosok ayah terhebat bagi Himma .Ayah yang bisa menjadi panutan bagi dirinya dan juga kedua kakaknya.Lelaki dengan pribadi yang hangat itu tak pernah berbuat kasar kepada ketiga anaknya dia sama bijaksananya dengan istrinya.