
Gus Rokhim masih berusaha menyadarkan Himma yang pingsan didalam kamar,dia begitu khawatir dengan keadaan istrinya saat ini.Meskipun dirinya adalah dokter tapi tak ada alat untuk memeriksa tubuh himma,maka dari itu dia menghubungi salah satu teman dokternya.
Setelah menunggu selama sepuluh menit akhirnya dokter perempuan itu datang juga.Tanpa banyak kata Mama yang juga sedang khawatir langsung membawa dokter itu menuju kamar Himma.
Dokter itu langsung memeriksa himma yang terbaring diatas tempat tidur kamarnya.
" Zarra, bagaimana keadaan istriku...apa yang terjadi padanya...?" Gus Rokhim memberondong pertanyaan kepada dokter yang bernama zarra karena rasa khawatir yang berlebihan.
Dokter zarra tersenyum
" Oh jadi dia istri kamu,Jangan khawatir tak ada masalah dengannya tekanan darah istrimu sangat rendah.Tapi aku mencurigai sesuatu deh Roy coba kamu bawa dia ke dokter Obgyn.Siapa tau istrimu sedang mengandung.Karena aku mendeteksi ada yang berdetak didalam perutnya. Dan aku tak akan meresepkan obat karena aku takut jika dugaan ku benar, jadi setelah sadar kamu harus segera membawa dia ke dokter Gania ,dia dokter ibgyn di rumah sakit tempat Kana bekerja,kamu hubungi Kana saja untuk mendaftar supaya kamu tidak terlalu lama antri." Dokter Zarra menjelaskan dan merekomendasikan seorang dokter di rumah sakit tempat Kana bekerja.
Sementara itu Khusnul sedang duduk di ruang tamu,dia masih belum bisa mencerna apapun kejadian ini, pasalnya semua orang masih sibuk dengan Himma wanita yang dikenalnya beberapa hari yang lalu di mall dan di anggapnya sebagai kekasih Kana.lalu siapakah lelaki tadi, lelaki yang menggendong Himma saat dia pingsan ...?" dan kenapa juga Himma ada dirumah ini,apa hubungan mereka sungguh membingungkan,otak Khusnul yang lemot tak bisa menemukan jawabannya.
__ADS_1
" Ngomong - ngomong kamu jadi saudaranya Kana dong sekarang....?" goda dokter zarra.Kana ,Gus Rokhim dan Dokter Zarra adalah teman mereka dulu adalah satu tim pada Saat KKN,jadi bisa seakrab ini.
Sebenarnya dokter Zarra menyimpan rasa suka pada Gus Rokhim karena sosoknya yang luar biasa baik hati,lembut dan yang paling utama Gus Rokhim juga sangat tampan. makanya tadi dia sempat kecewa mendengar Gus Rokhim sudah mempunyai istri tapi ya sudahlah cinta boleh tapi merebut suami orang jangan.
" ya begitulah,awalnya aku juga gak tau kalo gadis yang aku cintai itu adik Bang Kana,soalnya kami pertama bertemu pas dia lagi jadi santri di salah satu Pesantren dikota ku." Jawab Gus Rokhim sambil tersenyum mengingat awal pertemuan mereka dan awal perjuangannya mendapatkan gadis itu.Bahkan dia dengan egois dia selalu mengirimkan Alfatihah tujuh kali setiap selesai sholat agar untuk merayu sang Maha Cinta agar dijodohkan dengan Gadis pujaannya.
" Oh ya ,lain waktu kamu harus menceritakan kepadaku.Ajaklah istrimu berkunjung kerumah ku..!" Kata dokter Zarra.
". Insyaallah bila ada kesempatan."Gus Rokhim tak berani menyanggupi permintaan Dokter Zarra
" Amin... terimakasih dokter ."Jawab Mama mengaminkan perkataan dokter Zarra dan dia pun mengantarkan dokter Zarra sampai pintu depan.
" Saya permisi Ibu, Assalamualaikum." sekali lagi dokter Zarra berpamitan
__ADS_1
" Waalaikum salam." Mama menjawab salam dokter Zarra.Setelah dokter itu pergi Mama masuk kembali kedalam rumah,betapa terkejutnya Mama melihat Khusnul masih berada di ruang tamu.
" Astaghfirullah, Khusnul kamu masih disini sayang, maaf Tante melupakan kamu.Tadi Tante sangat panik...!" Ucapnya meminta maaf pada Khusnul,mama menyesal karena melupakan keberadaan Khusnul di rumahnya.
" Gak papa kok Tante, bagaimana keadaan Himma..?" Tanya Khusnul
" Alhamdulillah,dia baik - baik saja sayang,hanya tensi darahnya rendah." Jawab mama sambil duduk disebelah Khusnul
" Tante Khusnul pamit ya..!"
" Lo kok pamit , katanya mau ngobrol.... maafin Tante ya sayang...!"
" Gak papa Tante ngobrol nya lain waktu saja ,ini sudah sore takutnya mamaku Khawatir kalo aku belum pulang." Khusnul sedikit berbohong tentang kekhawatiran mamanya.Padahal kenyataan nya mau Khusnul pulang atau tidak tak ada yang peduli sama dia.
__ADS_1
" Baiklah sayang hati - hati ya , sampaikan salam Tante pada Mama mu." Mama pun mengijinkan Khusnul untuk Pamit karena alasan yang dikatakan Khusnul.