Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 123


__ADS_3

Ujian apalagi yang akan Himma dapatkan,kenapa dia begitu tidak tenang padahal Gus Rokhim hanya akan pulang mengambil beberapa keperluannya selama berada dirumah sakit.Tapi rasanya himma begitu berat melepaskan kepergian sang suami.


" Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah." Berkali-kali himma berdzikir kepada Allah


Ini sudah lebih dari dua jam tapi kenapa Gus Rokhim tak kunjung datang.Padahal jika perjalanan lancar pulang pergi dari rumah ke rumah sakit ini tak lebih dari satu jam.


" Ya Allah kemana suamiku ini...?" Tanya Himma pada dirinya sendiri.


Padahal saat ini anaknya sedang rewel.


Himma mondar - mandir sambil menggendong bayinya dengan kain jarik, sementara tangannya yang satu menggeser tiang infus kekanan dan kekiri.


" Sus bisa minta tolong untuk menghubungi suami saya dengan Hp saya yang ada diatas nakas itu..!" Himma meminta tolong kepada seorang perawat yang datang membawa makan untuk pasien.


Untung kemarin Hp nya dibawa oleh Gus Rokhim.


Sudah lebih dari lima kali perawat itu memanggil Nomor Gus Rokhim yang diberi nama " My husband " Oleh Himma.


Tapi panggilan itu tak juga diangkatnya, sebenarnya kemana Gus Rokhim ini.Himma semakin gelisah tak karuan.Matanya sudah berkaca-kaca, antara cemas, khawatir,takut dan kesal.


" Maaf buk tak di angkat..!" Akhirnya perawat itu pun meletakkan Ponsel himma kembali di atas nakas.


" Sus ,bisa minta tolong untuk menjaga anak saya ...?"


Maaf saya mau keluar sebentar...!" Karena khawatir akhirnya Himma menitipkan Baby Akmal kepada perawat itu.


" Oh iya Bu,biar saya yang menjaga." Suster itu pun mau menjaga Baby Akmal yang sudah tenang dan tertidur kembali.

__ADS_1


Himma bergegas keluar tak lupa dia menyambar tas dan ponselnya diatas nakas.


Himma berlari keluar dari rumah sakit.


Dia akan mencari keberadaan Gus Rokhim.


Ada apa sebenarnya dengan suaminya itu.


Tujuan Himma adalah pergi kerumah.Dengan menggunakan taksi Himma pun sampai di halaman rumah.


Saat keluar dari taksi Himma tak melihat mobil Gus Rokhim terparkir di garasi.Sedangkan pintu rumah tampak terkunci.Itu tandanya Gus Rokhim memang tak ada dirumah.


"Apa Mas pergi kerumah sakit ya...?" Batin Himma.


" Pak tolong antarkan saya lagi ya...?" pinta himma kepada sopir taksi


" Sebenarnya kamu di mana sih mas...?" tanya Himma.Ingin rasanya dia menangis karena takut terjadi sesuatu dengan suaminya itu.


" Apa dia kecelakaan saat akan pulang tadi...?"


" Ah tidak...!"


" Pasti mas sedang ada urusan ,tapi apa...?"


Himma sedang berdebat dengan dirinya sendiri,menerka - nerka apa yang sebenarnya terjadi ,ada dimanakah gerangan suaminya itu.


BRT...BRT...

__ADS_1


Ponsel Himma bergetar


" Hallo siapa ini ...?"


" Bu ,ibu, maaf anak ibu sedang kritis..!" pekik suara di seberang sana.


Ternyata Yang menelfon Himma adalah perawat yang dia mintai tolong untuk menjaga anaknya.


" Apa.Sus tolong bilang ke dokter untuk melakukan yang terbaik buat anak saya.Saya segera kesana !" Himma tak peduli lagi dimana Gus Rokhim saat ini.


" Ya Allah apa yang terjadi, Lindungi anak dan suami ku Ya Allah.Hamba mohon.!" Himma berdoa dengan bibir bergetar.


Himma pun menangis tersedu-sedu didalam taksi.


" Pak putar balik pak, kita kerumah sakit Medika pak.Tolong cepat ya pak ."


Kacau itulah yang himma rasakan saat ini.Disaat anaknya sedang kritis, Suaminya malah tak tau dimana rimbanya.


Meski Kalut himma harus kuat.Karena dia sedang sendirian.


Himma berlari menuju ruang perawatan anaknya ,tak peduli beberapa kali dia harus mendapatkan umpatan dari orang - orang yang tak sengaja dia tabrak.


" Sus apa yang terjadi dengan anak saya...?" Dengan nafas terenggah himma menghampiri perawat yang sedang duduk di depan ruang perawatan anaknya.


" Anu Bu i..itu tadi anak ibu mengeluarkan darah dari hidungnya lalu nafasnya sesak dan dia sangat lemas." Perawat itu memberi tahu Himma dengan sangat gugup.


" Ya Allah..." Tubuh Himma terasa lemas.

__ADS_1


__ADS_2