
" Emang kakak mau anak berapa....? " tanya himma
" Delapan.....! " jawab Gus Roy
" Kebanyakan....emang aku kambing ....? " tanya himma cemberut
" Emang dek himma mau anak berapa ....? tanya Gus Roy gemas
" Dua anak cukup...." jawab himma sambil menunjukkan jari dua
" Itu slogan Keluarga Berencana dek...." Gus Roy semakin gemas
" Emang dek himma sudah siap punya anak...? " pancing Gus Roy
" kenapa enggak si- " himma tak jadi melanjutkan ucapannya sontak ia menoleh pada Gus Roy.Pria itu juga menoleh padanya dan tersenyum penuh arti.
" ish...." himma menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
__ADS_1
Sumpah demi apa saat rasanya himma ingin menenggelamkan diri di dasar danau dihadapanya ini.Meski polos namun himma bukanlah gadis bodoh ,ia tau arti dari senyuman Gus Roy menanggapi ucapannya itu.
" Ya Allah aku malu sekali....." batin himma
Gus Roy meraih tangan himma yang masih menutupi wajah cantik dan imutnya ini.
cup...cup ....cup
Hah....himma melotot tiba - tiba tubuhnya membeku , jantungnya berdebar tak karuan mendapati serangan dari bibir merah muda milik Gus Roy.Meski itu bukan ciuman pertamanya tapi entah mengapa setiap kali Gus Roy menempelkan bibirnya di bibir mungil miliknya ini himma selalu saja berdebar tak karuan.Ada rasa hangat menjalar pada tubuhnya.Himma kembali menutup mata saat merasakan ******* lembut dibibirnya. Agak lama Gus Roy ******* bibir pink mungil milik istrinya hingga tanpa dikomando himma pun ikut tenggelam dan membalas ******* ******* itu tangan himma meremas kemeja hitam Gus Roy .ciuman mereka semakin lama semakin dalam tapi masih terasa lembut.
" Sudah siap punya anak kan....? " Tanyanya sambil tersenyum menggoda
Himma masih diam menikmati rasa yang baru saja tercipta di dalam hatinya.Rasa aneh yang tak pernah ia rasakan.
kesadaran himma baru kembali saat merasakan tiba - tiba tubuhnya melayang.Gus Roy mengangkat tubuh mungil himma mengendong ya ala bridal style.Himma melingkarkan kedua tangannya di leher pria dengan wajah tampan khas Indonesia.
Waktu berlalu dengan cepat hingga tak terasa sudah empat bulan sejak ciuman panas di pinggir danau itu terjadi.
__ADS_1
Selama itu hubungan antara Himma dan Gus Roy semakin baik kini himma bisa merasakan jika ia pun saat ini jatuh cinta dengan suaminya itu namun ia belum mengungkapkan perasaan yang ia rasakan kepada Gus Roy.Iya saat ini hatinya telah penuh dengan satu nama yaitu " AHMAD ROKHIM ASSARIF" Nama lelaki yang telah sah menjadi suaminya selama sepuluh bulan.
Keadaan kaki himma pun sudah pulih meski masih duduk diatas kursi roda sebenarnya himma sudah bisa berjalan meski belum banyak.Ia sengaja merahasiakan tentang keadaanya itu dari Gus Roy karena ia berencana ingin memberi ke kejutan dihari Ulang Tahun suaminya.
Hari ini Usia suaminya menginjak Dua puluh enam tahun.
" Sus bisa bantu saya menyiapkan kejutan buat kak Roy...? " tanya himma kepada seorang perawat yang selama ini setia merawat himma ketika ditinggal kerja oleh Gus Roy
" Tentu saja mbak dengan senang hati saya akan membantu." jawab sang perawat.
" Terimakasih banyak sus." ucap himma
" Jangan sungkan mbak..."
Dengan dibantu sang perawat Himma menyiapkan kejutan untuk suami nya.
Ia mendekorasi kamar serta balkon kamar sedemikan rupa sehingga tercipta nuansa romantis.
__ADS_1