
Waktu begitu cepat berlalu tanpa terasa seminggu telah berlalu keadaan Himma bukanya semakin membaik justru dia semakin lemah.
Hari - harinya hanya ia habiskan dengan menangis.Bukan hanya sedih karena kehilangan putra tercinta untuk selamanya tapi lebih sedih adalah keberadaan Suaminya yang sampai saat ini belum diketahui.
Dimana ,ada apa dan bagaimana keadaan sang suami hanya itulah yang himma fikirkan saat ini.Tubuhnya semakin kurus karena ia tak bisa makan.Bagaimana mau makan dalam kondisi seperti ini.
Pagi ini lagi - lagi Himma pingsan dan lagi - lagi Gus Rohman yang menangkap tubuhnya ketika akan limbung kelantai.Hal itu semakin membuat hubungan Ulfa dan Gus Rohman menjadi canggung.
Menyadari kecanggungan itu Papa Ahmad yang memang belum kembali ke kota Asalnya dan beliau yang paham akan perasaan Gus Rohman terhadap putrinya memutuskan untuk membawa Himma pulang kerumahnya sendiri setelah Himma sadar kembali.
" Maaf Abah bolehkah saya membawa Himma untuk tinggal dirumahnya setelah dia sadar nanti....?" tanya Papa Ahmad kepada Abah.Saat mereka sedang berjalan keluar dari kamar Gus Rokhim di kediaman Abah.
__ADS_1
" Mengapa harus dibawa kesana Pak ...?" Tanya Abah kepada besannya
" Apakah Abah Lupa dengan masa lalu Putri saya dengan putra pertama Abah...?"
" Saya takut keadaan putri saya yang seperti ini bisa menimbulkan keretakan rumah tangga Nak Rohman dan istrinya.Coba Abah perhatikan bukankah selama putri saya ada disini Putra Abahlah yang paling perhatian .Dan lagi - lagi Nak Rohman yang menangkap tubuhnya ketika putri saya pingsan." Papa Ahmad menghela nafas
" Saya Sangat paham sekali apa yang dirasakan oleh istri Nak Rohman meski dia hanya diam saja." Ya Papa Ahmad adalah sosok seorang pria yang sangat peka terhadap keadaan dan perasaan seseorang
Daripada keadaan semakin kacau maka dengan terpaksa Abah dan Umi menyetujui permintaan Papa Ahmad.
Setelah Himma sadar Papa Ahmad dan Mama Humaira memutuskan untuk membawa Himma pergi dari kediaman Abah dan membawanya pulang kerumah Himma sendiri.Rumah yang tak begitu besar namun menyimpan banyak kenangan manis bersama suami dan anaknya.Rumah yang dijadikan mahar pernikahan mereka.Rumah itu adalah bukti cinta dari sang Suami untuknya.
__ADS_1
Melihat rumah beserta isinya itu semakin membuat himma sedih.
" Tak mungkin Suamiku meninggalkan aku begitu saja ...?" Lagi dan lagi tangisnya pecah.
" Sayang kamu harus sabar ya ,semua orang sedang berusaha mencari dimana suamimu saat ini.Berdoalah agar dia selalu mendapatkan perlindungan dari Alla." Mama Humaira memeluk Himma dia pun ikut menangis.
Dalam hati dia bertanya Kenapa anaknya yang baik hati ini mendapatkan cobaan yang bertubi-tubi disaat dia kehilangan anaknya, Suaminya juga menghilang hingga belum diketahui keberadaannya sampai saat ini.
Meskipun Gus Rokhim tak ada kabar tak ada yang mempunyai pikiran negatif terhadapnya.
Mereka percaya bahwa menghilangkannya Gus Rokhim bukanlah karena kesengajaan atau demi wanita lain.Mereka semua percaya jika pria itu saat ini memang dalam kesulitan.Bahkan himma sendiri pun tak ada fikiran semacam itu.kuat dalam hatinya jika sang suami tak akan pernah meninggalkan dirinya karena wanita lain.
__ADS_1
Himma yakin seyakin-yakinnya hanya dialah wanita yang sangat dicintai oleh sang suami.Mengingat betapa besar perjuangan pria itu demi dirinya dan bagaimana pula Gus Rokhim memperlakukannya selama ini.