Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 49 # RAJIN KERAMAS


__ADS_3

Saat ini Himma tengah membantu suaminya mengancingkan kemeja navy yang telah melekat di badan kekar itu.


" Mas boleh gak aku lanjut kuliah dan nyantri...?" Tanya himma pada suaminya yang masih sibuk memandangi istrinya ia sangat gemas dengan pemandangan di hadapannya ini.Himma semakin mempesona dengan handuk dikepalanya yang membungkus rambut hitam dan tebalnya itu.


" Mas....." Seru himma memanggil suaminya yang tak merespon pertanyaan dari mulutnya itu.


" Sekarang sayangku ini jadi rajin keramas ya..pagi ini aja udah dua kali keramas."Bukannya menjawab Gus Roy malah meledek himma.


" Aw ..sakit sayang." keluhnya manja saat himma mencubit pinggangnya.


" Aku rajin keramas juga karena mas." Kesal himma .


Gimana gak dua kali keramas coba.Tadi disepertiga malam ia bangun mandi junub untuk melaksanakan sholat malam dilanjutkan murojaah serta sholat subuh.Setelah subuh suaminya merengek untuk melanjutkan kegiatan panas semalam, Setelah adegan panas ba' da subuh berakhir bukankah harus mandi dan keramas lagi.


cup....cup....cup Gus Roy mengecup bibir himma berkali-kali karena gemas melihat bibir pink nan mungil itu mengerucut.


" ih....boleh gak aku lanjut kuliah dan nyantri...?'" himma mengulangi pertanyaannya

__ADS_1


" Tentu lah, tapi di sana ada abangku...aku takut kamu CLBK ." ucap Gus Roy memelas.


Himma langsung memeluk suaminya.


" Jangan khawatir, aku akan menjaga hatiku ini agar tak berpaling dari mas." kata himma menenangkan kekhawatiran lelaki baik hati itu.


" cie...dah pintar gombal sekarang ,siapa yang ngajarin ....? " Bukanya terharu Gus Roy malah menggoda himma


" ih....nyebelin mau aku cubit lagi...? " Ancam himma karena kesal selalu di goda oleh suaminya.


" Ampun sayang jangan cubitlah ,cium aja ya ...ya..." Ucap Gus Roy sambil menaikkan alisnya berkali kali


" Boleh sayang ...aku percaya kok sama kamu."


" Sana gih siap - siap , setelah itu kita kerumah Umi.Bukankah sejak menikah kita belum pernah ke sana....?"


" Dek himma sudah siapkan ketemu Bang Rohman....?" Tanya Gus Roy memastikan

__ADS_1


" Tentu " jawab himma mantap tak ada keraguan di wajahnya.karena nama Gus Rohman sudah ia kubur dalam-dalam supaya


Tak butuh waktu banyak untuk himma bersiap - siap karena ia hanya dandan sekedarnya saja.Hanya pelembab dan bedak tipis ia gunakan di pipi putih kemerahan itu, tak lupa ia poleskan lipgloss dengan warna senada dengan bibirnya yang mungil.


Setelah beberapa menit sampailah mereka di depan gerbang depan pesantren sekaligus rumah kediaman Abah dan Umi.


" siap ...? " tanya Gus Roy kepada himma


" iya lah siap ,emang kenapa....?" Tanya balik himma


" Takutnya kamu belum siap."


Himma merubah posisi duduknya menghadap ke samping dimana suaminya duduk di kursi kemudi.


" Mas ..suami ku sayang.Jangan ragukan aku ya...!" pinta himma Yakin.


" Iya istri ku sayang." Gus Roy meraih tangan himma lalu mengecupnya sekilas.

__ADS_1


Memang tak ada keraguan dalam hati himma .Ia tak peduli jika nanti ia akan bertemu Gus Rohman pria yang pernah singgah didalam hatinya itu.


" Ayo turun." Ajak himma.Tanganya meraih sebuah paperbag berwarna coklat yang ada logo sebuah Toko roti yang himma beli saat perjalanan menuju rumah mertuanya sebagai buah tangan. Tak enak rasanya jika ia datang kerumah mertua dengan tangan kosong .Yah itung - itung caper lah biar di anggap menantu yang di sayang mertua ( hehehe).


__ADS_2