
Cinta seorang ayah kepada anaknya berbeda.bukan dengan sentuhan seperti cinta seorang ibu ,bukan dengan kata - kata mesra namun ayah mencintai anak - anaknya dengan tindakan nyata.Ia memendam rasa cintanya membuktikan dengan kerja kerasnya.
Sosok Ahmad Huda adalah ayah yang bisa menjadi panutan bagi anak - anak nya.Sosok yang sangat sederhana meskipun dia termasuk orang terkaya di kotanya.Kesederhanaan itu juga menurun kepada ketiga anaknya, termasuk juga Himma meskipun terlahir dari keluarga kaya nyatanya Himma tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan sederhana seperti kedua orangtuanya.
Papa Ahmad Huda mencium puncak kepala putrinya.Setalah puas berpelukan kini giliran sang menantu menyalami dan memeluk sang mertua.Gus Roy memang sudah terbiasa seperti ini kepada Papa Huda sejak dulu saat dia masih menjadi mahasiswa makanya tak ada kecanggungan diantara mereka.
Papa mempersilahkan mereka masuk.Gus Rokhim sudah hafal seluk - beluk rumah ini hanya dua ruangan yang belum pernah ia masuki yaitu kamar utama dan juga kamar himma ,wanita yang sangat dia cintai itu.
" Mama kemana pa....?" tanya Himma dia sudah tak sabar bertemu dengan wanita yang telah melahirkannya itu.
" Mama masih dikamar ,ayo kita temui mama untuk memberikanya surprise, mama pasti sangat terkejut,dia pasti sangat bahagia kamu datang." Ajak Papa Huda kepada putri kesayangannya itu.
__ADS_1
" Mas aku mau temui mama dulu ya.Mas duduk saja disini jangan sungkan anggap rumah sendiri." Ucap Himma berpamitan kepada suaminya
" Tentu sayang ,suamimu itu sudah biasa kesini jadi dia tak mungkin lah sungkan.Biar dia cari minuman dan camilan sendiri.Dia sudah hafal tempatnya kok." Papa Huda memberi tahukan jika Gus Rokhim memang sering datang kerumah ini,jadi dia tau dimana dia bisa mengambil makanan dan minuman.
" Benar sayang jangan khawatir." tegas Gus Rokhim sambil mengusap lembut pipi Himma ,Himma tersenyum malu pada Papanya dan sang Papa hanya diam sambil menyebik,rasanya Papa Huda cemburu karena sekarang bukan dia tempat bermanja untuk Himma.
" Sudah ayo !" Papa Huda menarik Himma untuk menemui sang mama.
" Assalamualaikum mama....!" Himma mengucapkan salam sambil membuka pintu kamar dengan perlahan.Matanya sudah berkaca - kaca rasanya dia ingin menangis tapi bukan sedang bersedih,ini adalah tangis bahagia.Bahagia karena bisa bertemu dengan mamanya.Mama tempatnya berkeluh kesah.
Saat pintu kamar sudah terbuka himma melihat sosok mamanya sedang melipat pakaian.Himma semakin terisak dia segera berlari dan menubruk tubuh sang mama lalu memeluknya dengan sangat erat.
__ADS_1
" Mama ....hiks...hiks..hiks...Himma datang ma.Himma kangen banget sama mama." isaknya dalam pelukan sang mama.
" Mama juga kangen sayang ...." mereka saling memeluk dan sama - sama terisak.Papa yang melihat kejadian itu juga ikut menangis dan berhambur memeluk kedua wanita yang sangat dia sayangi.Selama setahun ini mereka hanya bisa berkomunikasi melalui telepon saja dan kini akhirnya mereka bisa saling memeluk melepaskan rindu.Papa Huda dan mama Humaira memang belum sempat mengunjungi Himma lagi karena peliknya masalah hubungan percintaan Putra pertama mereka Kara.Sehingga mereka mempercayakan Himma pada Gus Rokhim pria yang sudah mereka kenal lama dan mereka percaya karena ketulusan hati Gus Rokhim dalam mencintai Himma.
" Sudah ....sudah jangan menangis lagi dong.Bukankah seharusnya kita berbahagia.Memang mama gak mau menyambut menantu mama ....?" Papa Huda mengakhiri keharuan itu.
" Oh iya Mama sampai lupa ...dimana menantu mama....?" Mama pun ikut mengakhiri keharuan itu.Dia melepas pelukannya dan mengusap air mata yang sudah menganak sungai di pipinya dan juga mengusap air mata sang putri.Lalu mama menciumi wajah Himma.
" Roy....!' Panggil Kana dengan suara nyaring.Saat Kana pulang dari bekerja dia langsung menuju dapur untuk mengambil air minum.Namun betapa terkejutnya ketika tak sengaja dia melihat sosok seorang Pria yang sangat dia kenal duduk di ruang makan.
" Hey....kak...baru pulang..."Tanya Gus Roy pada sahabat yang kini telah menjadi kakak iparnya.
__ADS_1