
Pagi ini cuaca begitu terang langit tampak begitu terang.Meski waktu masih menunjukan pukul Enam pagi tapi matahari sudah menampakkan dirinya, sepertinya cuaca hari ini akan sangat panas tapi entah lah siapa yang bisa menebak cuaca sekarang ini.Kadang meski pagi begitu cerah agak siang sedikit akan turun hujan.Memang cuaca sekarang tidak bisa ditebak oleh kaum awam seperti kita.
Gus Rokhim mengajak istrinya untuk pulang sekarang.Karena mereka akan membutuhkan waktu lebih dari empat jam perjalanan apalagi keadaan Himma yang sedang mengandung saat ini,maka rencananya ketika himma merasa capek maka Gus Rokhim akan mengajaknya untuk beristirahat.
" Ma...Pa...Abang kita pamit ya...!" Kana berpamitan kepada keluarga Himma dengan mengulurkan tangan untuk bersalaman.
" Hati - hati Roy...ingat berhenti dan beristirahat lah jika himma merasa capek !" Pesan Papa Ahmad kepada menantunya.
" Iya Pa....." jawab Gus Rokhim
__ADS_1
" Himma jangan lupa kamu harus jaga kandungan mu dengan baik ,bilang pada suamimu jika butuh sesuatu." Mama pun memberi pesan kepada Himma.
" Iya Mama..." Himma masuk kedalam pelukan sang mama,papa Abang serta Kakak iparnya.
" Sebenarnya Himma masih pengen ngobrol sama kak Khusnul." Kata himma ketika dia memeluk gadis muda yang kini telah menjadi kakak iparnya itu.Setelah Khusnul menikah dengan Kana Himma sudah mulai membiasakan diri untuk memanggil gadis itu dengan sebutan kakak.
Khusnul hanya tersenyum,gadis itu bingung mau memanggil Himma seperti apa,rasanya aneh jika dia memanggil Himma dengan sebutan adik karena himma lebih tua darinya.
" Mulai sekarang kakak gak usah kirim uang ke aku,kakak udah punya tanggung jawab menafkahi Kak Khusnul, sedangkan aku sudah ada yang bertanggung jawab juga,lagian yang aku lebih kaya dari kak Kana.Aku punya rumah dan rumah sakit sendiri." Ucap Himma sedikit sombong.Padahal bukan itu maksudnya himma hanya bermaksud agar kakaknya itu berhenti memberinya uang.
__ADS_1
" Ya...ya...ya sombong amat sih adikku ini,mentang - mentang jadi istrinya Dokter pemilik rumah sakit." Timpal Kana
" Rumah sakit itu sudah bukan milik ku lagi bang,aku hanya pekerja nya saja." Jawab Gus Rokhim.
Ya memang benar kini semua aset milik Gus Rokhim sudah berubah menjadi atas nama Alliya nurfahimma ,Segala aset Gus Rokhim kecuali mobil digunakan untuk Mahar pernikahan olehnya setahun yang lalu.Masa itu dimana Himma sedang berjuang untuk sembuh dari sakit fisik dan batinya.Kala itu himma baru saja jatuh dari tangga pesantren dan hatinya pun sedang terluka lantaran cinta pertamanya menikah dengan sahabatnya sendiri.Sedangkan Gus Rokhim yang memang sudah mencintai Himma datang sebagai pengobat luka,tanpa pikir panjang dia melamar himma meski gadis itu masih dalam keadaan lumpuh dengan Membawa Mahar Rumah tempat tinggalnya dan Rumah sakit yang dia bangun dengan hasil jerih payahnya selama bertahun tahun.Setelah berjuang selama beberapa bulan akhirnya Himma dinyatakan sembuh dan bisa berjalan kembali berkat kesabaran dari Gus Rokhim,bukan hanya itu saja seiring berjalannya waktu Himma hari himma telah dipenuhi cinta untuknya.
" Baiklah hati - hati ya sayang, jangan lupa kabari Mama kalau sudah sampai!" pesan sang mama ketika mereka sudah masuk kedalam mobil dan bersiap untuk berangkat.
" Iya Mama , kami Pulang dulu, Assalamualaikum." Pamit Himma dan Gus Rokhim sambil melambaikan tangan kepada mereka yang masih berdiri di teras rumah
__ADS_1
Akhirnya mobil pun berjalan perlahan meninggalkan rumah dimana Himma dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya serat kedua kakak laki-lakinya.
Rumah penuh kasih sayang dan cinta warisan dari kakek dan nenek Himma yang berikan kepada Ayah Ahmad.Rumah besar tapi terkesan sederhana ala rumah kuno itu dirawat dengan baik tak banyak perubahan dari bentuk rumah itu hanya ada sedikit direnovasi tapi tidak merubah bentuk aslinya.