Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 55 #


__ADS_3

Persahabatan mereka kini kembali seperti biasanya ,tak ada lagi rasa canggung ataupun rasa tak enak hati karena cerita cinta yang rumit.Saat sedang asyik bercengkerama tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah menyaksikan mereka sebenarnya pemilik mata itu ingin sekali menghampiri mereka dan meminta maaf kepada salah satu dari dua sahabat itu namun ia urungkan karena tak ingin mengganggu kehangatan mereka.


Tapi entah karena apa himma menoleh tepat ekor matanya menangkap sesosok lelaki tampan yang pernah singgah di hatinya dan tanpa sengaja pernah menorehkan luka pada hati himma.


Deg....


Jantung Gus Rohman seakan copot saat tatapanya bertemu dengan wanita yang namanya masih bersemayam di dalam dadanya.


Seketika himma tersenyum dan segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain.Bukankah seharusnya memang kita harus menjaga pandangan kita....?


Hati Gus Rohman terasa berdesir, Ia menelan Saliva yang tiba-tiba terasa getir itu.Perasaan bersalah pada himma seakan mencekik lehernya.Gus Rohman benar - benar merasa bersalah pada himma ia yang meminta himma untuk menunggunya tapi ia juga yang meninggalkan wanita itu tanpa sepatah kata pun.Ya saat itu ia tak punya banyak waktu untuk menjelaskan semua ini . Gus Rohman pun tak tau jika orang tua nya telah meminang gadis lain untuk dinikahkan dengannya.


Saat ini ia pun bingung harus bersikap seperti apa didepan gadis mungil yang pernah ia gantung itu.Memang Gus Rohman belum tau jika saat ini Himma telah bahagia dengan ketulusan lelaki yang tak lain adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


Berbeda dengan Gus Roy yang merasa canggung ,himma justru bersikap biasa saja seolah tak pernah terjadi apapun di antara mereka.Meski tak dapat di pungkiri bahwa sekelebat rasa kecewa terlintas dalam dadanya Namun ia tak mau memperdalam dan mempemasalahkan apa yang pernah terjadi di antara mereka,biarlah semua berlalu selaras dengan takdir Allah.


" Mbak Ulfa , sepertinya Gus Rohman mencari mbak tuh..." Himma memberi tahu Ulfa jika ada Gus Rohman di ruangan lain.Himma memang sudah mengubah panggilannya kepada sahabatnya yang kini telah menjadi kakak iparnya juga,semua itu ia lakukan untuk menghormati tradisi keluarga meski mereka seumuran tapi Ulfa adalah istri dari kakak suaminya.


" Oh iya..." Ulfa berbalik dan tersenyum pada suaminya


Ada rasa tak enak berada ditengah mereka berdua ,Tapi sebisa mungkin Ulfa bersikap biasa saja.


" Kalo begitu aku cari Umi ya...!" Pamit himma pada Ulfa.


" Gus...kaget ya ada himma disini...?" Tanya Ulfa


"Kaget ,kenapa harus kaget....?" tanya Gus Rohman balik tapi ia sedikit gugup

__ADS_1


" Ya kan kalian pernah ada sesuatu." jawab Ulfa hati - hati.Ada sedikit rasa tak nyaman dihati Ulfa.Sepertinya Ia cemburu.Bayangkan istri mana yang tak cemburu saat suaminya bertemu dengan Mantan....?


" Maksudnya....?" tanya Gus Rohman terkejut .pasalnya ia tak pernah memberitahu Ulfa siapa gadis yang ia cintai.


"Aku udah tau semuanya Gus ,tapi jangan khawatir aku dan himma baik- baik saja.Himma sudah iklas dan aku juga bisa menerima keadaan ini.Bahkan himma sudah sembuh dari lukanya karena ketulusan adik Gus." Kata Ulfa memberi tahu bahwa dirinya dan Himma baik - baik saja.


" Adikku....?" Tanya Gus Rohman tak mengerti maksud Ulfa.


Ulfa menatap Gus Rohman,ia ingin memastikan jika lelaki itu juga tak tau jika himma sudah menjadi adik ipar perempuannya


" Iya...jangan bilang Gus tak tau jika himma jadi adik ipar Gus....?'" Ulfa bertanya dengan penasaran


" Hah...adik ipar ku...?" tanya Gus Rohman makin terkejut

__ADS_1


" hemm...." Ulfa mengangguk.


__ADS_2