
Gus Rokhim menepikan mobilnya didepan sebuah warung makan lesehan, dia merasa beruntung karena meski dari keluarga yang tak bisa dibilang biasa saja tapi karakter himma sangat sederhana dia bisa makan dimana pun tak perlu di restoran mewah bahkan himma paling suka kalau diajak makan ditempat merakyat seperti ini.Sama seperti saat ini dia pun tak protes meski diajak makan di warung lesehan sederhana seperti ini.
Gus Rokhim mengajak himma untuk duduk dilesehan didekat jendela besar yang memperlihatkan pemandangan hamparan sawah dengan padi yang sudah menguning yang sebentar lagi bisa dipanen oleh para petani.Dengan menikmati pemandangan didepan mata serta angin sepoi-sepoi membuat himma tersenyum bahagia.Apalagi ketika mereka sudah duduk sang suami segera meraih kedua kakinya lalu diletakkan diatas paha,dengan lembut suami tampan dan baik hatinya itu memijat kakinya bergantian kanan dan kiri.
" Capek Hmmm....?" Tanyanya masih dengan senyum menggoda,Himma hanya mengangguk sambil menikmati enaknya pijitan dari pria itu.
" Mau sarapan apa sayang....?" Kembali suara lembutnya sangat enak di dengar. Meski himma bukan tipe pemilih makanan Gus Rokhim masih bertanya menu apakah yang diinginkan oleh bumilnya itu.
" Nasi uduk aja deh mas." Jawab Himma
" Baiklah sayang tunggu disini ya aku mau pesan dulu, minumnya teh hangat saja ya." Lagi- lagi himma hanya Gus Rokhim bangkit menuju ketempat pemesanan makanan,maklumlah ini bukan sebuah restoran tapi hanya warung makan lesehan jadi kalau kita mau pesan bukan dilayani oleh pelayan tapi kita harus pergi ketempat pemesanan yang merangkap tempat pembayaran juga.
__ADS_1
Gus Rokhim memesan dua menu yang sama untuk nya dan untuk wanita yang masih asik memandang keluar melihat hamparan sawah yang ada tepat dibelakang warung ini.Selesai memesan Gus Rokhim berniat untuk kembali ketempat sang istri berada untuk menunggu makanan datang sambil ngobrol atau kembali memijit kedua kaki sang istri yang terbalut kaos kaki coklat serta legging hitam panjang yang menutupi bagian kakinya yang putih mulus itu.
" Roy.....!" Tiba - tiba sebuah suara seorang wanita menghentikan langkahnya.
Tampak seorang wanita dengan postur tinggi dan seksi meski wanita itu menggunakan hijab tapi dia menggunakan celana jeans yang ketat serta kemeja yang press body dan hijab yang ditalikan kebelakang sehingga lekuk tubuhnya masih terlihat jelas.Gus Rokhim menoleh memastikan jika suara itu adalah suara yang pernah dia kenal beberapa tahun yang lalu.
" Hai Roy ....apa kabar,sudah lama ya gak ketemu.Kamu tambah tampan deh." Ucap wanita itu dengan gaya centilnya.
" Wah seneng deh , ternyata kamu masih ingat sama aku." Gadis itu ingin merangkul tangan Gus Rokhim,tapi segera di tepis
" Maaf tolong jaga sikapmu Tania." Gus Rokhim memperingatkan.
__ADS_1
" Oh sorry....!" Kata wanita itu seolah menyesal.
Himma yang tadinya asik menikmati hamparan sawah, mengalihkan perhatiannya saat telinganya mendengar suara seorang perempuan memanggil nama suaminya.Dan dia pun segera bangkit dari duduknya saat melihat ada seorang wanita cantik dan seksi bertingkah centil kepada suaminya.Bukan tak percaya dengan pertahanan sang suami tapi sebagai istri himma sangat kesal melihat pemandangan itu.
" Siapa mas....?" Tanya Himma saat dia sudah berada didekat dua orang itu.
" Oh sayang,kenalkan ini Tania teman SMA ku.Tania kenalkan ini istri ku." Gus Rokhim bernafas lega saat himma datang.Lalu dia segera memperkenalkan himma kepada Tania.
" Oh kamu sudah menikah ya... sepertinya istri mu masih sangat muda ya...?" Dari logatnya Tania tengah mencibir himma saat melihat postur tubuh himma yang lebih pendek dari dirinya.
" Maaf Tania kami mau makan dulu ya... permisi." Dengan dingin Gus Rokhim berpamitan mau makan dengan istrinya tanpa berniat mengajaknya untuk ikut makan bersama,Gus Rokhim sangat kesal ketika wanita itu seolah sedang mencibir himma.
__ADS_1
Gus Rokhim melangkah meninggalkan Tania sambil menautkan jemarinya dengan jemari Himma.