Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 77.


__ADS_3

" Dan jika kamu menghitung nikmat Allah ( Yang dilimpahkannya kepada kamu) Tiadalah kamu dapat menghitungnya satu persatu.Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha mengasihani.( An Nahl 18)


" Dan ingatlah ketika Tuhanmu memberi tahu: Demi sesungguhnya jika Kamu selalu bersyukur Niscaya aku akan tambahkan nikmatku Kepada kamu dan demi sesungguhnya jika kamu kufur/ ingkar sesungguhnya azabku sungguh keras.( Ibrahim 7)


Sungguh nikmat Allah tak dapat kita hitung satu persatu,maka dari itu kita harus senantiasa selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat sehat,nikmat bahagia serta nikmat kesedihan karena disetiap kesedihan Allah telah menyiapkan beribu kebahagiaan yang tak terduga.


Himma dan Gus Rokhim tak henti-hentinya menangis saat melihat ada kehidupan didalam rahim himma.Tangisan itu bukanlah tangis kesedihan melainkan tangis kebahagiaan.


" Assalamualaikum Ayah bunda, Alhamdulillah aku sudah hadir di dalam rahim bunda." Ucap sang dokter saat ia melakukan USG pada perut himma seolah-olah itu adalah ucapan sang calon bayi yang ada dirahim himma.


" Lihatlah janin ini baru saja terbentuk,usianya sudah memasuki sembilan Minggu."Dokter menjelaskan gambar hasil USG yang ditampilkan dilayar monitor.


"Alhamdulillah." Ucapan syukur tak henti - hentinya terucap dari bibir pasangan yang sedang bahagia dan baru saja dikaruniai belahan jiwa meski masih berbentuk janin.

__ADS_1


Sungguh Nikmat mana lagi yang kau dustai.Himma di karuniai tubuh yang sehat , dikelilingi orang-orang yang menyayanginya, diberikan pasangan yang luar biasa,dan sekarang dia diberikan karunia luar biasa,ada kehidupan didalam tubuhnya.


" Sayang,kamu bahagia...?" Gus Rokhim membelai pipi Himma dengan sayang ,sama seperti Himma tak henti - hentinya dia mengungkapkan syukur kepada Allah.


" Sangat ,sangat bahagia mas." Jawab Himma sambil terisak


" Ehm..." dokter Gania mengakhiri acara tangis mereka


" Ini resepnya bisa ditebus di apotik depan dan jangan lupa periksa dengan rutin setiap bulannya."


" Terima kasih dokter kalau begitu kami permisi.Assalamualaikum ." Pamit mereka berdua.


Tentu saja kabar bahagia itu disambut dengan suka cita oleh keluarganya himma bahkan mama langsung mentransfer sejumlah uang ke salah satu pantai asuhan sebagai bentuk rasa syukurnya karena himma dinyatakan positif mengandung cucunya.Sedangkan dirumahnya diadakan syukuran dengan mengundang para tetangga dan kerabat yang ada di kota ini.Tak lupa Mama juga mengundang besan dan keluarga besan agar mereka bisa hadir dalam acara tasyakuran kali ini, meskipun rumah mereka berada agak jauh diluar kota.

__ADS_1


Dalam persiapan acara tasyakuran ini Mama melarang himma untuk ikut serta.Ya Mama ingin putrinya itu istirahat total.Bahkan Mama tak mengijinkan himma mengeluarkan sepersen pun biayanya.


" Mau makan sayang...?" Tanya Gus Rokhim kepada Himma setelah selesai murojaah.Ya Gus Rokhim juga selalu menemani sang istri untuk murojaah hafalan Al-Qur'an,selain itu kadang mereka bergantian murojaah.Gus Rokhim juga seorang Hafidz Al- Qur'an sehingga mereka bisa diskusi tentang Al- Qur'an berdua.


" Kayaknya aku ingin makan cireng deh mas,kita keluar yuk cari cireng sambil jalan - jalan.!" Ajak Himma sambil melepaskan mukena yang dari tadi dia pakai.Gus Rokhim meraih mukena itu dan membantu melipatnya.


" Oke kita jalan ,tapi janji jika capek kamu harus bilang ya ,jangan diam saja." Pesan Gus Rokhim pada istrinya lalu meraih tubuh sang istri untuk di peluknya.


" I Love you so much my wife!" bisiknya ditelinga himma.


" I love you more My husband.Thank you for everything you do to me." Himma menjawab ungkapan cinta dari sang suami dan mempererat pelukannya.


Kehidupan rumah tangga mereka dibangun diatas cinta dengan saling memberi dan menerima.Saling percaya dan setia dan saling mendukung satu sama lainnya.

__ADS_1


__ADS_2