
Himma terbangun dari tidur lelapnya karena merasakan perutnya tak nyaman.
Pandangan pertama yang ada didepan matanya adalah suaminya yang terlihat sangat lelap.Sepertinya Gus Rokhim sudah mandi setelah melakukan penyatuan sedangkan dirinya langsung tertidur setelah berwudhu.
Di pandangannya wajah tampan yang selalu membuatnya nyaman.Himma tersenyum,lagi himma sangat bersyukur menjadi istri dari pria ini.Pria baik hati yang selalu sabar dan penuh cinta.
" Awh...." rintihannya yang membuat Gus Rokhim terbangun.
" Sayang ada apa...?" Tanyanya khawatir
" Gak tau nih mas perutku sedikit sakit." Jawab Himma sambil mengusap bagian perutnya.
__ADS_1
Gus Rokhim segera bangun dan mengusap lembut perut himma yang sedikit membesar karena ada janin buah cinta mereka berdua.Meski matanya sangat mengantuk sebisa mungkin Gus Rokhim menahannya
" Sayang ku, calon anakku ayah bacakan sholawat ya ,supaya kamu tenang ." Gus Rokhim berbicara dengan perut Himma seolah calon anaknya itu dapat mendengarkan ucapanya.Gus Rokhim pun bersholawat sambil mengusap perut himma dengan lembut.
Seolah janin itu paham dengan apa yang dibisikkan oleh ayahnya, perlahan rasa tak nyaman diperutnya menghilang.
" Udah enakan mas,kayaknya anak kita memang butuh perhatian dari mu mas." Kata himma
Pria itu hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan istrinya sambil meneruskan kegiatannya mengusap calon buah hati mereka yang ada didalam rahim sang istri.Saking merdunya suara Gus Rokhim bersholawat hingga membuat mata Himma kembali terlelap.
Pria berusia dua puluh Enam tahun itu menggelar sajadah untuk menunaikan shalat malam.Selesai sholat dia menengadahkan kedua tangannya memohon Ampunan serta memohon kebaikan dan kebahagiaan dunia akhirat.Tak lupa Gus Rokhim berdoa untuk himma dan calon buah hati mereka yang masih ada didalam perut himma.
__ADS_1
" Ya Allah jagalah anakku selama dia ada didalam perut istriku,sehatkan lah ia, sesungguhnya Engkau yang maha menyehatkan.Tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari Mu.Kesehatan yang tak terganggu penyakit."
Setelah melaksanakan sholat malam Gus Rokhim berdiri lalu menghampiri himma sang sedang asik bermimpi.Entah sedang bermimpi indah apa istrinya itu sehingga dia tersenyum dalam tidurnya.
Gus Rokhim mencintai kening Himma lalu ciuman itu berpindah pada perutnya sambil membisikkan doa agar si jabang bayi ikut tenang didalam rahim.
Kini membisikkan sebuah dosa dan mengajak ngobrol calon buah hatinya menjadi rutinitas baru bagi Gus Rokhim,dia benar benar menikmati saat - saat seperti ini.Baik dalam keadaan Himma sadar atau pun terlelap.
Hari begitu cepat berganti malam pun berganti pagi , seperti orang - orang pada umumnya pagi ini himma sedang berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan dibantu oleh sang suami.Mereka berdua kompak membuat sarapan bersama.Bukan menu mewah tapi menu sederhana dan sehat,hanya Nasi ,sayur SOP ,tampe goreng dan udang Krispy menu yang mereka buat untuk sarapan hari ini.
" Sayang aku cuci peralatan masak itu dulu ya.kalau sayurnya sudah masak nanti aku yang tata di meja makan." Ucap Gus Rokhim
__ADS_1
Ya Gus Rokhim selalu membantu Himma mengerjakan pekerjaan rumah tangga.Mulai dari mencuci baju sekalian menjemur,menyapu Sampai mengepel,lalu mencuci peralatan masak dan peralatan makan semua Gus Rokhim yang mengerjakan bahkan dia masih membantu Himma memasak.Dan sore harinya setelah pulang dari rumah sakit dan menjemput istrinya di pesantren pria ini akan mengangkat jemuran sekalian disetrika.Gus Rokhim tak mengijinkan istrinya itu mengerjakan pekerjaan rumah selain memasak.
Dapat suami macam Gus Rokhim merupakan karunia Allah yang luar biasa bahkan didunia ini mungkin seribu satu lelaki yang bisa seperti itu.