
Akhirnya sore ini himma jalan - jalan ditemani sang suami.Gus Rokhim benar - benar memanjakan himma sore ini,dia menuruti apapun permintaan sang istri.
membeli cireng, jasuke ,dan Sempol serta es Doger adalah tujuan himma.Dia benar - benar menikmati makanan khas pinggir jalan itu.Gus Rokhim sangat tersenyum senang saat keinginan sang istri bukan lah hal yang mahal.Hanya jalan - jalan dipinggir jalan seperti ini saja dia sudah bahagia.
" Mas aku pengen liburan ke pantai." Tiba - tiba himma merengek meminta liburan ke pantai padahal selama ini dia tak pernah mempunyai keinginan semacam ini.
" Baiklah sayang kamu mau ke pantai mana...?" tanya Gus Rokhim menghapus noda saos dibibir sang istri.
" Gimana kalo kita liburan ke Bali...?" tanya Gus Rokhim lagi
" Gak mau ke Bali ah,disana banyak bule gak pakek baju,aku malu.!" Himma menolak tawaran suaminya untuk liburan ke Bali
" loh mereka yang gak pakek baju kok kamu yang malu sayang...?" Tanya Gus Rokhim
" Ya kan aku juga perempuan mas jadi kayak gimana gitu...risih aja bayangin kalo yang di liat banyak orang itu adalah aku." Himma bergidik merasa risih membayangkan semua itu.
" Kamu ini sayang ,kenapa harus membayangkan hal Macam itu.Tapi aku bangga sama kamu karena hanya aku yang bisa dengan leluasa memandang tubuh kamu." Goda Gus Rokhim pada Himma.Pipi himma memerah dia sangat malu mendengar ucapan suaminya.
__ADS_1
" Kenapa merah pipinya hmm.Malu ya ...?" Gus Rokhim semakin menggoda himma
" Mas ih...aku kan tambah malu." Himma menutupi wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus dengan kedua telapak tangannya.
" Kamu makin imut deh sayang....aku jadi semakin cinta." Gus Rokhim membuka kedua tangan himma yang sedang menutupi wajahnya.
" Udah ah jangan godain aku terus. nanti aku gak jadi makan." Himma merajuk
" iya sayangku I love you." Gus Rokhim malah menciumi telapak tangan himma
Kemesraan mereka ini rupanya dilihat oleh Khusnul yang sedang menunggu pesanan Boba yang tak jauh dari tempat Gus Rokhim dan Himma.Melihat himma dan Gus Rokhim bermesraan seperti itu Khusnul mengkerut kan dahinya.Karena ingin tau banyak hal tentang mereka maka tanpa ragu Khusnul segera menghampiri mereka.
" Hai Khusnul,kamu disini Kabarku Alhamdulillah baik." Himma menjawab pertanyaan Khusnul dan mereka saling berjabat tangan.
" Oh ya kenalin ini suami aku,namanya Rokhim tapi biasa di panggil Roy." Himma memperkenalkan suaminya kepada Khusnul
" Hai...." sapa Gus Rokhim tanpa menjabat tangan Khusnul
__ADS_1
" Suami...?" tanya Khusnul
" lalu dokter Kana...?" tanya Khusnul ragu - ragu
" Oh kamu kenal sama kak Kana,dia kakak kandung aku." Himma menjelaskan jika Kana adalah Kakaknya.
" Oh jadi dokter Kana itu kakaknya kak himma aku pikir dia..." Khusnul tak melanjutkan perkataannya
" Kamu pikir dia selingkuhan aku...?" jawab Himma dengan tertawa
" iya...!' Khusnul tersenyum kecut.
" Aku pikir malah dokter Kana suami kak himma ." batin Khusnul merasa senang sekali ternyata mereka adalah saudara,jadi dia membatalkan niatnya untuk mundur Alon Alon.Kini tekadnya sudah bulat dia akan maju gas pol karena ternyata pria pujaanya itu masih single belum punya pasangan yang sah.Kalo pun Kana punya kekasih dia akan tetap maju selama janur kuning belum melengkung.Maju terus pantang mundur.
" Alhamdulillah... terimakasih Ya Tuhan , terimakasih ternyata kak himma adalah adik dari dokter Kana." Khusnul tak sadar dengan ucapannya itu sehingga membuat himma dan suaminya heran mereka saling memandang dan menggeleng bersamaan
" Khusnul kenal sama kak Kana...?" tanya Himma menyadarkan Khusnul.Khusnul melotot dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat.lalu nyengir dan mengangguk.
__ADS_1
Himma dan Gus Rokhim terkekeh melihat kelakuan gadis didepannya itu.