
Hari ini rencananya Gus Rokhim akan mengajak himma ke rumah sakit untuk diperkenalkan kepada para staf maupun dokter yang bekerja di Rumah sakit miliknya yang kini sudah diatas namakan kepada Himma.Rumah sakit ini adalah bukti dari cinta nya kepada perempuan pertama yang berhasil masuk kedalam relung hatinya yang paling dalam.
Gus Rokhim tak peduli jika dia akan kehilangan segalanya karena yang dia pedulikan adalah bagaimana caranya bisa melindungi wanita itu, mengobati luka hati dan fisiknya.
" Mari nyonya ...!" Gus Rokhim mengulurkan tangannya untuk membantu Himma turun dari dalam mobil.Himma menerima uluran tangan dari suatu itu lalu bergerak turun.
" Terima kasih Tuan...!"Mereka pun saling tertawa meskipun receh nyatanya candaan mereka menjadi kesenangan tersendiri untuk saling menghangatkan suasana.
Gus Rokhim menautkan jari - jarinya diselaraskan jemari Himma.Berjalan beriringan menyusuri lorong - lorong rumah sakit sebagai bukti cintanya kepada sang istri dengan senyum yang selalu mengembang di sudut bibir mereka.
jika taj mahal dibangun karena cinta dari Raja Mughal kepada Mumtaz Mahal,maka Rumah sakit ini di persembahkan Gus Rokhim kepada wanita yang sangat dia cintai untuk meyakinkan bahwa cintanya kepada Himma adalah kesungguhan.
__ADS_1
Gus Rokhim membawa Himma menuju ruangannya sebagai pimpinan di rumah sakit ini.Ruangan yang berada dilantai dua.Ya rumah sakit ini hanya terdiri dari dua lantai mereka menaiki tangga memang tak ada lift disini karena rumah sakit ini bukanlah rumah sakit besar.
" Ayo masuk sayang....!"
Ruangan dengan nuansa putih dan coklat ini tidak terlalu besar tapi kelihatannya sangat nyaman.Ada sebuah jendela kayu yang panjang dan besar ,jika jendela itu dibuka pemandangan yang dapat kita lihat adalah persawahan warga sekitar serta pohon - pohon pisang di tepian sawah ada beberapa gubuk terlihat di tengah sawah.Karena mereka bukan tinggal dikota besar melainkan di kota kecil yang berbatasan langsung dengan pedesaan.Sehingga hamparan sawah semacam ini tidak asing dalam bagi mata mereka.
" Duduk sini , sebentar lagi kita mau apel dulu sebelum mulai aktivitas." Gus Rokhim memberitahu himma jika setiap hari Senin semua dokter maupun staf rumah sakit akan melakukan apel terlebih dahulu tepat jam delapan.
Terdengar bisik - bisik keheranan dari para staf rumah sakit pasalnya mereka tak pernah mendengar ada perubahan pemilik.Mereka bertanya - tanya apakah rumah sakit ini telah dijual atau bagaimana....?
Mendengar bisik - bisik dari stafnya Gus Rokhim kembali berkata.
__ADS_1
" Bapak / ibu semuanya, Atas nama rumah sakit ini memang sudah berganti nama tapi saya tetap menjadi direktur disini.Dan sambutlah Atasan kita " Nyonya Ahmad Rokhim Assyarif ,atau biasa di panggil Ibu Himma Dan nama lengkapnya adalah Allya Nurfahimma."Gus menjemput Himma yang berdiri di tak jauh dari posisi Gus Rokhim.
" Perkenalkan dia adalah Atasan baru kita , sekali Gus istri saya." Setelah sampai di tempat semula Gus Rokhim memperkenalkan Himma didepan para staf rumah sakit.
Semua mata tertuju kepada sepasang suami istri yang ada di depan mereka ,para staf merasa kecewa bahkan para gadis pasalnya mereka sedang patah hati karena pria incaran mereka ternyata sudah menikah.
" Ada yang mau disampaikan sayang." Tanya Gus Rokhim,sambil menyerahkan microfon yang di pegangnya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wa barrakatuh.Selamat pagi , Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu disini dalam keadaan sehat.Salam kenal semuanya saya Adalah istri dari Dokter Rokhim,Saya terbiasa di panggil Himma."
" Sekian perkenalan dari saya , terimakasih, wassalamu'alaikum." Hanya perkenalan singkat bukan perkenalan panjang secara formal.
__ADS_1