Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 115


__ADS_3

" Ehm...." Seorang wanita yang tengah berdiri di belakang Kana berdehem.


Deheman itu membuat acara pelukan kakak beradik yang sudah lama tak bertemu itu pun terlepas.


" Honey ,She is My little sister, Himma ." Kara memperkenalkan Himma kepada istrinya.


" Hello Himma ,Nice to meet you." Sapa Maria kepada Himma.


" Hello,nice to meet you, welcome to My Home." Jawab Himma sambil menjabat tangan Maria.


Maria pun memeluk Himma dengan erat ,dia sangat senang pasalnya keluarga Suaminya ini sangatlah ramah meski mereka belum pernah bertemu.


"Di mana bayimu Himma ,aku mau melihatnya..?" Maria menanyakan dimana keberadaan putra himma dengan logat bulenya.


Ya Maria adalah Istri dari Arkara kembaran Kana yang bekerja di Singapura, Maria adalah warga Singapura akan tetapi dia adalah keturunan Italia dan Indonesia.


"Oh ayo masuk, suamiku sedang mandi." Himma menggandeng Kakak iparnya itu masuk kedalam kamar dan melihat sang bayi.


"Honey kita bawa keluar saja baby nya." Kara merasa tak enak berada didalam kamar Himma meski himma adalah adiknya sendiri.


" Boleh ...?" Maria bertanya kepada Himma

__ADS_1


" Tentu saja boleh." Himma pun mengijinkan Kara dan Maria membawa Baby Akmal dibawa keluar.


" Oh iya ,kita punya Hadiah buat si baby," kata Kara sambil menyerahkan sebuah paper bag besar yang sejak tadi di pegang nya kepada Himma.


Himma menerimanya " Makasih Kak." Ucapnya berterima kasih kepada pasangan kakak dan kakak iparnya.


Setelah itu Kara dan Maria pun membawa baby Akmal keluar kamar.


Sementara Himma menyisir rambutnya yang panjang di depan cermin.


Greb...


" Mas sudah berhari-hari aku belum keramas loh." Kata Himma, memang Himma belum keramas sejak dia melahirkan.


" Pantes Bau asem." Goda Gus Rokhim


" Biarin asem - asem gini cinta kan." Himma balas menggoda suaminya itu.


" Cinta pakai banget." Jawab Gus Rokhim sambil membalik posisi himma Lalu mengangkat tubuh istrinya ke atas meja rias.


" Sayang terimakasih atas perjuangan kamu,maafkan aku jika malam itu aku tak bisa menjagamu.Maaf.Kau adalah wanita yang sangat hebat.Aku tak habis pikir sayang, bagaimana bisa kamu menyetir sendiri kerumah sakit dalam keadaan seperti itu.Kamu kesakitan,air ketuban juga sudah pecah.Sayang aku tak bisa berkata apapun selain maaf dan terima kasih." Mata Gus Rokhim berkaca - kaca mengikuti kejadian saat himma akan melahirkan.

__ADS_1


" Karena keyakinan mas." Himma menjawab dengan singkat


Ya waktu itu hanya keyakinan yang membuat Himma nekat pergi kerumah sakit sendiri meskipun dia sudah sangat kesakitan.


Gus Rokhim membelai rambut himma lalu mengecup kening,turun ke pipi dan terakhir mengecup bibir tipis itu.


Himma tak tinggal diam,di kalungkan kedua tangannya dileher sang suami.


Mereka saling ******* dan menyesap rasa manis dari kedua bibir itu.


Setelah beberapa saat himma mendorong tubuh suaminya itu hingga ciuman mereka terlepas.


" Mas aku takut kelewatan, aku masih nifas loh."Kata himma


" Oh iya sayang ,aku harus puasa dulu ya." Jawab Gus Rokhim lesu.


Himma hanya terkekeh melihat reaksi Suaminya itu.


" Di luar ada kak Kara mas.Dia baru saja datang bersama istrinya." Himma memberitahu Suaminya


" Benarkah ada Kara...?" Gus Rokhim memastikan.Himma hanya mengangguk lalu menarik tangan Gus Rokhim untuk keluar dari kamar.

__ADS_1


__ADS_2