
ASSALAMUALAIKUM
TERIMA KASIH SAYA UCAPKAN UNTUK PARA READERS TERCINTA
KARENA SUDAH SETIA MENUNGGU KISAH HIMMA DAN GUS ROKHIM
DAN TERIMAKASIH SUDAH MENDUKUNG KARYA PERTAMA KU INI
MOHON MAAF APABILA BANYAK KATA ATAUPUN PENULISAN YANG SALAH MAKLUMLAH INI KARYA OTHOR YANG PERTAMA.
MAU CURHAT BOLEH....?
TAU GAK PAS NULIS DI BEBERAPA BAB INI OTHOR NULISNYA SAMBIL NANGIS,NYESEK SOALNYA ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ .
**********
Mendengar cerita dari Papa Ahmad membuat Gus Rokhim tergugu merasa bersalah atas semua ini . Dirinya yang seharusnya ada disamping istri dan anaknya saat itu malah menghilang tanpa kabar.
" Maaf kan aku." lirihnya
tak tau kata maaf itu harus dia ucapkan kepada siapa. Sejak awal dirinyalah yang bersalah karena menganggap remeh demam yang dialami oleh putranya,lalu membiarkan Himma berangkat kerumah sakit sendirian setelah itu dia tak tau lagi dengan apa yang terjadi.
" Sudahlah tak ada yang bersalah disini Roy, yang harus kita lakukan sekarang adalah membuat himma sembuh apapun itu caranya.Sebenarnya Papa sudah pernah mencoba membawa Himma ke psikiater tetapi himma menolak untuk diobati, dia merasa dirinya baik - baik saja dia mengatakan jika dia tidak gila.Papa benar - benar tak kuat Roy bila melindungi kondisi Himma yang seperti ini." Jelas Papa Ahmad
" Maafkan aku pa, aku merasa menjadi suami serta ayah yang gagal.Semua ini adalah salahku pa." ucap Gus Rokhim sambil terisak.
__ADS_1
" Lalu kemana saja kau salama ini Roy , Sebenarnya papa ingin menghajar mu tadi tapi karena ada himma disana papa jadi mengurung kan niat Papa itu." Yah tadi papa Ahmad sempat emosi ketika melihat Gus Rokhim datang tapi karena himma dia pun menahan emosinya yang sudah naik ke ubun-ubun.
" Maaf pa beberapa hari ini aku...."
Bugh....bugh...bugh....
Belum sempat Gus Rokhim menjelaskan apa yang terjadi dengannya beberapa hari ini , Gus Rohman yang baru saja datang bersama dengan Abah ,umi serta istrinya langsung melayangkan beberapa Bogeman kepada adiknya itu.
" Sini kau." Gus Rohman menyeret Gus Rokhim
" Laki - laki tak bertanggungjawab jawab, jika kau sudah tak mencintai istri dan anak mu, jangan begini caranya Roy."
Bugh
" Kau puas....?" Gus Rohman mengeluarkan emosinya dengan menghajar adiknya
" Man hentikan!" Teriak Abah
" Biar ,biar bah biar dia merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh dek Himma." Ucap Gus Rohman berapi - api.
" Stop hentikan ,jangan diteruskan Gus ,aku mohon lepaskan suamiku." Teriak himma yang ternyata telah sadar dari pingsannya
Gus Rohman melepaskan cengkraman tangannya dikerah baju Gus Rokhim.
Himma berlari menghampiri Gus Rokhim yang tersungkur dilantai.
__ADS_1
" Mas ,mana yang sakit mas ." Himma menangis dipelukan suaminya
" Tidak ada yang sakit sayang ,mas baik - baik saja.Maafkan mas ya ,mas salah ,mas gak ada buat kamu disaat kamu sangat membutuhkan mas disana.Maaf , maafkan mas sayang." Gus Rokhim memeluk Himma dengan sangat erat.
" Jangan tinggalkan aku mas " Isak himma.
Mereka berpelukan cukup lama ,lalu Gus Rokhim melepaskan pelukannya mengangkat wajah Himma yang masih menunduk hingga mata mereka saling bertatapan.
Sakit sungguh sakit melihat mata itu begitu sayu dan menyimpan banyak kesedihan.
" sayang,maukah kamu memaafkan mas Hmmm?" Tanya Gus Rokhim tulus dari dalam lubuk hatinya
Himma mengangguk,tentu saja himma memaafkan pria itu,karena himma pun tak pernah menyalahkan suaminya.Dia sungguh tau jika menghilangnya Gus Rokhim bukan karena ingin lari dari tanggung jawab,sejak awal himma merasa bahwa suaminya itu juga dalam kesulitan.
" Aku tau mas gak akan pergi karena sudah tak mencintai aku lagi ,aku tau mas pasti dalam kesulitan juga.Dan aku sangat takut jika mas pulang tinggal nama."
" Tapi sekarang aku sungguh sangat bersyukur karena mas kembali.Aku berterima kasih kepada siapa yang membawa mas kembali pulang." Ucap Himma
Mendengar ucapan himma itu Papa dan Mama apalagi Gus Rokhim merasa senang.Akhirnya himma yang mereka sayangi kembali.
Yah tanpa mereka duga himma kembali normal setelah beberapa hari mentalnya terganggu.
". Alhamdulillah.". syukur mereka
" Sayang,aku sangat mencintaimu." Gus Rokhim mengecup kening Himma dengan air mata berlinang membasahi pipinya.
__ADS_1