
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
" Assalamualaikum wr. wb. "
" Walaikumsalam wr. wb. "
" Terimakasih kesidiannya bapak bapak, ibu, mas mbak sekalian dalam menghadiri acara lamaran keponakan saya. Izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Rudi adik dari Mas Rahmat sebagai pemilik rumah sekaligus ayah dari Ijah. Dalam kesempatan yang berbahagia ini kita dilimpahi karunia serta nikmat sehingga dapat berkumpul dalam keadaan sehat. Sekiranya saya langsung saja masuk dalam inti acara siang hari ini ingin mengetahui maksut dan tujuan dari keluarga Mas Yadi berkunjung ke pondok kakak saya ini ?"
" Terimakasih Mas Rudy, perkenalkan nama saya Burhan saya adik dari Mbak Darmi, saya disini menjadi wakil keluarga Mas Yadi. Kami datang kesini dengan maksut dan tujuan yang insyaallah akan membawa kebahagian untuk kedua belah pihak keluarga. Karena tidak lain dan tidak bukan kedatangan kami disini ingin meminta atau melamar putri Mas Rahmat "
Sejenak keadan hening, suasana yang semula agak riuh langsung tenang dalam sekejap.
" Alhamdulillah Mas Burhan ternyata niatan yang sangat baik, baiklah kalau begitu saya akan menanyakan kepada kakak saya tentang niatan baik dari keluarga Mas Yudi ini.
Semua orang menatap ke arah Pak Rahmat yang kala itu memakai kemeja batik bermotif Kawung. Tubuh tuanya tampak tidak setebal dulu dan kulitnya yang menghitam tidak mengurangi ketampanan laki - laki paruh baya itu.
" Assalamualaikum, terimakasih bapak, ibu, mas, mbak sudah hadir dalam acara yang penting bagi keluarga kami. Terimakasih Mas Yudi sudah mempunyai niatan untuk meminta putri saya untuk pendamping putra sampean. Untuk urusan diterima tidaknya semua saya serahkan pada putri saya, karena dia yang akan menjalani ikatan suci ini. Saya sebagai orang tua hanya bisa memberi restu bukan begitu bapak, ibu, mas, mbak. "
Tari tampak masuk ruang tamu dengan diapit Ibu dan Bulik Yuli istri dari Pak Lik Yudi. Semua mata tertuju pada gadis mungil itu, wajahnya nampak cantik sekali dengan kebaya warna pink itu. Lain sekali dengan penampilannya pada hari biasa yang selalu memakai gamis serta kerudung panjangnya.
Kemudian Tari duduk disebelah ayahnya, ditemani pula ibunya.
Setelah itu, nampak layar LCD yang terpasang di dinding menyala. Setelahnya nampak Pandu dengan kemeja batik yang senada dengan rok yang dipakai oleh Tari, wajahnya berbinar karena ini hari - hari yang ditunggunya. Karena dia tidak dapat hadir jadi dia merasa perlu melakukan acara lamaran ini via Vidio call, baginya meminta sendiri dan di wakilkan akan beda rasanya. Makanya dia merencanakan acara seperti ini. ( jadi sekarang lamaran pun via online, bukan hanya sekolah saja. Semoga semua ini segera berakhir ya Mak, kembali hidup normal sesuai protokol kesehatan yang ada. 🤗🤗🥰🥰)
__ADS_1
" Assalamualaikum, terimakasih semua telah hadir dalam acara ini maaf saya sebagai pemilik hajat ini malah tidak bisa hadir. Pekerjaan yang menuntut seperti ini mau bagaimana lagi karena saya akan menghidupi putri orang hehehehe. Baiklah saya disini ingin langsung pada inti dari acara ini"
Tari tampak tertunduk, entah mengapa suasana saat ini begitu mengharukan baginya.
" Bapak Rahmat, saya Pandu Aji Bramantyo ingin melamar putri bapak. Saya ingin menjadikannya satu - satunya bidadari yang bertahta dalam hati saya. Menjadikannya permaisuri dalam istana yang kami bangun kelak. Mungkin saat ini saya tidak memiliki sesuatu yang saya banggakan tapi insyaallah dengan adanya Tari disamping saya akan menyempurnakan kekurangan saya dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Jujur saya sudah menunggunya selama 7 tahun, selama itu pula saya meyakini bahwa bapak tidak akan meragukan perasaan saya. Insyaallah saya akan berusaha membahagiakan putri bapak dengan segenap kemampuan yang saya punya. Sekiranya sudikah bapak memberikan putri bapak untuk menjadi pendamping hidup saya ? "
" Walaikumsalam nak Pandu, Saya berterimakasih kepada nak Pandu karena sudah memiliki niatan baik dengan putri bapak. Bapak hanyalah orang tua yang akan selalu merestui dan meridhoi apapun yang dilakukan anaknya asalkan itu bisa membuatnya bahagia, bukan begitu bapak ibu ? Karena tujuan hidup setiap orang tua adalah melihat anaknya hidup bahagia dengan seseorang pilihannya. Saya berharap sebagai lelaki nak Pandu mampu menjadi pemimpin, pelindung, pengayom bagi putri bapak. Bimbinglah dia dalam menjalani rumah tangga kalian, tutupi semua kekurangan yang dia miliki dengan kelebihan yang nak Pandu miliki dan sebaliknya. Serta jangan biarkan setetes pun air matanya jatuh karena kesedihan karena dia satu - satunya yang berharga dalam hidup kami."
" Insyaallah pak, saya akan menjaga benar - benar putri bapak karena saya mencintainya dengan segenap jiwa dan raga saya"
Suasana hening ini berubah menjadi keadan yang baru, isakan kecil pun terdengar bukan hanya dari Tari saja tapi dari beberapa sanak keluarga yang datang. Kemudian sekarang giliran Pandu meminta secara langsung kepada Tari untuk menjadi istrinya.
" Untuk mu, Adek Nyimas Khodijah Bramastari bersediakah engkau menjadi bagian dari tulang rusuk ku. Menjadi satu - satunya yang bertahta dalam hati ini ?. Menjadi ibu dari anak - anak ku ? Melengkapi segala kekurangan ku ? Tiada hal indah yang bisa mas janjikan pada adek, tapi insyaallah atas izin Allah Dengan hadirnya adek dalam hidup mas akan membawa hal indah dalam kehidupan kita berdua."
" insyaallah saya bersedia mas, jadilah imam dalam setiap hal dalam hidup Ijah. Dan pimpinan bahtera rumah tangga ini menuju jannahnya " jawab Tari dengan tegas seraya menahan tangis.
Kemudian prosesi tukar cincin dilakukan, Bu Darmi menyematkan cincin dijari manis Tari kemudian memeluk dan menciumnya. Karena Pandu tidak sedang hadir jadi cincin untuk Pandu hanya diserahkan saja dari Bu Fatma ke Bu Darmi sebagai simbolis.
" Alhamdulillah akhirnya ibuk punya anak gadis, yang cantik serta Sholeha sepertimu nduk "
" Terimakasih Bude, sudah menerima Ijah "
" Bude yang terimakasih, karena sampean sudah menerima Pandu, jadikan dia sebagai sandaran mu nduk dalam segala hal. Terimalah segala kekurangan dan kelebihannya, peringatkan dia jikalau dia berada dalam suatu hal yang salah "
__ADS_1
" Insyaallah bude"
Kemudian hantaran lamaran yang semula berada diteras dengan segera dimasukkan dalam ruang tamu, yang membuat ruangan sempit itu terlihat bertambah sempit. Begitu banyak hantaran yang dibawa dari keluarga Pandu mulai keperluan pribadi Tari sampai berupa makanan tradisional tentu dengan jaddah (makanan dari beras ketan dengan kelapa parut yang dihaluskan) yang bermakna agar si calon pengantin lengket seperti jaddah yang dibawa.
Acara berlanjut dengan acara makan - makan untuk kedua belah pihak keluarga besar. Makanan sudah tertata rapi di teras bagian samping rumah yang sudah disulap dengan meja prasmanan dengan berbagai makanan lezat khas orang desa. Nasi Tiwul lengkap dengan ikan mujaer yang dimasak dengan santan pedas, Nasi ampok juga dengan eseng pepaya muda serta urap sayur tak lupa ikan asin gorengnya.
Tamu yang hadir lumayan banyak, orang tua Pandu yang semula hanya memperkirakan sekitar 10 orang saja dari keluarga mereka. Tapi malah yang hadir 3 kali lipat dari rencana semula, untung saja semua sudah diperkirakan dengan baik oleh Bu Fatma yang menambah porsi makan dalam jumlah banyak.
Suasana nampak begitu akrab sekali diantara kedua keluarga besar itu, tidak nampak perbedaan mereka karena suasana yang tercipta begitu hangat bagi semua orang. Acara yang dimulai siang tadi masih berlanjut sampai waktu ashar tiba, semua orang menikmati acara tersebut. Karena dirasa cukup dan waktu pernikahan pun sudah ditentukan oleh kedua belah pihak maka keluargaPak Yudi berpamitan.
" Terimakasih keluarga Mas Rahmat telah menyambut kedatangan keluarga kami dengan sangat baik, menjamu keluarga dengan semua hidangan lezat, sehingga kamu lupa diri setelah makan mau berdiri Sampek susah hehehehe, alhamdulilah semuanya kenyang. Dan yang terutama menerima niatan baik keponakan saya. Kami sekeluarga mengucapkan banyak - banyak terima kasih, maafkan kesalahan yang ada dalam kedatangan kami baik yang disengaja maupun tidak. Karena semua niatan serta keinginan sudah tersampaikan kami sekeluarga mohon pamit ......."
" Alhamdulillah Mas Burhan semua rangkaian acara yang berlangsung telah terlaksanakan dengan baik. Terimakasih sudah datang dengan niatan baik kepada keponakan saya. Kami juga minta maaf apabila kami dalam menyediakan tempat serta hidangan yang kurang berkenan untuk Mas Burhan dan keluarga. Terimakasih dan semoga kelak niatan baik ini dapat dilaksanakan dengan lancar tanpa ada satu halangan apapun. Saya mewakili keluarga Mas Rahmat mengucapkan terimakasih sebesar - besarnya.
"Assalamualaikum wr. wb."
" Waalaikumsalam wr. wb."
Semua tamu dari pihak keluarga Pandu sudah pulang dengan membawa buah tangan berupa sekotak jajanan pasar, dan sekotak nasib kuning lengkap dengan sambel goreng tempe, perkedel, serta ayam bakarnya. Hanya tinggal beberapa keluarga dan tetangga Tari yang masih dirumah kecil itu. Mereka dengan segera membuka hantaran yang berupa jajan pasar untuk dibagikan kepada sanak saudara serta tetangga dekat, sebagai perwujudan rasa syukur dari si milik hajat karena putrinya sudah dilamar.
Tari nampak sekali berbinar, senyum terus saja tersungging dari bibir mungilnya. Apalagi melihat orang tuanya yang begitu bahagia, menambah lagi senyuman yang tersungging. Tentu saja dengan perasaanya terhadap Pandu yang mulai timbul karena perlakuan Pandu yang begitu tulus padanya. Benar - benar mampu membuat celah pada dinding dalam hatinya.
✉️ Dek terimakasih sudah menerima mas, mas berjanji akan menjaga kepercayaan Adek dengan segenap hati mas.
__ADS_1
Sebuah pesan yang dikirim pandu sesaat setelah lamarannya secara langsung diterima oleh Tari.
Bersambung .........