Halalkan Aku Dengan Ridho Orang Tuamu

Halalkan Aku Dengan Ridho Orang Tuamu
45. Guru Taman kanak-kanak


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀


"Bismillahirrahmanirrahim," gumaman kecil yang keluar dari mulut gadis kecil itu.


Dua gadis itu melangkah keluar asrama yang sekarang menjadi tempat tinggalnya. Suasana pagi di hari Senin memang berbeda dengan hari lainnya. Awal minggu yang di nanti bagi sebagian orang tapi juga dihindari sebagian orang. Suasana di tempat itu mulai nampak ramai dengan aktifitas yang dilakukan oleh orang - orang yang berada disana. Gedung - gedung yang semalam sepi kini mulai ramai dengan aktifitas . Langkah kedua gadis itu terhenti ketika mereka sampai di sebuah ruangan, tampak dari luar ruangan itu masih sepi.


" Mbak sepertinya ketua yayasan belum datang " Ucap Wardah.


" Iya Dah, suasananya masih sepi disini apa kita terlalu pagi ya "


" Tidak mbak, apa coba kita ketuk saja mbak pintunya ? " Tanya Wardah sembari mengedarkan pandangannya ke arah jendela yang kordennya terbuka.


" Iya kita ketuk saja, " Jawab Tari sambil mengetuk pelan pintu yang ada di depannya.


Tok, Tok, Tok


Satu kali, dua kali sampai seterusnya tetapi tidak ada jawaban dari dalam ruangan itu menandakan bahwa memang benar ruangan itu sedang kosong. Dua gadis itu kemudian duduk di bangku panjang di depan ruangan itu, sembari menunggu ketua yayasan yang akan ditemuinya datang. Karena letaknya yang tepat di sebelah pintu gerbang sehingga mereka melihat murid - murid yang datang.


Dalam area yayasan ini terdiri dari berbagai tahap pendidikan, mulai dari madrasah Aliyah yang setara sekolah menengah atas, madrasah Tsanawiyah setara sekolah menengah pertama, madrasah ibtidaiyah yang setara sekolah dasar serta taman kanak-kanak dan taman bermain. Yang dinaungi dalam satu yayasan yang sama, sekolah berkonsep pendidikan Islam yang modern.


" Assalamualaikum " terdengar suara berat dari seorang laki- laki,


" Walaikumsalam " jawab mereka bersama.


" Maaf telah membuat kalian menunggu " Ucapnya sambil membuka pintu dengan kunci yang berada ditangannya.


" Tidak apa - apa Pak " Jawab mereka bersama - sama.


" Mari silahkan masuk. "


Dua gadis itu masuk setelah laki - laki itu mempersilahkan mereka masuk. Mereka mengekor di belakang laki - laki itu, dan mendudukkan tubuh merek di sebuah sofa ketika laki- laki itu duduk dan mempersilahkan mereka duduk juga dengan gerakan tangannya.


" Perkenalkan saya Rizki saya ketua yayasan di sini sekaligus salah satu guru juga. Pertama saya ucapkan selamat bergabung di yayasan Al- AZ**r untuk Bu Tari dan Bu Wardah. Semoga kalian betah bekerja di yayasan ini dan semoga ilmu yang kalian miliki dapat memajukan yayasan kita. "


" Terimakasih Pak karena telah menerima kami disini, Insyaallah kami akan betah disini dan semoga ilmu yang kami punya bisa bermanfaat disini. " Ucap Tari dengan yakin.


" Saya langsung saja ya Bu Tari dan Bu wardah, untuk Bu Tari anda di tempatkan di Taman kanak-kanak, sedangkan untuk Bu Wardah anda ditempatkan di Madrasah ibtidaiyah untuk guru matematika. "


" Terimakasih Pak, dan kami permisi untuk langsung menuju tempat kami mengajar "


" Monggo silahkan, "


" Assalamualaikum "


" Walaikumsalam " Ucap kedua gadis itu seraya mengatupkan kedua tangannya di dada, dan beranjak keluar dari ruangan itu.


Kedua gadis itu berjalan kearah berlawanan karena tujuan mereka berbeda, Wardah berjalan ke utara ruangan itu menuju gedung yang berada tempat di depan lapangan. Sedangkan Tari hanya berjalan lurus ke depan karena letak taman kanak-kanak yang berada tepat di depan ruangan itu hanya terhalang jalan.


Bangunan di taman kanak - kanak ini sedikit berbeda dengan bangunan lainnya karena hanya terdiri dari dua lantai. Tapi fasilitas permainan di halaman depan ini sangat lengkap. Dia membuka pintu pagar yang tingginya tak lebih dari sedada, yang menjadi pembatas antara halaman dan jalan di depannya. Suasana ditempat itu sudah ramai dengan anak yang berlarian kesana kemari khas sekolah taman kanak-kanak,


" Mbak Tari " Panggil dari salah satu seorang yang memakai seragam sama dengannya.


Tari menoleh, dan mencari sumber suara yang memanggil namanya dan segera menghampirinya.


" Mbak, "


"Oh iya kemarin saya belum memperkenalkan diri ya, Panggil saya Lenni, jadi kamu mengajar disini ? " Ucap Lenni gadis yang usianya menginjak 30 tahun, seraya mengulurkan tangannya.


" Iya mbak Lenni, dimana ya tempat ruangan kepala sekolahnya ? "


" Dilantai dua, ayo aku antar " Tangannya menunjuk ke lantai dua bangunan di depannya.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju lantai dua bangunan itu, yang diselingi dengan obrolan kecil mereka. Akhirnya mereka sampai di ruangan luas dengan banyak meja dan bangku di dalamnya.


" Ayo masuk, "


" Assalamualaikum "


" Walaikumsalam " Ucap beberapa orang yang berada di dalam ruangan.


" Ruangan kepala sekolah ada disana Tar, " Tunjuk Lenni pada sebuah ruangan yang terletak di sudut ruangan yang dibatasi dengan kaca.


" Iya mbak, Mari semua " Tari menyapa semua orang disana dengan mengulas senyum di wajahnya.


*********


Lonceng berbunyi, tanda jam pelajaran akan di mulai, Tari berjalan keluar ruangan guru melangkahkan kakinya kearah tangga menuju lantai satu tempat dimana dia mengajar. Ini bukan pertama kalinya dia mengajar tetapi rasa nerveus tetap saja menghampirinya. Langkahnya terhenti tepat di depan pintu dimana dia akan mengejar, dia hirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


" Bismillahirrahmanirrahim " Ucapnya pelan, sembari melangkahkan kakinya masuk.


" Assalamualaikum "


" Walaikumsalam, " ucap mereka serentak


Wajahnya berbinar ketika melihat seseorang yang dikenalnya berdiri ditengah-tengah bangku yang disusun seperti huruf U.


" Anak - anak ayo berdiri beri salam kepada guru baru kita "


" Assalamualaikum Bu " Ucap mereka bersama.


" Waalaikumsalam anak - anak, perkenalkan nama Ibu Nyimas Khodijah Bramastari. Anak - anak bisa panggil ibu, Bu Tari ya ...... " Tari memperkenalkan diri di hadapan anak - anak yang sekarang menjadi anak didiknya.


" Ayo semua sebelum memulai pelajaran pagi ini kita berdoa dulu "


Di mulut ini ada doa


Di hati ini ada doa


Esok lusa tetap berdoa


Ya Allah ya Tuhanku


Dengarkanlah doaku


Ya Allah ya Tuhanku


Kabulkanlah doaku


" Anak - anak siapa yang tadi berangkat sudah sarapan ? " Tanya Tari pada anak didiknya.


" Saya Bu, saya Bu " Jawab mereka bersama - sama sambil mengacungkan tangan kanan mereka tinggi - tinggi.


" Pintar semua, sekarang Ibu tanya lagi. Siapa Tadi yang sarapannya pakek lauk sayur hayo angkat tangan ?"


" Saya Bu, " Seorang gadis mungil dengan pipi tembem berkulit putih mengangkat tangannya tinggi.


" Wah pintarnya, yang lain bagaimana apa tidak ada yang sarapan pakek lauk sayur ? "


Semua anak - anak dalam kelas itu menggeleng, bahkan ada beberapa anak nampak menutup mulutnya. Dan beberapa lagi menunjukkan ekspresi bahwa mereka tidak suka makan sayur. Tari mengulas senyumnya dan menghampiri gadis yang tadi mengangkat tangannya.


" Jasmin, karena Jasmin sudah pintar sarapan paginya pakek lauk sayur. Jasmin akan dapat hadiah dari Ibu " Tari mengelus kepala gadis kecil itu, sembari mengeluarkan sebuah bungkusan dari saku rok lebarnya dan memberikannya kepada gadis kecil itu.


" Terimakasih Bu Tari " Sebuah senyuman tersungging di wajah tembem itu, wajahnya berbinar ketika menerima hadiah dari guru barunya itu.

__ADS_1


" Anak - anak, kalau kalian mau dapat hadiah seperti Jasmin. Besuk kalian harus makan pakek laut sayur ya, pasti besuk dapat hadiah juga seperti Jasmin. Bagaimana anak-anak ? "


" Bu tapi Zidan tidak suka sayur, "


" Jona juga tidak suka Bu, baunya tidak enak. "


" Di coba dulu ya anak - anak sidikit-sedikit dulu, yang penting harus dicoba. "


" Anak - anak mulai besuk harus dicoba sarapan pakek lauk sayur ya seperti kata Bu Tari. Sekarang kita mulai belajar, anak - anak ambil buku ayo bermain dan buka halaman 25 "


" Iya Bu Lenni "


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 : 30, yang merupakan jam pulang bagi Taman kanak - kanak tempat Tari mengajar. Memang disekolah ini Anak - anak pulang lebih siang dari sekolah lain karna ada jam tambahan yang berupa kegiatan ekstrakurikuler yang berbeda-beda di setiap harinya. Beserta sholat dhuhur berjamaah dan mengaji setelah kegiatan tersebut.


Anak - anak berbaris rapi dengan tas berada dipunggung mereka beserta tas bekal yang dia bawa ditangan kanan mereka. Menunggu giliran mereka bersalaman sebelum mereka meninggalkan kelas untuk pulang.


" Alhamdulillah akhirnya selesai juga hari ini "


" Iya Tari, anak - anak senang sekali sama kamu. Kamu pintar sekali merebut hati mereka Apa sebelumnya sudah pernah mengajar Tar ?. "


" Mbak Lenni bisa saja, Sudah mbak, saya hanya melakukan yang biasanya aku lakukan ditempat ku mengajar dulu mbak. "


" Pantas Tar kamu nampak sudah terbiasa dengan anak kecil, sebelumya mengajar dimana Tar ? "


" Di sebuah sekolah SLB mbak, "


" Wah di sekolah anak istimewa Tar, pantas saja kamu sangat sabar. Ayo kita naik ke kantor " Ajak Lenni.


" Mari mbak, pintunya di kunci atau tetap di biarkan terbuka ? "


" Biarkan saja terbuka Tar, nanti ada yang membersihkan dan menguncinya.


Mengajar di sekolah favorit bukanlah hal yang mudah, karena setiap harinya mereka harus membuat laporan materi belajar mengajar yang tadi disampaikan. Belum lagi laporan progres setiap anak yang harus dibuat sendiri - sendiri. Setelah selesai mengajar Tari harus menyelesaikan itu semua bersama guru - guru yang lain di kantor. Gadis mungil itu masih setia dengan laptopnya matanya enggan beralih dari layar laptop sedangkan jemarinya seolah menari - nari diatas keyboard.


" Alhamdulillah akhirnya selesai juga, " Ucapnya sangat pelan, matanya berbinar menatap layar laptop di depannya.


Dia segera mematikan laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas, kemudian merapikan mejanya. Dia berpamitan kepada beberapa guru yang masih ada disana untuk pulang terlebih dahulu.


Senyum yang tersungging di wajahnya mengiringi langkahnya meninggalkan gedung dua lantai tempatnya mengajar.


Ditutupnya kembali pintu besi pembatas halaman dan jalan itu. Dia langkahkan kakinya menyusuri jalan yang kanan kirinya berdiri gedung gedung sekolah yang berjajar menuju bagian belakang kompleks yayasan tepat dimana asramanya berada. Ternyata meskipun sudah hampir waktu Ashar tapi kegiatan belajar mengajar di sana juga belum usai. Banyak anak - anak tingkat Aliyah yang masih dalam kelas, sedangkan tingkat Tsanawiyah masih sibuk dengan ekstrakulikulernya.


" Assalamualaikum Bu Nyimas "


Sebuah suara lelaki menyapanya, Tari segera mengangkat wajahnya untuk mengetahui siapa pemilik suara tersebut.


" Walaikumsalam "


" Bagaimana tadi mengajarnya apakah ada kesulitan ? "


" Alhamdulillah Pak, semuanya berjalan lancar, "


" Apakah Bu Nyimas mau ke asrama ? "


" Iya Pak, "


" Kebetulan sekali saya juga akan kesana " Ucap laki - laki itu seraya mensejajari langkah Tari.


" Monggo Pak. "


Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2