Halalkan Aku Dengan Ridho Orang Tuamu

Halalkan Aku Dengan Ridho Orang Tuamu
21. Rawon


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀


📞 Halo, ya sudah kalau ngak ingin bicara


📞 Assalamualaikum "


" Aduh ada ada saja telefon sampai 3 kali sekalinya diangkat ngak ada suara sama sekali "


Tari kembali melanjutkan langkahnya ke dalam kamar, kemudian mendudukkan tubuhnya di kasur miliknya. Dia menghembuskan nafas panjang senyum kembali di sudut bibirnya. Tak lama handphonenya kembali berbunyi dengan cepat dia menggeser tombol hijau tanpa melihat siapa yang sedang menelfonnya.


📞 Halo, siapapun sampean ngak usah menipu saya. Saya tidak punya begitu banyak uang buat sampean tipu.


📞 Dek, sampean ngomong apa ?


Sejenak emosi dalam dada Tari mereda mendengar seseorang berkata diujung telefon yang begitu familiar di telinganya. Kemudian menjauhkan handphone yang sedang ditempelkan pada telinganya dan kemudian melihat layar pada handphone nya. Dia terkejut karena yang sedang menelfonnya adalah Pandu.


📞 Maaf mas, saya kira tadi telefon dari nomer yang tadi sedikit mengganggu ku.


📞 Memangnya siapa dek, hayo siapa yang sudah diam diam menelfonmu ?


📞 Kurang tau mas, melihat nomernya bukan seperti kode nomer Indonesia. Sepertinya nomer dari luar. Menelefon sampai beberapa kali sekalinya diangkat tidak ada suara sama sekali.


📞 Jangan jangan adek punya pengagum rahasia ni.


📞 Entahlah mas, mungkin orang salah sambung. Mas sudah makan ?


📞 Sudah barusan ini mas sudah mau layar lagi jadwalnya dimajukan. Makanya mas mau ngabarin adek, kalau mas sudah mau berangkat.


📞 Iya mas, hati - hati dan ingat jangan telat makan serta jangan menunda - bunda sholatnya. Masak iya mas mau kalau rezekinya ditunda juga ?


📞 Insyaallah ya dek, rezekinya mas sekarang sangat berlimpah. Apa lagi adek sekarang kan sudah menjadi milik mas.


📞 Belum mas, belum sah kalau belum ada Ijab dan Qabul.


📞 Sebentar lagi dek, 3 bulan lagi insyaallah sah.


📞 Semoga mas, diberi kemudahan dan kelancaran dalam segala hal.


📞 Sampean sidang terakhir kapan dek ? Nanti kalau kembali ke Malang diantar sama bapak sama ibuk lo dek kalau pulang juga dijemput nanti. Ngak ada alasan bilang tidak soalnya aku ngak tega kalau sampean naik kendaraan umum. Terus bapak ibuk juga pengennya antar jemput sampean.


📞 Tapi mas, apa ngak merepotkan bapak dan ibuk to ? lagian aku juga sudah biasa mas seperti ini.


Tari masih saja berusaha untuk menolak permintaan Pandu, menurutnya terlalu merepotkan kalau harus diantar dan dijemput oleh kedua orang tua Pandu. Karena orang tua Pandu juga memiliki kesibukan dirumah, banyak usaha yang harus mereka tangani.


📞 Justru mereka malahan yang memberikan ide seperti ini, aku hanya menyampaikan saja. Jangan disamakan dulu dan sekarang dek, sampean sekarang calon istriku. Sudah selayaknya aku harus menjaga sampean apa lagi keadan ku yang harus jauh seperti ini.

__ADS_1


📞 Insyaallah mas aku bisa menjaga diri.


📞 Iya tidak ada alasan untuk menolak. Fokus sama sidang skripsi dan lulus dengan nilai terbaik. Cukup seperti saja untuk saat ini tidak ada bantahan apapun.


📞 Iya mas, insyaallah.


📞 Dek sampean hati - hati disana jaga diri baik - baik ya.


📞 Iya mas sampean juga, ingat semua pesan ku.


📞 Pasti, aku berangkat ya, Assalamualaikum


📞Iya, Walaikumsalam


Sambungan telefon pun terputus, Tari segera Menganti gamisnya dengan setelan baju tidurnya. Kemudian berjalan ke kamar mandi yang terletak di bagian belakang rumahnya yang bersebelahan dengan dapur. Tak berapa lama dia sudah bergelut dengan sajadahnya menumpahkan semua kebahagian yang dirasakan seharian ini kepada sang Penciptanya.


Setelah selesai sholat dia merebahkan tubuh kecilnya diatas kasur dalam kamarnya. Ditatapnya langit - langit kamarnya nampak genteng yang berjajar rapi karena keadaan kamar yang belum di pasang plafon. Matanya sudah menutup dengan sempurna serta nafasnya sudah mulai teratur. Tak lama berselang dia sudah menjelajahi alam mimpi.


**********


Mobil putih itu berhenti tepat didepan gerbang rumah yang bergaya minimalis itu. Nampak seorang wanita turun dari mobil itu lantas membuka gembok gerbang dan membukanya lebar - lebar. Dengan segera mobil itu masuk menuju garasi yang tepat berada di samping rumah. Kemudian wanita itu berjalan ke pintu dan membukanya yang diikuti langkah seorang pria dibelakangnya.


" Assalamualaikum "


" Lelah sekali Mas tubuhku ini, entah mengapa akhir - akhir ini tubuh ku cepat sekali merasa lelah " Ucap mbak Rina yang langsung mendudukkan badannya pada sofa ruang tamu pada rumahnya.


" Sampean kurangi dek kegiatannya, apa perlu berhenti mengajar fokus di asrama saja "


" Berat Mas kalau harus berhenti mengajar, itu seperti mimpiku dari dulu. Tapi bila sampean tidak mengizinkanku mengajar lagi apalah dayaku "


" Mas itu tidak melarang adek buat mengejar karena itu mimpi adek, kalau mas hanya bisa selalu mendukung keinginan adek. Hanya saja adek harus pinter membagi waktu dan menjaga kesehatan "


Gus Reyhan berjalan menuju dapur rumahnya, dia menyalakan kompor untuk memanaskan makanan yang dibelinya tadi dalam perjalanan pulang. Sedangkan Mbak Rina masih belum beranjak dari sofa ruang tamunya. Akhir - akhir ini tubuhnya sering terasa cepat lelah. Tak berapa lama makanan sudah di tatanya di atas meja makan, dalam rumah tangga mereka tidak ada pembagian tugas semua pekerjaan rumah dilakukan bersama - sama.


" Dek ayo makan dulu " Gus Reyhan memanggil Mbak Rina untuk segera makan, dan menunggunya di meja makan.


" Enggeh mas "


Selama perjalanan pulang dari Kediri tadi mereka tidak sempat makan, karena Mbak Rina yang menolak untuk makan diluar. Mereka hanya membeli Rawon dan perkedel kentang di depan komplek rumahnya. Makanan favorit mereka berdua, yang sudah dihangat kan dan ditata oleh Gus Reyhan di meja makan.


" Ayo dek " ucap Gus Reyhan yang sudah menyendok nasi untuk dimasukkan ke dalam piringnya.


" Tunggu sebentar mas, uhh kenapa baunya seperti ini mas "


" Kenapa dek, ini rawon seperti biasa "

__ADS_1


" Mas aku gak tahan, huwek, huwek, huwek " Tiba - tiba Mbak Rina langsung muntah di depan meja makan, entah mengapa sungguh dia tidak bisa menahan dirinya.


Gus Reyhan yang semula akan menyendok nasi segera berjalan kearah Mbak Rina. Diusapnya pundak istrinya itu, sambil menepuk - nepuknya. Kemudian setelah selesai kemudian beliau memberikan segelas air putih untuk diberikan kepada istrinya.


" Masya Allah dek, mbok Yo jangan disini wong wastafelnya loh sudah dekat " sambil menyodorkan segelas penuh air putih


" Huwek, huwek, huwek, sudah mas jangan ngomong. Perutku sudah tidak bisa menahannya mas, kepalaku pusing sekali ini. Maaf ya mengganggu makan sampean "


" Sudah kenapa mesti minyak maaf dek, sebaiknya kita ke kamar. Sampean pucat sekali tangan sampean juga dingin sekali."


Dengan segera dia membawa istrinya itu kelantai dua rumah itu dimana kamar mereka berada. Gus Reyhan membaringkan tubuh istrinya, di atas kasur mereka. Mbak Rina nampak lemas dan matanya sayu mulutnya terasa pahit setelah memuntahkan semua isi perutnya.


" Dek, mas bikinkan wedang jahe dulu ya, sekalian membersihkan muntahan sampean tadi. Tunggu sebentar ya " Hanya dibalas anggukan oleh Mbak Rina karena merasakan kepalanya yang begitu pusing.


Gus Reyhan berjalan meninggalkan kamar dilantai dua itu menuruni tangga dan berjalan menuju dapur. Menghangatkan air untuk wedang jahe dan membersihkan bekas muntahan mbak Rina di meja makan tadi. Sungguh pemandangan yang berbanding terbalik saat ketika beliau dirumah dan di asrama yang selalu dilayani disiapkan semua keperluannya.


Bagi Gus Reyhan ini suatu hal yang biasa baginya istri itu hanya harus patuh terhadap semua perintah suaminya. Bukan berarti harus mengerjakan semua pekerjaan rumah serta melayaninya. Tak lama berselang ketika beliau selesai membersihkan lantai saat itu pula air yang dipanaskan ya mendidih. Setelah selesai membuat wedang jahe lalu dia berjalan kelantai 2 rumahnya.


" Dek " sambil menguncang tubuh istrinya pelan, karena saat itu Mbak Rina sedang memejamkan matanya.


" Enggeh Mas "


" Ayo bangun, ini mas sudah buatkan wedang jahe " dia membantu istrinya untuk bangun dan menaruh beberapa bantal untuk istrinya bersandar. Lalu menyuapi istrinya dengan sedikit demi sedikit.


" Tadi perasaan sampean baik - baik saja Lo dek, kenapa ya kok tiba - tiba muntah begini. Apa tadi AC mobil terlalu dingin ya "


" Entahlah Mas, yang jelas begitu mencium bau rawon perut ku seperti diaduk. Mas aku tidur terlebih dahulu ya, mataku sungguh tidak bisa dibuat melek "


" Tapi adek belum makan "


" Sungguh mas, biarkan aku tidur sebentar "


Dilihat istrinya itu dengan tatapan penuh cinta, sungguh istri yang tidak mudah dia dapatkan. Mencintainya dalam diam hanya menyebut namanya dalam setiap doanya 9 tahun dilakukan tanpa ada seorang pun yang tahu. Sungguh bukan waktu yang sebentar, semenjak pertemuan mereka yang pertama di depan Masjid asrama putri. Dan semenjak itu Gus Reyhan sudah jatuh cinta pada istrinya, lebih tepatnya cinta pada pandangan pertama.


Saat dirasa semua sudah siap barulah dia mengutarakan niat baiknya kepada sang ayah untuk mengkhitbah salah satu santriwati untuknya. Awal mulanya sang ayah tidak merestui keinginan anaknya, karena bagaimanapun latar belakang mereka berbeda. Gus Reyhan yang seorang putra kiyai pemilik sebuah pondok pesantren yang terkenal dan Mbak Rina yang seorang yatim piatu yang diasuh oleh keluarga budenya.


Tapi dengan keyakinan Gus Reyhan terhadap Mbak Rina kalau memang mereka berjodoh. Pada akhirnya restu dari sang ayah Gus Reyhan dapatkan, keadan pun sekarang berbalik Mbak Rina menjadi menantu kesayangan mertuanya. Sungguh kuasa Allah yang mampu membolak balikkan hati umatnya.


Di usapnya pelan pucuk kepala istrinya, bibirnya tak henti - hentinya mencium tangan istrinya yang ada di genggamannya. Sungguh bahagia sekali bisa bersanding dengan orang yang kita cintai dengan restu dan ridho orang tua. Kemudian mencium pucuk kepala istrinya, dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya untuk menyusuri pulau kapuk yang penuh kedamaian dan ketenangan.


Bersambung ........


Terimakasih kakak semua sudah mampir di karya pertama ku, maaf masih banyak sekali kekurangan. Jangan lupa like, komen dan votenya !!!!!!!!!........


Semoga kita selalu diberi kesehatan serta kemudahan dalam segala hal Amien 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2