
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ini rokok ke tiga yang sudah dihisapnya, mencoba menghilangkan kegundahan yang ada dalam hatinya dengan menghisap lintingan tembakau ini ternyata cukup ampuh. Terbukti ketika dia menghisap rokok mampu menjernihkan kembali pikirannya, dihembuskannya asap putih ke udara sehingga memenuhi udara disekitarnya.
Ingatannya kembali kepada beberapa hari lalu saat dia sedang berbicara dengan istrinya.
flashback on
" Dek, semua usaha ku disini tolong sampean urus. Nanti ada orang kepercayaan ku Dan Mas Reyhan yang akan datang kesini seminggu sekali. "
" Mas, bukannya aku tidak mau, tapi aku rasa aku tidak mampu. Aku sama sekali masih awam dengan hal yang seperti ini. " Jawab Tari ragu, takut kalau - kalau penolakannya akan membuat suaminya itu kecewa.
" Sampean hanya perlu menandatangani laporan, dan ini rekening dari masing - masing usaha itu. " Gus Syam memberikan empat rekening yang berbeda kearahnya.
Tari nampak kaget, karena dia tidak mengetahui apa saja usaha milik suaminya itu. Yang dia tahu suaminya itu hanyalah seorang prajurit yang merangkap sebagai dokter. Soal usaha atau pekerjaan lainnya dia sama sekali tidak tahu, dan sejujurnya dia tidak ingin mengetahui. Apalagi selama ini suaminya juga tidak menjelaskan secara rinci apa saja usaha yang dia miliki.
" Mas, ........ "
" Dek, sampean tidak perlu khawatir Insyaallah semua usahaku halal. " Dia tau apa yang sedang dipikirkan istrinya itu meskipun Tari tak mengucapkannya secara langsung.
" Insyaallah aku percaya dengan apa yang dikerjakan suamiku. "
" Ini rekening untuk clothing line, yang ini untuk kontrakan, yang ini untuk usaha travel dan yang terakhir ini untuk usaha peternakan ayam. Jadi setiap minggunya ada laba yang akan masuk, semua ini awalnya aku serahkan Mas Reyhan. Namun sekarang ada sampean jadi semua ini sampean yang harus mengurusnya. " sambil menjelaskan beberapa buku rekening yang sedang dia pegang.
Kali ini Gus Syam sedikit memaksanya, karena dia tidak menginginkan penolakan. Sebab baginya menyerahkan tanggung jawab seperti ini kepada istrinya adalah hal yang paling tepat.
" Mas, sebenarnya aku masih ingin mengajar di Al- Azhar itupun jikalau sampean mengijinkan. "
Dia tidak bisa mencegah keinginan istrinya, saat dia melihat mata istrinya nampak memohon ijin darinya namun tak sampai dia ucapkan. Ya selama dia kembali ke Jakarta, Tari juga kembali ke Kediri kembali mengajar.
" Insyaallah Mas Tari akan bisa menjaga diri, "
" Ingat jangan terlalu capek, jaga kesehatan Dek apalagi tidak aku. "
Sungguh dia tidak bisa menolak, ketika mata istrinya kembali berbinar saat dia kembali mengajar. Senyumnya, bahkan tawanya kembali ketika semua muridnya datang menyambutnya ketika dia kembali menginjakkan kakinya di sekolah tempatnya mengajar.
Apapun Dek yang menjadi sebab kebahagian sampean selagi aku mampu insyaallah akan aku turuti. Meskipun hatiku merasa ada suatu hal yang membuat ku ragu. Semoga ini hanya pikiranku saja, yang penting adalah kebahagian sampean.
Flashback off
Istrinya itu sangat hati - hati dalam bertindak dan bersikap, yang membuatnya semakin jatuh cinta padanya. Perkataanya akan selalu sehalus mungkin bila menolak sesuatu, agar tidak menyakiti orang lain. Apapun yang dia lakukan selalu meminta izin darinya, namun keinginan istrinya yang ingin kembali mengajar sebenarnya dia kurang setuju. Namun dia tidak bisa menolak keinginan istrinya, apalagi sekarang dia yang harus tinggal jauh darinya.
Dia memperbolehkan istrinya kembali mengajar namun dia harus tinggal di ndalem, dan pulang perginya harus dijemput oleh mbak Santri atau setidaknya pesuruh ndalem. Belum lagi syarat - syarat yang lain, yang jumlahnya cukup banyak bahkan Rina saja sampai terhera - heran dengan beberapa syarat yang dipikirnya cukup aneh. Tidak habis pikir dengan jalan pikiran sepupu suaminya itu, yang ternyata seorang pencemburu dan juga posesif sekali kalau menyangkut persoalan isttinya. Sedangkan Bu Fatma yang memahami keadaan putrinya lebih memilih kembali ke rumah mereka karena kurang nyaman bila meninggalkan rumah itu terlalu lama.
" Dokter Ghasan, darurat di UGD "
Seketika dia menggerus sisa rokoknya, kemudian melangkahkan kakinya lebar menuju ruang UGD yang ramai. Ada kecelakaan beruntun yang baru saja terjadi yang mengakibatkan banyak korban yang harus di rawat.
***********
Tari selesai melaksanakan sholat tahajudnya, dia berdzikir untuk menunggu adzan subuh berkumandang. Memohon ampunan untuknya dan orang - orang yang disayanginya. Tak lama berselang suara adzan berkumandang, kemudian segera bergegas keluar kamar untuk sholat berjamaah di masjid. Suatu hal yang menjadi rutinitas barunya, ketika tinggal di ndalem.
" Ayo nduk. "
" Monggo Ummi. "
Mereka berdua berjalan, kearah masjid di sertai obrolan keduanya. Setelah selesai berjamaah di masjid, dia kembali ke ndalem untuk membantu mbak santri menyiapkan sarapan. Seperti biasa dia akan menyiapkan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.
📞 Assalamualaikum istriku.
📞 Walaikumsalam suamiku.
📞 Pasti istriku sekarang sudah cantik,
📞 Ehmz, sampean sedang apa mas ?
📞 baru saja sampai Dek, semalam UGD ramai sekali aku sampai tak sempat untuk duduk.
Suara suaminya itu nampak berat tak seperti biasa, setahunya memang semalam suaminya itu masuk soft ketiga yang artinya semalaman suaminya itu pasti tidak tidur.
📞 Mandi dulu Mas, setelah itu baru makan.
📞 Sebentar lagi Dek, ini lagi mengisi baterai dengan mendengarkan suara sampean.
📞 Ada - ada saja mas sampean itu.
__ADS_1
📞 Aku benar-benar merindukan sampean Dek.
📞 Baru saja Mas beberapa hari Mas, bahkan bel ada satu minggu sampean berangkat.
📞 Aku meninggalkan sampean satu jam itu saja sudah tidak bisa Dek, apalagi ini sudah beberapa hari. Rasanya aku ingin cepat - cepat menyelesaikan ini semua. Bangun tidur tidak melihat sampean di samping ku, membuat hari ku tidak bersemangat Dek.
Pipinya seketika memerah ketika mendengar ucapan suaminya.
" Mbak Tar, sudah di tunggu Abbah dan Ummi untuk sarapan. " Ucap Nafisa yang hanya melongokkan kepalanya di depan pintu.
" Iya sebentar lagi Ning, masih telefon. " Ucapnya sembari menunjuk handphone yang menempel di telinganya.
" Mas Syam, mbak ? "
" Iya. "
Gadis kecil itu langsung saja masuk ke kamar, dan duduk di dekat Tari ikut menempelkan telinganya di handphone milik Tari.
📞 Belum sarapan Dek ?
📞 Lagi perlu Mas,
📞 Kan masih harus minum obat Dek, seharusnya jangan puasa dulu.
📞 Tadi sudah mas, tadi di sempatkan sahur. Sampean ngak perlu khawatir, ayo sudah sana mandi dulu.
" Ih Mas Syam, .... " Cibir Nafisa yang mendengar ucapan kakaknya itu.
📞 Apa Pica ?
📞 Mandi Mas sudah siang, mbak Tari mau berangkat sama aku.
📞 Ya sudah ya mas, aku berangkat dulu sampean cepetan mandi, trus makan dulu baru istirahat. Assalamualaikum ........
📞 Iya istriku, hati - hati. Walaikumsalam.
Tari memasukkan handphone miliknya, ke dalam saku ransel depannya. Kemudian keduanya berjalan kearah meja makan, yang sudah di tunggu oleh Abbah dan Ummi disana.
" Maaf ya Ummi sudah sarapan terlebih dahulu. "
" Ayo nduk sarapan dulu, "
" Tari, perlu Mi. "
" Apa tidak apa - apa nduk, sampean kan masih minum obat. "
Selama hampir seminggu di ndalem Bunyai Salamah selalu memperhatikan menantunya itu. Bahkan sampai hal - hal kecil mengenai menantunya itu tak luput dari perhatian wanita paruh baya itu.
" Insyaallah mboten nopo - nopo Mi. Ning Fisa, bekalnya sudah di siapkan ? "
" Belum Mbak, " Gadis itu menggeleng dengan mulut yang di penuhi nasi goreng.
" Sebentar ya Mbak siapkan. "
Tari kembali ke dapur, untuk menyiapkan bekal milik adik iparnya itu. Selama dia disini gadis kecil itu selalu semangat ketika dia menyiapkan bekal untuknya. Setelah selesai dia kembali ke ruang makan dengan membawa tas bekal, yang berisi bekal milik Nafisa.
" Dihabiskan ya Ning bekalnya. " Ucapnya sembari menyerahkan tas bekal kepada Nafisa.
" Pasti dong Mbak. "
" Nduk, nanti selepas Ashar temani Ummi untuk acara pengajian keluarga. "
" Enggeh Bah, nanti Tari usahakan pulang cepat. "
Seperti beberapa hari sebelumnya, Tari berangkat ke sekolah diantar bersama dengan Nafisa. Gus Syam menyediakan sopir untuk istrinya itu, padahal jarak dari ndalem ke sekolah hanya sekitar 10 menit. Salah satu syarat yang tidak bisa Tari tolak ketika dia ingin kembali mengajar.
" Assalamualaikum "
" Walaikumsalam. "
" Selamat pagi anak - anak "
" Selamat pagi Bu guru. "
Kalau kau suka hati tepuk tangan
__ADS_1
Kalau kau suka hati tepuk tangan
Kalau kau suka hati mari kita lakukan
Kalau kau saka hati tepuk tangan
Kalau kau suka hati hentak kaki
Kalau kau suka hati hentak kaki
Kalau kau suka hati mari kita lakukan
Kalau kau suka hati hentak kaki
Kalau kau suka hati bilang hore
Kalau kau suka hati bilang hore
Kalau kau suka hati mari kita lakukan
Kalau kau suka hati bilang hore
Dengan mengajar seperti ini membuat dia kembali menemukan dunianya kembali. Bagaimanapun ditinggal cinta pertama dalam hidupnya tidak mudah baginya. Meskipun kehadiran suami yang melimpahnya dengan perhatian dan kasih sayang nyatanya belum cukup untuk mengalihkan rasa sedihnya.
Jam mengajar sudah selesai, dia segera bergegas merapikan kelas untuk data laporan harian akan dia input di ndalem saja. Mengingat pesan Abbah tadi yang memintanya untuk menemani Ummi menghadiri pengajian keluarga. Semua teman guru sudah mengetahui jika dia sudah menikah, karena awal masuk kemarin secara khusus suaminya itu mengantarnya. Terlebih lagi dia juga menitipkan sang istri kepada semua orang disana, yang membuat semua orang kaget dengan berita pernikahan mereka.
" Wez, akhir - akhir ini banyak berita mengagetkan banyak orang ya Bu. "
" Iya.e dari Pak Rizki yang mau menikah, sampai Bu Tari yang sudah menikah. Kasihan jomblowan dan jomblowati ya Bu. "
" Enggeh Bu, patah hati buat Al Azhar Bu. "
Hanya ditanggapi senyum sembari gelengan oleh Tari, ketika mereka sedang membicarakannya. Harinya sekarang diisi berbagai pertanyaan ' bagaimana bisa kamu nikah sama ' ' ketemu dimana ' ' Bu Tari ngak punya pacar tapi tau - taunya nikah ' dan masih banyak lagi.
📞 Assalamualaikum
📞 Walaikumsalam
📞 Masih disekolah Dek ?
📞 Iya Mas, tapi sudah mau jalan pulang. Ini sudah bersiap - siap.
📞 Tumben pulang cepat ?
📞 Abbah memintaku menemani Ummi menghadiri pengajian keluarga Mas. Sampean sedang apa ?
📞 Pengajian rutin keluarga Ummi itu Dek, ada banyak saudara yang akan hadir. Aku baru saja sampai di rumah sakit.
📞 Baiklah Mas, hati - hati disana aku jalan pulang dulu.
Tari kembali memasukkan Handphone miliknya ke dalam saku depan tas ranselnya. Memasukkan beberapa buku dan lap top miliknya.
" Ngak ke asrama dulu Tar ? "
" Sepertinya tidak Mbak Rin, harus cepat pulang menemani Ummi ke pengajian keluarga. "
" Aduh, yang jadi mantunya Bunyai Salamah sekarang sudah mulai sibuk. " Rini mencoba menggoda temannya itu.
" Hanya mengikuti arus Mbak Rin, sepertinya juga tidak bisa ikut ke rumah singgah. Sampean juga sudah mau pulang ? "
" Iya, rumah singgah mau berbenah Tar banyak buku yang baru saja datang lagi. Suamimu itu mendatangkan banyak buku lagi, bahkan lebih banyak dari yang kemarin. "
" Alhamdulillah ya Mbak. "
" Iya semoga rezeki kalian lancar, jadi semakin banyak orang yang mendapat faedahnya. "
" Amien " Jawab Tari semangat.
Mereka berdua berpamitan kepada semua orang, dan berjalan berdua di iringi obrolan keduanya meninggalkan gedung TK. Keduanya berpisah tepat di depan halaman TK, Rini berjalan masuk kearah dalam komplek karena letak asrama yang dibelakang, sedangkan Tari berjalan ke depan karena sopir yang menjemputnya sudah menunggunya di depan gerbang.
" Assalamualaikum "
Ucap seseorang, yang suaranya sudah begitu familiar baginya. Seketika dia menghentikan langkahnya ketika dia mendengar seseorang mengucapkan salam untuknya. Yang membuat dia terkejut ketika mendapati sosok yang berdiri di depannya itu.
Bersambung ........
__ADS_1