Halalkan Aku Dengan Ridho Orang Tuamu

Halalkan Aku Dengan Ridho Orang Tuamu
81. M. Ghasan Fariq As-Syammimi II


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹


POV. Ghasan II


Seharian ini aku sungguh tak bisa menghilangkan bayangannya dari pelupuk mataku. Terus menghantui pikiranku, dan memenuhi relung hatiku. Rasanya aku seperti anak remaja yang baru mengenal cinta dalam hidupku. Kadang tersenyum jika teringat dia, sedetik kemudian menjadi sendu jika mengingat kenyataan yang ada.


Hari - hari berikutnya setiap kali aku ke rumah sakit aku sempatkan diri berkeliling terlebih dahulu, berharap keberuntungan berpihak padaku. Aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang ramai di kanan kirinya, sesekali aku membalas sapaan dari beberapa perawat yang mengenaliku.


" Monggo Gus. "


" Mari Mbak " Jawabku sembari mengulas senyum.


Cepat sekali kabar yang beredar, hingga hampir semua orang disini tahu kalau aku seorang Gus. Ah tak mengapa aku disini tinggal hari ini dan besuk saja, jadi aku harus bisa menebalkan telinga.


" Ghasan " Panggilan dari seorang wanita yang mampu menghentikan langkahku.


" Mbak Rina, " Jawabku setelah aku lihat wanita berhijab lebar itu menghampiriku.


" Wah aku sampai pangling kalau sampean pakek baju seperti itu. "


" Halah mbak bisa aja, loh ngapain kesini ? "


" Menjenguk murid ku yang sedang dirawat, bagaimana jadi besuk berangkatnya ? "


" Insyaallah Mbak. "


Kami berdua akhirnya memutuskan untuk mengobrol di kantin rumah sakit. Mbak Rina istri dari sepupuku Mas Reyhan yang ku anggap seperti saudara kandungku. Banyak hal yang kami bicarakan, tentang usahaku yang akan aku tinggalkan yang akan di kelola oleh suaminya.


Mengobrol dengannya itu tidak ada habisnya, karena beliau sosok yang sangat menyenangkan sekarang yang sederhana tapi mampu membawa diri di manapun berada. Sosok yang pas sekali bila menjadi seorang istri, haduh pikiranku kembali melayang kepada sosok itu.


" San, kamu dapat itu dari mana ? " Tunjuknya pada gelang tasbih yang aku pakai.


" Kenapa Mbak memangnya. "


" Bolehkah aku melihatnya ? "


" Boleh, tapi aku tidak bisa melepasnya. Kalau melihat begini saja. ," Ucapku sambil menyodorkan tanganku kearahnya.


Ya aku berjanji tidak akan pernah melapaskan ini, sebelum aku menghalalkan pemiliknya. Betapa konyolnya pikiranku, namun aku punya keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan keinginanku.


" Ini milik teman ku San, bisakah aku memintanya akan ku berikan kepada pemiliknya. NKB itu inisial namanya Nyimas Khodijah Bramastari artinya "


" Benarkah Mbak, "


" Coba lihat ini. " Mbak Rina menyodorkan handphone miliknya, yang layarnya menampilkan sesosok wanita yang sedang mengajar di depan kelas.


Ku lihat gambar itu dengan seksama, dan benar saja ini adalah dia. Kebutuhan yang bagaimana ini, hatiku tak henti - hentinya bersyukur saat ada sebuah titik terang. Semoga ini jalan awal bagiku untuk ku mendapatkannya.

__ADS_1


Ku ceritakan semua kepadanya, dari awal pertemuanku hingga bagaimana perasaanku pada Mbak Rina. Yang disambutnya dengan juga menceritakan masa lalu gadis itu kepadaku.


Malam sebelum keberangkatan ku, ku lalui dengan berat disaat bisa merasakan cinta lagi namun aku harus pergi. Waktu yang cukup lama 1.5 sampai 2 tahun aku harus pergi. Saat itu kalau aku boleh memilih aku sebenarnya ingin membatalkan keberangkatan ku esok.


" Jangan seperti itu, seperti tidak punya keyakinan saja. Laki - laki itu yang dipegang omongane. "


" Terserah Mas. " Jawabku malas.


Malam itu aku bertemu dengan Mas Reyhan, kami bertemu di hotel karena untuk lebih memudahkan keberangkatan ku besuk. Sepanjang malam dia menasehati ku, memang ini bukan aku yang sangat berambisi pada suatu hal.


Obrolanku semalaman dengan Mas Reyhan menyadarkan ku bahwa rasaku padanya bukan murni karena Allah namun karena rasaku sudah dipenuhi dengan syahwat. Bodohnya aku hingga setan merasuki pikiranku, sehingga aku menjadi kehilangan arah.


Aku sudah bertekad dalam diriku akan ku halalkan dia karena Allah. Pasrah dengan takdir yang ditetapkan oleh-Nya namun ihtiar dengan memintanya langsung pada pemiliknya. Ya itu cara yang aku pilih sekarang, aku akan selalu menjadi bayangan yang tak terlihat olehnya, namun selalu berjalan disampingnya. Tidak akan aku ucapkan kata cinta sebelum aku


mengikatnya dalam sebuah ikatan halal.


" Bismillahirrahmanirrahim "


Ku mulai semuanya disini di negeri ginseng, ingin ku peroleh bekal kehidupan disini dan ku perjuangkan dia di sini melalui doa - doa ku di setiap lima waktu ku dan dalam sepertiga malam ku. Tak pernah sekalipun aku tanpa menyebut namanya dalam setiap doaku.


Hari - hari disini ku lalui dengan begitu cepat, sistem kerja disini berbeda sekali dengan di Indonesia membuat ku bersyukur. Karena aku bisa memperoleh ilmu dan pengalaman lebih banyak. Beberapa hari lalu aku memperoleh nomernya dari Mas Reyhan.


" Simpan saja barangkali suatu hari sampean perlu menghubunginya. " Begitu kata Mas Reyhan ketika memberiku nomer miliknya.


Dan benar saja antar otak dan jariku tidak bisa sinkron, ketika otak ku berkata jangan jari ku malah dengan santainya mendial nomer itu. Dan parahnya itu bukan hanya sekali bahkan sampai 2 kali. Dan di panggilan kedua itu terdengar suaranya.


📞 Assalamualaikum


Dan setelah itu aku sering menghubunginya namun tidak pernah aku sekalipun bersuara.Ini semua ku lakukan lebih kepada menjaga agar cintaku padanya murni, cinta karena Allah bukan cinta karena syahwat.


Dan pagi itu Mas Reyhan memberi tahu ku, jikalau hari ini dia akan dilamar seseorang. Perasaan ku saat itu benar - benar putus asa, berbagai pertanyaan muncul dalam benakku. Apakah aku kurang bersungguh - sungguh dalam memperjuangkannya. Apakah caraku salah dalam memperjuangkannya. Semua pertanyaan itu muncul begitu saja.


Ku adukan semua rasa ini terhadap pemilik semesta, karena hanya beliau yang tahu apa takdir sesungguhnya yang dimiliki setiap mahluk-Nya. Namun entah mengapa keyakinan ku akan dia sebagai jodohku, begitu besar. Hampir sama dengan keyakinan ku kepada-Nya.


Ihklas itu yang terus aku tanamkan pada pikiran dan hatiku, tapi setiap hariku tidak pernah sekalipun aku tidak menyebutkan namanya dalam doaku.


Ya Allah jadikanlah dia jodohku bila dia memang membawa kebaikan untuk ku, untuk orang - orang disekitar ku, dan untuk agamaku.


Dan jauhkanlah dia apabila dia hanya nafsu sesaat bagiku, yang membawa keburukan untuk ku, untuk orang - orang di sekitarku, dan untuk agamaku.


📞 Assalamualaikum


📞 Walaikumsalam


📞 Tari masuk rumah sakit San, dia mengalami perdarahan otak karena sebuah benturan.


Sekitika itu dunia ku seakan runtuh, mendengar dia akan menikah dengan orang lain rasanya tidak sesakit ketika mendengar dia sakit.

__ADS_1


📞 Sudah tiga hari ini dia tidak sadarkan diri.


Bagaikan pisau yang langsung dihujam ke ulu hati rasanya, sedangkan tak ada yang bisa aku lakukan. Ku pandangi sneil yang sedang aku kenakan sekarang, seperti tak ada gunanya aku memakai ini namun tak mampu berada disampingnya.


Dan kabar yang ingin ku dengar itu akhirnya datang juga, akhirnya dia membuka matanya. Aku merasa lega sekali, itu membuatku lebih semangat lagi dalam menjalani hari-hari ku selanjutnya. Agar aku segera menyelesaikan koasku.


Takdir lagi - lagi berpihak kepadaku, ya setelah kejadian itu entah kebetulan atau apa. Yang jelas skenario pemilik semesta tidak pernah salah, dia melamar pekerjaan dimana tempat sahabat ku berkerja. Dan Alhamdulillahnya dia bisa diterima, tentu saja dia pasti diterima karena dia gadis pintar.


✉️ Tolong Ki tempatkan dia, dimana tempatmu memimpin. Dan jaga dia untukku.


Tanpa terasa satu tahun sudah aku disini, Allah benar - benar Maha baik. Beliau mengabulkan semua yang aku pinta, hanya tersisa enam bulan lagi waktuku disini. Dan yang membuatku lebih senang lagi, dia ikut serta berpartisipasi di rumah singgah.


Sesuatu yang ku buat dengan Rizki dan beberapa teman yang lain. Namun aku tinggalkan begitu saja karena ada hal yang mengecewakanku. Ya hidup ku tidak sesempurna itu aku dulu pernah terjatuh dalam sekali. Dan itu merupakan titik balik dari hidupku sehingga aku sampai pada titik ini.


Di kala kita mencintai, namun kita diremehkan bahkan dipandang rendah itu sangat sakit sekali bagi laki - laki. Apa lagi harta dan jabatan dijadikan tolak ukur pantas tidaknya sebuah hubungan. Dunia merupakan hal yang real namun alangkah itu begitu duniawi sekali. Apalagi bagi orang sepertiku bukankah keyakinan bahwa dunia dan seisinya hanya milik Allah lebih kental dibandingkan orang - orang biasa.


Namun aku bersyukur melalui tahap itu dan merasakan kecewa seperti itu. Yang menjadi kan ku sekarang seperti ini, mungkin aku tidak mempunyai banyak uang, bahkan jabatan ku juga belum tinggi namun kejadian itu membuatku menjadi pribadi yang lebih baik. Saat aku tidak menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis, orang salah menafsirkan. Mereka berpendapat bahwa aku tidak bisa berdamai dengan masa lalu.


Padahal kenyataannya, aku menahan diri agar jangan sampai salah melangkah lagi. Memperbaiki diri dalam hal apapun, bukankah jodoh adalah cerminan diri kita. Di saat kita menginginkan yang terbaik maka hendaknya kita juga harus menjadi yang terbaik.


Dan satu lagi ternyata Abbah dan Ummi juga sudah mengetahui siapa sosok gadis yang tempo hari sebelum keberangkatan ku, ku ceritakan. Bahkan Abbah dan Ummi sudah mengenal keluarganya, ini pasti ulah dua pasangan itu. Siapa lagi kalau bukan mereka yang menceritakan semua ini.


Aku bersyukur, ketika aku jauh disini dia dikelilingi orang - orang yang aku kenal. Dan skenario-Nya itu benar - benar diluar batas kemampuan mahkluk-Nya


📞 Mas Syam, kemarin aku baru saja bertemu Mbak Tari.


📞 Benarkah dek, dimana Sampek bertemunya ?


📞 Di tempatnya Mas Reyhan, tapi Mbak Tari di sana sama anak kecil yang memanggilnya bunda, Hawa namanya


📞 Lalu ?


📞 Mbak Tari, Hawa, dan Ayahnya mereka datang bersama mas.


Deg ........


Ada apa lagi ini, siapa lagi yang mendekatinya. Sejak kabar yang aku peroleh dari Nafisa itu aku sedikit tidak tenang. Mas Reyhan dan Mbak Rina tidak menceritakan hal ini, apa ada yang mereka sembunyikan dariku.


✉️ Mas, siapa Ayahnya Hawa ?


Aku tanpa berbasa - basi langsung saja menanyakan hal itu pada Mas Reyhan. Lama sekali dia membalasnya, aku sudah tidak sabar untuk tentang hal ini.


Sampai aku keluar dari ruang operasi pun saat ku ambil handphone ku di lemari penyimpanan tidak ada pesan dari Mas Reyhan. Ku usap kasar rambutku yang mulai panjang,


Ya Allah apa lagi ini, hamba tau semua ini datangnya darimu. Namun keyakinan hamba tetap sama, jadikanlah dia halal untuk hamba.


Bersambung .......

__ADS_1


__ADS_2