
π₯π₯π₯π₯π₯π₯
" Wah sampean sudah dari tadi to le ? " Tanya wanita bertubuh gemuk itu.
" Belum Buk, kami baru saja sampai. "
" Ayo makan dulu, pasti kalian belum makan kan ? Ada Mas Rizki juga, ayo mas ikut makan dibelakang. "
" Iya buk saya tadi datang bareng mereka, sudah buk saya tadi sudah makan diluar. "
" Mas Riski kami isi bahan bakar dulu ya. " Ucap Irsyad sembari mengelus perutnya.
Dua pasang kembar itu berjalan mengikuti wanita paruh baya itu di belakangnya berjalan menuju dapur . Bu Tini senang dengan kehadiran mereka berdua, dan selalu menawarkan makanan untuk mereka berdua.
" Sudah ayo cepat dimakan, semua orang disini sudah selesai makan. " Ucap Bu Tini sembari mengisi piring Irsyad dengan nasi.
" Makasih ya Buk, selalu memberi kami makan tahu saja kalau kami itu kaum duwafa kala soal makanan."
" Bang Irhas bagi dong ayam gorengnya. "
" Sudah jangan berebut ni masih ada satu. " Ucap Bu Tini sembari memberikan satu potongan ayam goreng di piring Irsyad.
Semua orang di asrama mengenal baik mereka, karena sifat mereka yang supel sehingga mereka mudah akrab dengan semua orang. Dua pasang kembar yang kelakuannya seperti anak kecil dengan tingkat kepedean diatas rata - rata. Untung saja wajah mereka pun juga diatas rata - rata jadi tidak masalah bila mereka memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Kira - kira begitulah anggapan dari orang - orang yang mengenal mereka. Tak terkecuali Bu Tini, yang sudah jatuh hati kepada mereka semenjak pertama kali mereka bertemu. Wanita bertubuh gemuk itu menganggap mereka seperti anak mereka sendiri.
Setelah menyelesaikan makannya mereka membersihkan alat makan yang mereka gunakan. Tak lupa juga merapikan meja makan, dan menyimpan beberapa lauk yang masih tersisa. Mereka membersihkan diri terlebih dahulu sebelum berganti dengan pakaian ganti yang selalu mereka bawa di tas mereka. Karena sore ini mereka akan ikut Tari ke rumah singgah untuk mengajar ngaji disana.
Sementara itu Tari sudah kembali duduk di ruang tamu bersama beberapa orang, dia sudah berganti pakaian. Menggunakan gamis putih dipadukan dengan jaket jeans snow dan kurung pashmina warna navy. Sungguh diluar kebiasaannya dalam berpakaian, tapi membuatnya semakin terlihat muda di usianya sekarang.
" Wardah sampean benar ngak ikut hari ini ? "
" Maaf mbak, aku belum selesai membuat soal sebentar lagi sudah akan ujian. Pak Rizki ngak ACC soal yang aku ajuin terus mbak butuh banyak revisi. " Gadis tinggi itu menatap laki - laki di depannya dengan tajam.
" Mau di ACC bagaimana, kalau belum sesuai kompetisi dasar yang ada. " Jawab laki-laki itu santai. Tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca.
" Loh itu mbak alasannya dari kemarin, biar sudah Mbak aku terima nasibku saja. Tapi ngomong-ngomong sampean ini tadi kesambet apa Kon dandan cantik kayak gini ?, hayo jangan - jangan ada apa ini. " Tanya Wardah penuh selidik sambil menaikkan kedua alisnya.
" Jangan - jangan ada gendruwo ......., " Jawab Irsyad keras sambil memukul pundak Wardah.
" Aduh, biang kerok sudah datang lagi kalian. Arab hanya kesingnya saja dalamnya mah kearsipan lokal. " cibir wanita bertubuh kurus itu sembari menjulurkan lidahnya ke arah Irhas dan Irsyad.
" Idih kalau di depan semua orang manggil aku biang kerok, ngatain Arab KW, ntar di belakang orang manggilnya sayang ngefansnya setengah mati. "
" Amit - amit, sampai tujuh turunan aku ngak bakalan suka sama onta. Mending suka sama kocheng aja dari pada sama kalian. "
Mereka selalu bertengkar apabila bertemu yang satu menggoda yang satu suka menanggapi godaan itu dengan berlebihan. Sudah seperti Tom dan Jerry saja apabila mereka dalam satu ruangan yang sama.
__ADS_1
" Bisa ngak sekali saja pas ketemu itu ngak bertengkar ? "
" Enggak " Jawab mereka bersama.
" Kok bisa kompak gitu ya Tar. " Goda Rizki, sambil tersenyum semrik melihat tingkah mereka.
" Jodoh kali ya Pak Rizki. "
" Apa sih Mbak Tari ini masak aku berjodoh sama Ulat pagar kayak gini, ogah lah. Liat dia aja aku jadi gatal semua kok jodoh. " Jawab Irsyad sembari mengusap - usap tangannya seolah-olah tangannya benar - benar gatal.
" Kalau aku ulat bulu kamu apa wedhus gibas ya ? "
" Wez ayo kita berangkat, nanti ngeladeni kalian ngak ada habisnya keburu sore. " Tari berdiri dari duduknya meraih tasnya dan menggantungkan di bahunya.
" Awas ya ulat bulu kita belum selesai. " Ucap Irhas sambil menggerakkan tangannya dileher seolah - olah memberi ancaman pada gadis itu.
" Aduh aku takut sekali, tapi bohong wlek ....... "
Mereka berempat meninggalkan bangunan dua lantai itu menuju pintu samping yang langsung menuju ke jalan gang. Tanpa harus berjalan jauh kearah depan gerbang asrama yang membutuhkan waktu cukup lama untuk berjalan. Mereka kali ini memutuskan berangkat menggunakan mobil milik Rizki, karena ada beberapa barang yang akan mereka beli.
Perjalanan mereka terhenti sejenak di sebuah super market karena rencananya mereka akan membeli beberapa alat tulis yang habis. Semua penumpang itu turun dari mobil dan segera masuk ke super market itu. Setelah berkeliling dan mengambil beberapa barang yang diperlukan akhirnya mereka selesai dengan kegiatan belanja mereka.
" Tar kita cari Snack dulu ya, sudah lama aku tidak kesana. Rasanya kurang pas kalau aku tidak membawakan mereka apapun. "
" Iya Pak, mari bagian makanan ringan sebelah sana. "
Sampailah mereka di sebuah bangunan Balai desa, dengan pendopo yang cukup luas berada di tengah-tengah nya. Dan beberapa bangunan lain yang mengelilinginya, suasana di tempat itu sudah ramai dengan banyaknya anak - anak dan beberapa orang dewasa.
Semua penumpang mobil itu keluar, dengan segera anak - anak datang menghampiri mereka. Anak - anak berebut untuk sekedar bersalaman kepada mereka. Senyuman selalu tersungging di wajah kecil mereka, Tari sudah menjadi rebutan diantara anak - anak itu.
" Irhas dan Irsyad tolong bantu saya membawa ini. " Sembari membuka bagasi belakang mobilnya mengeluarkan beberapa kresek besar berisi snack.
" Iya Mas, Ih enaknya Mbak Tari langsung pergi begitu saja. "
" Jadi laki-laki ngak boleh ngeluh apa lagi masih muda begini. " Ucap Rizki sambil menepuk punggung Irhas.
Sore ini rumah singgah terlihat lebih ramai dari biasanya, anak - anak yang datang pun juga terbilang banyak. Begitu pula tenaga pengajar yang datang juga banyak dan diantara dari mereka juga ada yang membawa nasi kotak.
Kedatangan ketiga laki - laki itu disambut oleh semua orang yang ada disana, apa lagi Sosok Rizki sangat penting bagi rumah singgah ini. Dia merupakan salah satu pendiri dari rumah singgah ini. Rumah singgah ini dia dirikan 3 tahun yang lalu dengan seorang sahabatnya. Awalnya hanya beberapa anak saja yang menjadi muridnya, dan awal mula mereka belajar di sebuah taman di Kota Kediri. Lama kelamaan anak - anak yang ikut dalam kegiatan rumah singgah ini pun menjadi semakin banyak.
Dengan seiring waktu kedua sahabat itu memikirkan bagaimana caranya agar mereka mendapatkan tempat untuk memperbesar rumah singgah yang mereka dirikan. Mereka kesana kemari mengajukan gagasan mereka pada setiap orang yang mereka rasa mampu memberikan tempat untuk mereka. Tapi jalan yang mereka lalui tak semudah itu, banyak sekali penolakan yang mereka dapatkan.
Tapi karena kegigihan mereka, pada akhirnya mereka mendapatkan tempat yang mereka inginkan. Awalnya mereka hanya memberi tempat di pendopo saja. Tapi dua tahun yang lalu karena mendapatkan dana dari seorang dermawan dan mereka mengumpulkan dana dari kantong pribadi mereka. Serta pemerintah desa juga ikut andil karena memberikan tanah dalam komplek kantor kelurahan yang kosong untuk mendirikan rumah singgah itu.
Dan akhirnya rumah singgah itu pun berdiri, belajar mengajar dilakukan disini setiap sore hari seusai waktu Ashar. Siapa saja boleh belajar disini dan tidak dipungut biaya. Semua mata pelajaran diajarkan disini termasuk bahasa Inggris, mengaji, dan berbagai ketrampilan.
__ADS_1
" Assalamualaikum anak - anak "
" Walaikumsalam " Jawab mereka serempak.
" Seperti biasa karena hari ini hari ..... "
" Kamis "
" Maka kegiatan kita kali ini mengaji, dan mari setelah selesai kegiatan belajar kita akhiri dengan baca Yasin dan Tahlil ya. "
" Iya kak "
Rata - rata pengajar disini adalah guru di sekolah juga, jadi bukan hal susah untuk mereka membagi ilmu yang mereka miliki. Apalagi anak - anak disini adalah anak yang kurang beruntung, karena diusia mereka yang seharusnya mendapat pendidikan. Tetapi mereka tidak mendapatkannya karena keadaan dan latar belakang mereka yang kurang mampu.
Benar saja kedatangan Rizki sore itu cukup mengubah suasana sore itu. Baik bagi anak - anak yang sedang belajar maupun bagi para tenaga pengajar. Ada semangat tersendiri karena kedatangan sang pendiri rumah singgah itu apa lagi dia tadi datang dengan membawa buah tangan.
" Alhamdulillah ya Pak, karena kedatangan sampen anak - anak dan teman - teman disini jadi tambah semangat. "
" Aku terlalu sibuk dengan urusan di yayasan jadi melupakan tempat yang paling nyaman bagiku. "
" Tidak apa - apa Pak, tenang saja. Insyaallah kami disini bisa sampean percayai untuk mengurus rumah singgah ini. Tanggung jawab sampean kan banyak selaku kepala yayasan apa lagi disaat - saat seperti ini. " Sambil menoleh kearah Rizki yang berdiri di sampingnya.
" Rumah singgah ini impian kami, jadi sekuat tenaga aku akan menjaga keberlangsungannya. "
" Maksutnya Pak ? "
" Rumah singgah ini impian ku dan seorang temanku, tapi sayangnya karena suatu hal dia tak pernah lagi kesini. "
Tatapan pria berwajah tampan itu berubah menjadi pias, terasa kesedihan yang mendalam dari sorot matanya yang bergetar. Diusap wajahnya dengan kasar sembari menghela nafas panjang seolah - olah membuang kegundahan dalam hatinya.
" Maaf mas kalau saya terlalu lancang dalam bertanya. Ini sampean minum dulu. " Ucapnya sembari memberikan sebotol air mineral kepada Riski.
" Ngak papa, cuma aku merasa bersalah kepadanya. "
" Ayo mas kita ikut bergabung dengan yang lain sepertinya mereka sudah akan memulai bacaan Yasin dan Tahlilnya. "
Mereka pun ikut bergabung dengan lainnya membaur dengan anak - anak yang menunggu temannya menyelesaikan bacaan mereka.
Bersambung ........
kakak semua, mohon dukungannya ya jangan lupa tekan tanda like.
Karna like kalian itu jadi mood booster buat aku semangat buat nulisnya π₯°π₯°
Aku akan berterimakasih sekali bila kalian juga mau komen untuk karya pertamaku ini.
__ADS_1
semoga kita sehat selalu Amien
Salam hangat dari ku Putri Dewiπππ