Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Mempersiapkan Kejutan


__ADS_3

Dia terus melamun cukup lama memikirkan cara terbaik yang bisa dia lakukan untuk memperbaiki hubungan komunikasinya dengan Olivia, sekretaris Dep juga tidak tahu apa yang bisa dia lakukan untuk membantu bos besarnya tersebut, sehingga dia pun berniat pergi dari sana untuk melanjutkan pekerjaannya lagi, tapi saat dia hendak pergi tuan Kaiden justru malah menahannya dan meminta pendapat juga saran dari sekretaris Dep yang dia pikir lebih berpengalaman dibandingkan dirinya dalam hal percintaan seperti ini.


"Tuan kalau begitu saya permisi, banyak pekerjaan lain yang harus di kerjakan." ucap sekretaris Dep saat itu.


"Eehh.. Eh... Ehh Dep tunggu dulu, kau ini seenaknya pergi setelah membuat aku kebingungan, duduk dan bantu aku mencari solusi untuk membujuk bocah kecil itu." ucap tuan Kaiden menahan sekretaris Dep.


Sekretaris Dep menatap heran sembari pasrah dan kembali duduk di kursi tersebut, dia mulai bertanya tentang hal-hal yang disenangi Olivia, namun sayangnya setiap kali sekretaris Dep mengajukan pertanyaan mengenai Olivia, tidak ada satupun yang dapat di jawab oleh bosnya tersebut, seakan tuan Kaiden benar-benar tidak mengenal istrinya sendiri, padahal mereka sudah bersama dalam waktu yang lama, ditambah mereka tinggal di satu atap yang sama juga.


"Tuan apa kau tahu apa saja yang disukai nona Olivia?" tanya sekretaris Dep pada awalnya.


"Tidak tahu." jawab tuan Kaiden begitu singkat.


"Apa kau juga tidak tahu apa yang dia inginkan atau diharapkan darimu?" tanya sekretaris Dep lagi.


"Sepertinya tidak ada, dia tidak pernah bicara tentang hal itu."


"Atau apa makanan kesukaannya? Tempat favoritnya dan aktivitas yang paling sering dia lakukan, apa kau tahu semua itu?" balas sekretaris Dep semakin banyak bertanya.


Membuat tuan Kaiden langsung memberikan tatapan tajam ke arahnya dengan kening yang sedikit mengkerut, tatapan itu membuat sekretaris Dep merasa takut dan gugup, dia langsung menjauhkan dirinya dari tuan Kaiden dan segera memperbaiki ucapannya.


"Ekm... Maaf tuan saya hanya bertanya saja, karena untuk membujuk seorang perempuan memang harus mencari tahu dahulu hal-hal kesukaannya, baru kita bisa membuat rencana." ujar sekretaris Dep menjelaskan.


"Cih, ribet sekali. Aku tidak tahu apa yang dia suka dan hal apa yang senang dia lakukan, lagi pula aku tidak perduli dengan semua itu, jadi kenapa kau tidak tanyakan langsung pada orangnya saja." balas tuan Kaiden benar-benar tidak peka.

__ADS_1


"Haduhh.. Tuan kau ini pria macam apa sih, seorang wanita senang diberikan kejutan dan senang untuk di pahami oleh seorang pria apalagi kau suaminya dan nona Olivia masih sangat muda sikapnya seperti anak kecil dia pasti ingin di manja dan diperlakukan lemah lembut olehmu, harusnya kau bisa mencaritahu semua itu sendiri, lalu memberikan semua perhatian yang kau miliki untuknya, dengan begitu dia pasti merasa disayangi olehmu." balas sekretaris Dep menjelaskan semuanya dengan wajah yang sedikit geram kepada tuan Kaiden.


Saking gemas dan kesalnya sekretaris Dep kepada tuan Kaiden dia bicara dengan meninggikan suaranya sekaligus membelalakkan matanya sangat lebar karena terpancing emosi dan tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk menjelaskan semua itu dengan keras terhadap tuannya tersebut.


Semua itu dia lakukan demi kebaikan tuannya sendiri agar hubungan dia dengan istrinya bisa membaik dan dia juga tidak akan dipusingkan lagi karena melihat tuan Kaiden yang tidak fokus dalam pekerjaannya selama di kantor, terlebih saat ini perusahaan sangat membutuhkan tuan Kaiden untuk menyalahkan berbagai macam permasalahan yang ada juga untuk menjalankan proyek yang hampir gagal tersebut.


Sementara disisi lain tuan Kaiden sendiri menatap terdiam, dia mulai mendapatkan pencerahan dan berpikir sama dengan apa yang dikatakan oleh sekretaris Dep barusan, disaat sekretaris Dep meminta maaf kepadanya tuan Kaiden sama sekali tidak marah dengan hal itu.


"A..ahh..maaf tuan tolong maafkan saya, tadi saya keceplosan karena terbawa suasana, maafkan saya karena sudah lancang bicara dengan nada tinggi pada anda." ucapnya sambil terus membungkuk di hadapan tuan Kaiden.


"Aishh.. sudahlah kau tidak salah ayo cepat duduk lagi dan beritahu saja aku bagaimana cara membuat kejutan bagi anak kecil sepertinya." balas tuan Kaiden mengejutkan sekretaris Dep.


"Ehh, tuan kau sungguh tidak marah dengan saya?" tanya sekretaris Dep yang merasa heran.


Karena biasanya tuan Kaiden selalu mudah terpancing emosi dan dia sangat benci pada siapapun yang berani bicara tinggi terhadapnya, namun kali ini sekretaris Dep sama sekali tidak mendapatkan semprotan apapun darinya, jadi wajar saja jika saat itu sekretaris Dep begitu kaget dan kebingungan.


"Aku tidak marah kali ini, tapi jika kau mengulanginya lagi, kau aku pecat!" balas tuan Kaiden mengancamnya.


"A..A..AA..baik tuan." balas sekretaris Dep gugup.


"Hadehhh untung saja aku selamat, ini pasti berkah dari nona Olivia, terimakasih nona kau sudah hadir di hidupnya, setidaknya dia tidak setempramen dulu lagi." batin sekretaris Dep penuh syukur.


"Heh, Dep, kenapa kau malah diam saja, cepat beritahu aku bagaimana cara membuat kejutan untuknya," tanya tuan Kaiden semakin terlihat semangat.

__ADS_1


Dengan cepat sekretaris Dep menjelaskannya, dia bahkan mau membantu tuan Kaiden secara langsung untuk mengurusi semua persiapan tersebut, membuat tuan Kaiden merasa sedikit senang sampai sebuah senyum kecil tergambar di wajahnya.


"Dep tapi apa kau yakin rencana ini akan berhasil?"


"Yakin tuan, saya sudah melakukan hal seperti ini pada beberapa wanita yang saya kejar, ya walaupun saya gagal mendapatkan hati mereka tapi kejutan ini tidak pernah gagal membuat mereka terpukau." balas sekretaris Dep membanggakan dirinya sendiri.


Padahal selama ini dia jomblo akut yang sudah sangat lama menyendiri tanpa pasangan, juga selalu gagal setiap kali ingin mengutarakan perasaannya, entah itu di tolak atau wanitanya berujung meninggalkan dirinya sebab sekretaris Dep yang selalu sibuk dengan pekerjaannya sekaligus mendampingi tuan Kaiden kapan saja tuannya itu membutuhkan dirinya, sehingga tidak ada wanita yang tahan dengan kesibukan sekretaris Dep yang super padat.


Tapi walaupun begitu tidak bisa di pungkiri wajah tampan dan karisma yang dia miliki memang mampu memikat hati wanita mana saja yang dia temui, jadi tuan Kaiden mempercayai semua saran yang diberikan oleh sekretarisnya itu, dia mulai menyerahkan masalah ini kepada sekretaris Dep, dan hanya bisa menurutinya saja, mulai dari mempersiapkan kejutan bagi Olivia bahkan di paksa untuk pergi ke toko bunga secara langsung oleh sekretaris Dep agar Olivia merasa senang sebab dirinya sendiri yang datang dan memilih bunganya secara langsung untuk diberikan kepada istri kecilnya itu, sekretaris Dep juga menyuruh tuan Kaiden untuk membelikan sebuah perhiasan yang bisa digunakan oleh Olivia, saat itu karena bingung dengan apa yang disukai istri kecilnya, tuan Kaiden pun memilih secara acak dan dia mengambil sebuah kalung dengan liontin berbentuk kupu-kupu warna biru mengkilap, sangat cantik dan begitu mahal harganya.


Bahkan pelayan disana memuji tuan Kaiden dan mengatakan bahwa kalung yang dia pilih adalah koleksi terbaru dari tempatnya juga termasuk dalam barang branded yang sulit di dapatkan dimanapun sebab dirancang khusus oleh pemahat berlian untuk menciptakan bentuk kupu-kupu yang cantik itu secara alami.


"Wahhh tuan anda memilih kalung yang tepat, kalung seperti ini hanya ada satu yang tersedia saat ini, dan menjadi sempel pertama di toko kami, pasti istri anda sangat senang bisa mendapatkannya. Anda suami yang perhatian." ujar sang pelayan memujinya.


Mendapatkan pujian seperti itu tentu membuat tuan Kaiden sangat senang dia bahkan terus saja menaikkan kedua alisnya dan merasa sedikit angkuh sebab merasa dirinya akan berhasil untuk membujuk istri kecilnya tersebut.


Sekretaris Dep sendiri hanya bisa memalingkan pandangan dari tuan Kaiden sebab dia sudah tahu bahwa bosnya tersebut memang mudah sekali melayang ke angkasa hatinya disaat mendapatkan pujian dari siapapun itu. "Hadehhh dia pasti mulai besar kepala." Batin sekretaris Dep saat itu.


Tuan Kaiden sudah mantap membelinya dan mereka segera pulang menuju kediaman mewah milik tuan Kaiden, selama di perjalanan tidak henti hentinya tuan Kaiden membuka tutup kota berisi kalung tersebut, dia sudah sangat tidak sabar memberikannya kepada Olivia dengan membayangkan hal-hal lainnya. "Dep, aku yakin dia pasti akan langsung memelukku dan berjingkrak riang mendapatkan kado semahal dan seindah ini dariku, haha aku memang suami yang hebat iya kan?" ucap tuan Kaiden bertanya pada sekretaris Dep yang tengah menyetir saat itu.


Sebenernya sekretaris Dep sendiri tidak terlalu yakin dengan reaksi seperti apa yang akan diberikan oleh Olivia, tetapi untuk menyenangkan hati bosnya dia tentu harus memberikan dukungan dan berada di pihak tuan Kaiden, oleh karena itu sekretaris Dep pun segera mengangguk dan menanggapinya cukup antusias.


"Ahaha... Ya tentu saja tuan, anda bayangkan saja wanita mana yang bisa menolak kejutan seperti ini, apalagi dari dirimu yang terkenal sangat anti membuat kejutan bagi siapapun, yaaa kecuali kejutan menyedihkan." balas sekretaris Dep kepadanya.

__ADS_1


Karena suasana hati tuan Kaiden sedang baik, jadi sindiran kecil dari sekretaris Dep barusan sama sekali tidak dia masukkan ke dalam hati, justru tuan Kaiden malah tertawa menanggapinya. "Ahaha... Dep.. Dep kau ini ada-ada saja, memangnya aku sekejam itu." balas tuan Kaiden yang tidak menyadari betapa kejamnya dia selama ini.


Sekretaris Dep hanya bisa menggelengkan kepala pelan sembari menghembuskan nafas cukup kasar, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada tuan Kaiden tentang betapa menyebalkan dan kejamnya sosok tuan Kaiden di mata dirinya juga para karyawan kantor yang lain. Sekretaris Dep lebih memilih diam dan mengambil jalan aman daripada jabatannya yang akan terancam jika dia angkat bicara saat itu.


__ADS_2