
Langsung saja tuan Kaiden terlihat terperangah dan dia memegangi mulutnya sendiri untuk menutupi mulutnya yang terperangah saat itu karena mendengar jawaban dari Olivia yang begitu santai dan terlihat begitu tidak perduli sama sekali dengan apa yang dia bicarakan, sehingga tuan Kaiden sama sekali tidak bisa berkata-kata lagi saat itu.
"Aa..AA..ahhh..apa yang salah denganmu, biasanya semua wanita selalu senang dengan kekayaan dan kemewahan, mereka juga selalu menggodaku bahkan melakukan berbagai cara untuk bisa dekat denganku karena karir cemerlang yang aku miliki, tidak mungkin kau benar-benar tidak tertarik dengan semua itu bukan?" Ucap tuan Kaiden masih merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis 19 tahun itu sebelumnya.
Olivia hanya bisa menggelengkan kepalanya sesaat dan dia menghembuskan nafasnya dengan lesu, sama sekali tidak bisa mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran tuan Kaiden, yang hanya mengira bahwa semua wanita memiliki karakter yang sama.
"Tuan sudahlah kau jangan bicarakan soal harga, kedudukan dan semua kekayaan yang kamu miliki, karena tanpa kau memperlihatkannya kepadaku, aku juga sudah tahu, bahwa kau sangatlah kaya raya, dan kau begitu memiliki karir cemerlang, tapi sayangnya aku tidak sama dengan wanita lain, mungkin ada beberapa wanita lain juga di luar sana yang memiliki pikiran yang sama denganku, kita tidak terlalu mengutamakan uang dan kedudukan, karena aku bisa bertahan hidup dengan caraku sendiri, meski aku tahu aku tidak sekuat dirimu." Balas Olivia bicara dengan penuh kepercayaan diri.
"CK... Kita lihat saja nanti." Batin tuan Kaiden dengan wajahnya yang menahan emosi saat itu.
Setelah itu sudah tidak ada percakapan lagi diantara kedua orang tersebut dan tuan Kaiden masih saja belum mempercayai apa yang dikatakan oleh Olivia sehingga dia berpikir untuk mencoba mengujinya dengan harta yang dia miliki, saat baru saja sampai di kediamannya, tuan Kaiden langsung menyuruh Dep untuk membelinya sebuah ponsel keluaran terbaru yang paling mahal juga membelikan banyak makanan mewah dari luar untuk segera di kirim ke rumahnya malam itu juga.
Dia berniat untuk menguji Olivia dengan apa yang sudah dikatakan oleh gadis itu saat di perjalanan pulang sebelumnya.
__ADS_1
"Haha.. lihat saja nanti, semua wanita pasti akan tertarik dengan ponsel mahal keluar terbaru ini, apalagi dengan makanan mewah yang melimpah, terlebih kelihatannya anak muda seperti dia pasti suka jajan kan." Gerutu tuan Kaiden memikirkan.
Dia terus saja menunggu dengan tidak sabar sampai ketika paketannya itu tiba, dia tidak mau menunggu waktu lama lagi, langsung menyuruh bibi Lil membawa Olivia ke meja makan untuk menikmati makan malam dengannya.
Olivia yang tidak tahu apapun dia hanya mengikuti semuanya dengan santai, duduk di depan meja makan dan mulai menikmati makanan secukupnya bersama dengan tuan Kaiden, bahkan disaat Olivia hanya mengambil satu lauk saja pada piring makannya tuan Kaiden, seakan tidak terima dan dia sudah merasa sangat gemas sebab Olivia sama sekali tidak mencoba lauk yang lainnya yang sangat menggugah selera di atas meja makan malam itu.
"Hei bocah kerdil, kenapa kau makan sangat sedikit? Ada banyak sekali makanan yang aku sajikan untukmu dan aku beli dengan harga yang mahal kenapa kau hanya mengambil satu lauk saja?" Tanya tuan Kaiden saking sudah kesal melihat Olivia yang terus saja tidak mengambil pancingan yang sudah di berikan tuan Kaiden.
Olivia terus mengerutkan kedua alisnya saat mendapatkan ucapan seperti itu dari tuan Kaiden yang ada di hadapannya saat itu.
Terus saja matanya terbelalak sangat lebar dengan kedua alis yang dia naikkan bersamaan, rasanya tuan Kaiden sudah sangat kesal dan ingin meledakkan semua amarah dalam dirinya saat itu, tetapi dengan cepat dia segera menenangkan dirinya dan terus berusaha menahan diri agar tidak sampai diketahui oleh Olivia bahwa sebenarnya dia tengah menguji Olivia saat itu.
"Aishh...anak ini benar-benar menjengkelkan, bagaimana bisa dia malah menyarankan aku untuk berhemat dan menyedekahkan semua makanan ini pada pelayan rendah seperti mereka, apa otaknya itu sudah terganggu?" Batin tuan Kaiden merasa sangat jengkel. Dia terus saja melanjutkan makannya kembali dengan wajah yang sangat murung dan sangat kesal.
__ADS_1
Sedangkan Olivia sendiri hanya menghabiskan makanan di piringnya sesuai dengan apa yang dia katakan sebelumnya dan segera pergi ke kamarnya telat setelah makan malamnya itu selesai, tetapi sebelum Olivia benar-benar pergi ke kamarnya tuan Kaiden kembali menahan dia untuk memberitahukan bahwa besok dia akan membawa Olivia pada jamuan makan malam dengan keluarganya.
"Eh..tunggu, mau kemana kau langsung bangkit setelah makan?" Tanya tuan Kaiden menahannya.
"Aku mau ke kamar memangnya kemana lagi, aku juga tidak bisa kabur kan, kalau bisa aku pasti akan kabur darimu." Balas Olivia yang membuat darah tuan Kaiden semakin mendidih.
"Awas saja jika kau mencoba melarikan diri dariku, akan aku kejar kau bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun." Balas tuan Kaiden yang membuat Olivia sangat takut sampai merasa merinding mendengar ancamannya tersebut.
"Ingat kau harus mempersiapkan dirimu, karena besok malam aku akan membawamu menemui keluarga besarku, kau harus tampil cantik dan berperilaku layaknya orang kaya yang berkelas, jangan mempermalukan aku, apa kau mengerti?" Ucap tuan Kaiden memperingatinya.
Gadis manis itu hanya mengangguk dengan wajahnya yang sudah sangat malas untuk mendengar ucapan dari tuan Kaiden yang selalu saja memperingati dia dalam segala hal, Olivia bahkan langsung kembali melanjutkan langkahnya tepat ketika dia sudah mengangguk pada tuan Kaiden, tetapi dengan cepat tuan Kaiden menarik tangannya lagi dan menyuruh Olivia untuk ikut dengannya.
"Eehh...hanya itu saja yang kau jawab padaku? Mau kemana lagi kau?" Ucap tuan Kaiden menarik tangan gadis kecil itu dengan segera.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi tuan, aku tidak tahu bagaimana caranya menghadapi orang dewasa sepertimu, aku sudah tahu aku harus bersikap seperti apa dan kau tidak perlu merasa cemas atas semua itu." Balas Olivia dengan wajah yang begitu polos dan tanpa rasa bersalah sedikitpun.