Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Melihat Matahari Terbit


__ADS_3

"Apa masalahnya jika semua ini kau yang membelikan, yang benar itu sekarang aku yang tengah menyusunnya dan sudah melipat semuanya dengan rapih, nah sekarang coba kau tutup koperku ini, ayo cepat lakukan!" Ujar Olivia mulai menyuruh tuan Kaiden dengan sengaja dan sedikit mendesaknya karena tuan Kaiden malah menatap tajam ke arah dia.


"Kenapa kau malah menyuruh-nyuruh aku? Kenapa tidak kau saja yang menutupnya ini kan koper milikmu dan berisi semua pakaian mu untuk apa harus aku yang menutupnya?" Balas tuan Kaiden yang malah menolaknya.


Membuat Olivia sangat kesal hingga dia berkacak pinggang dan terus saja membentak tuan Kaiden sembari memelototi tuan Kaiden dengan emosi.


"Ayo cepat lakukan, ini hanya menutup koper saja, tidak mungkin kau tidak bisa melakukannya kan?" Bentak Olivia memancing tuan Kaiden marah.


Karena marah dan tidak mau disepelekan oleh gadis kecil itu, tuan Kaiden pun mulai menurutinya dan dia segera menutupi koper tersebut dengan pelan, yang anehnya disaat Olivia kembali menyuruh tuan Kaiden untuk menarik resleting koper tersebut, tuan Kaiden mulai memahami apa maksud dari gadis kecil tersebut menyuruhnya menutup hingga menarik resleting koper miliknya saat itu.


Dia mendapatkan kemudahan saat melakukan dan sama sekali tidak perlu menggunakan tenaga yang besar. "Eehhh kenapa kopermu sangat mudah untuk di tutup dan resletingnya bahkan begitu ringan, apa kau sudah memperbaikinya? Tadi aku menutupnya tidak bisa juga." Gerutu tuan Kaiden yang awalnya masih berpikir.


"Coba saja kau pikir sendiri kenapa bisa begitu." Balas Olivia sengaja membiarkan tuan Kaiden agar mendapatkan jawabannya sendiri.


Sampai tidak lama akhirnya tuan Kaiden pun menyadarinya, bahkan semua ini terjadi akibat dia yang tidak menata dengan baik semua pakaian miliknya tersebut, sehingga hal itu membuat ruang dalam koper tidak digunakan dengan baik dan malah membuatnya menjadi sempit, sehingga pakaian saling menumpuk dan sulit untuk di tutup apalagi ketika ditarik resletingnya dengan paksa.

__ADS_1


"AA..AA..ahhhh jangan bilang semua ini terjadi karena aku yang tidak menata pakaian ke dalam koper." Tambah tuan Kaiden baru menyadarinya.


Dia menahan rasa malu dalam dirinya yang membuat kedua pipinya merah merona saat itu. Sedangkan Olivia mengangguk pelan kepada tuan Kaiden karena memang itulah yang dia maksudkan sedari tadi, bahwa semuanya bisa di bereskan dengan mudah, jika dia menata semua pakaian dengan benar dan rapih sehingga membuat ruang dalam koper menjadi lebih luas dan bisa memuat lebih banyak pakaian di dalamnya.


"Yap, sekarang akhirnya kau tau juga dengan maksudku sedari tadi, haduhhh lagian kau ini bagaimana sih mana ada orang yang berkemas memasukkan pakaian ke dalam koper dengan cara yang kamu lakukan barusan." Balas Olivia sambil kembali melipatkan semua pakaian milik tuan Kaiden yang masih berserakan di sekitar sana saat itu.


Sedangkan tuan Kaiden segera mendekati Olivia dan dia terus saja menarik tangan Olivia untuk ikut dengannya dan membiarkan pakaian dia agar dikemas oleh pelayan yang ada disana karena di pulau itu da juga pelayan wanita beberapa orang yang biasa membereskan rumah dan menjaga tumbuhan.


"Aishh.. sudahlah ayo ikut denganku." Ucap tuan Kaiden terus menarik tangan Olivia secara tiba-tiba membuat gadis itu kebingungan.


"Sudah biarkan saja disana ada pelayan yang bisa membereskan semuanya, kau ikut saja denganku, kita pergi bermain di pantai sembari menunggu kapalnya tiba." Balas tuan Kaiden sembari terus saja berlari sambil menggandeng tangan Olivia terus menerus.


Olivia pun tersenyum kecil dan dia terus mengikuti tuan Kaiden menatap tangannya yang di gandeng sangat erat oleh tuan Kaiden, mereka sampai di tepi pantai dan tuan Kaiden langsung berdiri di dekat pelabuhan kecil yang ada disana, nampak matahari terlihat sangat jelas dan cahayanya menerpa tubuh mereka sangat dekat, itu menciptakan pemandangan yang sangat indah, membuat Olivia terpukau melihatnya.


"Wahhh ini benar-benar indah sekali, tuan darimana kau tahu bahwa pemandangan seindah ini bisa dilihat dari sini." Ujar Olivia sembari duduk di samping tuan Kaiden.

__ADS_1


"Tentu saja aku tahu, ini kan pulau milikku, semua yang ada disini aku mengetahuinya dengan baik, dulu bahkan aku sering bermain ke pulau ini seorang diri dan selalu menyaksikan pemandangan matahari tenggelam dan terbit di setiap harinya." Balas tuan Kaiden kepada Olivia.


"Aishh..kalau begitu kenapa kemarin kau tidak mengajak aku juga untuk melihat matahari tenggelam, aku kan sangat ingin melihatnya secara langsung." Balas Olivia kepada tuan Kaiden saat itu. Sedangkan tuan Kaiden hanya tersenyum kecil dengannya.


Sebab bagaimana mungkin tuan Kaiden bisa mengajaknya karena situasinya selalu saja tidak memungkinkan bagi mereka berdua dan selalu ada halangan setiap kali tuan Kaiden ingin mengambil kesempatan dari Olivia.


"Bagaimana bisa aku mengajakmu, saat di pantai sebelumnya kau saja merajuk sendiri dan aku harus mencarimu kesana kemari, tidak ada waktu untuk menyaksikan pemandangan sama sekali, apalagi matahari terbenam." Balas tuan Kaiden yang sesuai dengan faktanya.


Membuat Olivia tersenyum lebar karena dia sadar akan kebodohan yang pernah dia lakukan sebelumnya, tapi walau begitu Olivia tetap tidak mau meminta maaf dan mengakui kebodohannya itu, dia terlalu gengsi untuk mengatakan semua itu jadi terus saja mencari alasan kepada tuan Kaiden agar dia sendiri tidak terlihat konyol di depan suaminya tersebut. "Ahhh itu sih beda lagi urusannya, aku kan kabur karena kau sendiri yang menyuruhku untuk pergi jadi kau tidak bisa menyalahkan aku untuk hal itu." Balas Olivia yang selalu saja bisa menjawab apapun yang dikatakan oleh tuan Kaiden kepadanya.


Padahal sudah sangat jelas sekali bahwa memang Olivia sendiri lah yang membuat kacau sampai mengharuskan semua anak buah beserta para tukang dalam pembangunan mall disana turun tangan mencari Olivia ke seluruh penjuru pantai saat itu.


"Ya...ya..ya... terserah kau saja, wanita memang selalu ingin merasa benar." Balas tuan Kaiden yang tidak mau mencari masalah lagi dengan gadis tersebut.


Tetapi sayangnya Olivia tidak senang dengan apa yang baru saja dikatakan oleh tuan Kaiden tentang seorang wanita yang selalu benar di matanya, padahal Olivia sendiri tidak pernah merasa seperti itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu mengatakan begitu, aku kan tidak bilang jika kau salah dan aku benar, aku hanya bicara tentang fakta, dimana saat itu memang kamu sendiri yang mengusir aku dan menganggap aku sangat mengganggu karena banyak bicara, jadi ya aku pergi saja bermain sendiri, memangnya salahku dimana?" Balas Olivia melawannya lagi dan menyangkal ucapan dari tuan Kaiden secara tepat di depan orangnya sendiri.


__ADS_2