Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Menyalahkan Seno


__ADS_3

Tuan Kaiden langsung menatap ke arah asal suara yang bertanya kepadanya hingga tatapan matanya tertuju kepada Seno dengan sorot mata yang tajam dan emosi yang sudah menggebu di dalamnya sejak awal, dia langsung saja membentak Seno sembari langsung mencengkeram kerah baju Seno untuk ke dua kalinya dan terus saja mendorong Seno hingga tersentak ke dinding dengan kuat, bahkan sempat membuat Seno merasa sesak dan kesulitan bernafas di buatnya, tapi sayangnya tuan Kaiden sama sekali tidak perduli dengan apa yang terjadi kepada adik tirinya itu, yang dia perdulikan saat ini hanya untuk membalas kekesalan dan melampiaskan emosi yang ada dalam dirinya sejak tadi.


Tatapan matanya benar-benar sangat menakutkan dan membuat Seno ikut merasa takut karenanya, tetapi dia sudah terlambat untuk melarikan diri karena saat ini tubuhnya sudah di cengkram dengan kuat oleh tuan Kaiden sembari terus di desak dengan banyak pertanyaan olehnya dan tuan Kaiden benar-benar menyalahkan Seno atas semua kejadian yang telah terjadi kepada Olivia saat ini. "Kau, semua ini karena ulahmu, jika kau tidak membiarkan dia pulang sendiri, istriku tidak akan seperti ini!" Bentak tuan Kaiden sangat kencang dengan wajah yang merah padam dan seketika dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


Saat itu hampir saja tuan Kaiden hendak melayangkan tangannya kepada wajah Seno namun untung saja sekretaris Dep datang tepat waktu sehingga berhasil menahan tangan tuan Kaiden dengan kuat terlebih dahulu dan dia terus saja berusaha untuk menjauhkan tuan Kaiden dari Seno agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Tuan sabar tuan kau harus mengontrol emosi dalam dirimu dahulu, jika kau melakukan sesuatu kepadanya tuan Kandensus akan semakin membenci anda dan bisa saja menyalahkan anda nantinya." Ucap sekretaris Dep mencoba untuk memberitahu tuan Kaiden siapa tidak terus tersulut emosi kepada Seno kala itu, Seno sendiri juga langsung membenarkan posisi berdirinya dengan nafas menderu dan dia terus saja melonggarkan kemeja yang dia kenakan saat itu sambil memegangi kerah bajunya agar dia bisa bernafas dengan lebih leluasa.


Dia berjalan menghampiri tuan Kaiden untuk meminta maaf kepadanya atas semua tindakan sembrono yang sudah dia lakukan hingga membuat Olivia sampai seperti ini, bahkan Seno sendiri bernia untuk berjanji dan rela mendapatkan balasan apapun dari tuan Kaiden hanya untuk menebus dosa yang sudah dia lakukan saat ini.


"Kak aku minta maaf, aku tidak bermaksud sengaja untuk melakukan semua ini kepada istrimu, apapun yang terjadi kepada Olivia aku rela untuk menanggunya dan bertanggung jawab penuh atas keselamatan dia, aku janji deganmu kak." Ucap Seno dengan penuh rasa bersalah dalam hatinya saat itu.


Namun sayangnya tuan Kaiden sudah tidak bisa mempercayainya lagi dan dia tidak perduli atas apapun lagi yang bersangkutan dengan Seno, yang ada dalam hati tuan Kaiden saat ini hanyalah emosi menggebu dan rasa penuh kekesalan dalam dirinya.

__ADS_1


"Kau sangat mudah bicara seperti itu, tapi jika sesuatu terjadi dengannya dan kau tidak bisa menolongnya apa yang bisa kau lakukan? Dia masih sangat muda dan kau biarkan dijalanan begitu saja apa kau pikir dia ini barang yang bisa kau tinggalkan dimana saja!" Bentak tuan Kaiden lagi dengan penuh emosi dan kedua tangan yang dia kepalkan sangat kuat, bahkan sorot matanya saja nampak begitu tajam dan memerah, karena emosi yang sudah naik pada kepalanya.


Seno hanya bisa tertunduk sembari menghembuskan nafas dengan lesu dia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar tuan Kaiden bisa mempercayai ucapannya sekaligus memaafkan kesalahan yang sudah dia lakukan, hingga tidak lama dalam suasana yang sangat menegangkan itu tiba-tiba saja muncul sang dokter yang baru keluar dari ruangan rawat di ikuti dengan Olivia yang hendak di pindahkan ruangannya, dengan cepat tuan Kaiden bangkit berdiri dan dia menyenggol Seno dengan kuat hingga adik tirinya itu hampir jatuh, tuan Kaiden tidak perduli dengan apapun dia hanya ingin bertanya kepada sang dokter secepatnya mengenai kondisi dasi istri kecilnya tersebut.


"Dokter bagaimana kondisi istri saya? Apa dia baik-baik saja? Dokter ayo cepat jawab!" Bentak tuan Kaiden yang dengan beraninya bicara sangat lantang kepada dokter tersebut ditambah membelalakkan matanya sangat lebar, sehingga membuat sang dokter terlihat cukup gugup sebab dia juga mengenal siapa tuan Kaiden yang membentak dia saat ini.


"Tuan tenangkan dirimu dulu biarkan sang dokter menjelaskannya dengan pelan." Ucap sekretaris Dep masih berusaha untuk menenangkan tuan Kaiden.


"Tuan tenang saja nona Olivia memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat, dia hanya demem karena terlalu lama berada dalam guyuran hujan setelah mendapatkan obat turun panas dan infus dia akan baik-baik saja, tapi yang membuat saya khawatir adalah mentalnya, sepertinya nona Olivia ini pernah mengalami trauma yang sangat berat hingga membuat dia jadi seperti ini, saya sarankan anda memberikan perhatian lebih kepadanya." Ucap sang dokter menjelaskan yang membuat tuan Kaiden merasa tenang sekaligu merasa kebingungan, sebab dia tidak tahu trauma semacam apa yang sudah di derita gadis kecil itu selama ini.


Dia juga takut jika trauma itu adalah trauma yang dia buat karena kejadian mereka di kamar hotelnya beberapa bulan lalu sebelum mereka memutuskan untuk menikah dan menjadi pasangan hidup seperti saat ini. "Apa mungkin dia mengingat kejadian malam itu, apa dia akan takut dan sangat membenciku?" Batin tuan Kaiden memikirkannya.


Sekretaris Dep merasa heran sebab melihat tuan Kaiden yang langsung terdiam mematung setelah mendengar jawaban dari dokter dia bahwa tidak melihat gadis kecil itu yang di pindahkan ke ruangan lain, yang ada malah Seno yang ikut mendorong gadis tersebut dan membawanya ke ruang rawat yang lain, sekretaris Dep segera berusaha untuk menyadarkan tuan Kaiden dan terus saja mengibaskan tangannya di depan wajah tuan Kaiden.

__ADS_1


"Hei...tuan apa kau baik-baik saja? Tuan ada apa dengan anda, nona Olivia sudah di pindahkan ke ruang rawat dan tuan Seno menemaninya apa kau akan tetap diam saja begini?" Ucap sekretaris Dep sedikit meninggikan suaranya sembari menepuk pundak tuan Kaiden cukup kuat, hingga akhirnya berhasil juga menyadarkan tuannya itu.


"Aahh iya...aku akan segera memeriksanya kau bantu bawa barang-barang itu, aku akan menginap menemaninya di sini malam ini." Balas tuan Kaiden sambil segera berlari pergi dari sana secepatnya.


Tuan Kaiden segera pergi dengan cepat untuk masuk ke dalam ruang rawat tersebut, tapi sesampainya disana yang tuan Kaiden lihat justru malah Seno yang nampak hendak membantu Olivia duduk, dengan cepat tuan Kaiden langsung mendekatinya dan menarik tangan Seno ke belakang dengan kuat, untuk menjauhkan adik tirinya dari istri kecil dia secepatnya.


"Minggir kau, aku kan sudah memperingati mu untuk tidak mendekati istriku lagi, kenapa kau malah semakin menjadi-jadi, apa kau pikir semua yang aku katakan denganmu hanya kau anggap candaan saja!" Bentak tuan Kaiden kepada-nya sangat kencang bahkan sampai urat di lehernya terlihat dan begitu jelas membentak kencang Seno saat itu, Seno segera meminta maaf dan berusaha untuk menjelaskan kepadanya.


"Kak ini tidak seperti yang kau kira aku sama sekali tidak bermaksud apapun apalagi untuk mendekati istrimu aku hanya membantu dia untuk bangkit duduk karena dia menanyakan tentangmu dan mengatakan ingin segera duduk jadi aku menurutinya." Balas Seno mencoba untuk menjelaskan saat itu sedangkan disisi lain tuan Kaiden sama sekali tidak perduli dengan penjelasan apapun yang dikatakan oleh Seno karena dimana dia Seno tetap sudah menyentuh istri kecilnya dan dia tidak suka dengan hal tersebut.


"Tetap saja kau berani sekali menyentuh istriku, kau sangat lancang sekali melakukannya, aku akan memperingati dirimu saat ini juga apa kau mengerti!" Bentak tuan Kaiden lagi di depan Olivia yang masih saja merasakan kepalanya pening saat itu.


Dengan cepat Olivia terus berusaha menarik tangan tuan Kaiden dan dia menahannya sangat kuat agar tuan Kaiden tidak sampai benar-benar melakukan hal tidak baik kepada Seno di rumah sakit, apalagi Olivia sudah bisa mengetahui karakter tuan Kaiden yang memang sejak awal sangat kejam dan begitu berani untuk melakukan tindakan apapun kepada orang-orang yang bermasalah dengannya. "Tuan sudah tuan kau ini kenapa sih hentikan!" Ucap Olivia kepadanya dengan suara yang keras.

__ADS_1


__ADS_2