Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Ternyata Hanya Akting


__ADS_3

Olivia juga tidak bisa menghentikan dia lagi ataupun melarangnya karena yang terpenting bagi Olivia Seno juga bisa makan, dan dia tidak akan merasa kelaparan saat menjalani pekerjaan mereka yang begitu sibuk di kantornya masing-masing, dia juga senang jika semua makanan yang dia buat bisa di nikmati oleh banyak orang, terutama oleh suaminya sendiri, karena memang ide memasak setiap hari itu berawal dari perintah tuan Kaiden kepadanya yang harus dia jalani dengan awal terpaksa yang pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan tersendiri bagi Olivia.


Setelah menemani tuan Kaiden sarapan Olivia juga mengantarkan suaminya itu hingga ke depan mobil dan membawakan tas kerjanya, dia bersikap baik dan sangat patuh layaknya istri sungguhan ketika di depan Seno saat itu, semuanya yang Olivia lakukan hanyalah sebuah akting semata, dan dia hanya melakukan semua itu ketika di depan Seno dan anak buahnya saja, sebab tuan Kaiden sudah terlanjur memperkenalkan dia sebagai istri sahnya di depan Seno, nyonya Aslia juga tuan Kandensus dalam jamuan makan malam sebelumnya, dan semua rekan bisnis tuan Kaiden juga sudah mengetahui tentang kabar dirinya yang sudah memiliki istri sekaligus menggelar pernikahan secara diam-diam.


Bukan karena tidak punya modal dan lain sebagainya tetapi itu karena tuan Kaiden menjaga keselamatan istrinya sendiri, sebab dia tidak pernah tahu saingan bisnis mana yang akan menusuk dia dari dalam dan menjadikan bagian dari anggota keluarganya sebagai kelemahan dia dalam bisnis, maka dari itu tuan Kaiden sangat menjaga Olivia, hingga dia tidak di ijinkan pergi ke luar seorang diri, kemanapun dia pergi harus selalu di dampingi supir dan penjaga yang khusus di perintahkan untuk menemaninya atau salah satu ketua pelayan di rumahnya itu.


Oleh karena itu juga Olivia benar-benar merasa sangat terkekang dibuatnya dan dia terus saja merasa kesal sebab sangat bosa jika harus terus diam di dalam rumah dan sama sekali tidak bisa pergi kemanapun, saat Seno dan tuan Kaiden sudah pergi dari rumah, barulah dia bisa bebas berekspresi lagi dan kembali menjadi dirinya sendiri yang begitu kesal dengan wajah cemberut serta langsung berjalan penuh kekesalan.


"Aishh.. akhirnya mereka semua pergi juga, aaahh kenapa sangat melelahkan sekali sih untuk jadi orang lain dan terus berpura-pura seperti ini? Lagian kenapa tuan Kaiden memperalat aku seperti ini, seharusnya aku juga meminta keuntungan dalam kesepakatan yang kami setujui sebelumnya, aduhh sial sekali aku hanya minta untuk membersihkan namaku saja, dengan dia menikahi aku dan mengakui aku sebagai istri sahnya di mata agama dan hukum, itu pasti sudah membuat semua orang mengira aku telah menikah diam-diam dengannya dan tidak akan ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum itu, aku harus bagaimana sekarang huaaa.." gerutu Olivia terus saja merasa kesal dan jengkel untuk menghadapi dirinya sendiri, yang tidak tahu maunya apa.


Bibi Lil menghampiri gadis kecil tersebut dengan membawakan cemilan kesukaannya Olivia, tidak lain dan tidak bukan itu adalah snak buah yang beragam rasa serta bentuknya, seperti buah-buahan yang di permentasikan dan dijadikan sebuah keripik dalam bentuk kemasan yang mana keripik itu berasal dari sebelah buah-buahan yang berbeda dengan irisan yang tipis dan begitu renyah ketika kita gigit.

__ADS_1


Olivia sangat menyukai cemilan itu, dan itu juga merupakan cemilan pertama yang paling mahal pernah dia rasakan, sebelumnya dia tidak pernah menikmati cemilan apapun, terlebih sesuatu makanan yang harganya mahal, itu seperti sebuah hal yang tidak mungkin saja untuk dia sebelumnya. Tetapi kini semenjak dia menjadi istri dari tuan Kaiden rasanya semua makanan dan jenis cemilan bisa dia dapatkan dengan mudah hanya tinggal menunjuk dan menyuruh kepada siapapun yang ada di rumah itu, entah pada kepala pelayan, pada tukang kebun, pada penjaga gerbang atau pada sang supir sekalipun, karena mereka semua akan tetap mendengar semua permintaan yang dikatakan oleh Olivia.


Sebab mereka memang ditugaskan untuk menjaga gadis kecil itu oleh tuan Kaiden sebelumnya, seperti yang terjadi saat ini dimana Olivia tiba-tiba saja ingin memakan es krim saat itu dan dia mengatakannya kepada bibi Lil yang merupakan ketua pelayan di mension nya tuan Kaiden, itu adalah alasan yang bagus bagi Olivia agar dirinya bisa pergi ke luar, mencari angin segar atau sekedar berjalan-jalan saja agar dia tidak mati kebosanan di dalam rumah megah tersebut yang nampak sangat sepi sekali jika hanya di huni oleh dia sendirian.


Saat baru saja dia menghabiskan cemilan enak yang dibawa oleh bibi Lil langsung saja gadis itu menghentikan ketua pelayan tersebut yang hendak mengambil piring bekas cemilannya itu. "Ehhhh bi tunggu dulu." Ucap Olivia menahan bibi Lil saat itu, membuat sang ketua pelayan menatap heran karena tidak biasanya Olivia menahan dirinya seleryitu, sebab biasanya gadis kecil itunselalu punya mood yang jelek dan mudah sekali merajuk, jadi tentu saja saat mengetahui hal itu bibi Lil merasa heran sampai dia menaikkan kedua alisnya kepada Olivia.


"Ehh iya ada apa non?" Tanya bibi Lil kepadanya.


"Hah? Non, bibi manggil aku non?" Tanya Olivia yang malah salah fokus dengan nama panggilan yang digunakan oleh bibi Lil kepada dirinya.


Olivia langsung menepuk jidatnya pelan sembari menggelengkan kepalanya saat itu, karena dia tidak menduga jika ternyata semua itu karena ulahnya tuan Kaiden lagi dan lagi, membuat dia merasa kesal dan sangat tidak mood lagi untuk mendengarkannya.

__ADS_1


"Huuh...haduh, sudahlah bibi Lil aku juga tidak bisa memintamu agar memanggil aku Olivia saja, karena aku tahu pasti kau akan takut dengan ancaman tuan Kaiden bukan?" Balas Olivia kepada pelayan tersebut dan bibi Lil hanya bisa tersenyum menanggapinya.


Meski bibi Lil tahu bahwa Olivia sejak awal tidak senang untuk di panggil nona apalagi non, tapi dia memang tidak bisa membantah aturan dan perintah yang sudah di keluarkan oleh tuan Kaiden, dia disini hanya sebagai ketua pelayan sekaligus orang yang dipercaya oytuan Kaiden untuk menjaga dan menemani Olivia, jadi dia hanya bisa tersenyum saja ketika menanggapi ucapan dari Olivia yang sesuai dengan kenyataannya.


"Eumm..bi, aku mau es krim. Kita beli es krimnya ke luar yuk." Ajak Oliva yang meminta bibi Lil untuk mengantar dia membeli es krim saat itu.


Tapi sayangnya bukan malah membawa Olivia pergi ke luar, bibi Lil malah menyuruh Olivia mengikutinya saat itu juga tanpa berkata-kata apapun.


"Ohh, nona mau es krim ya? Kalau begitu ayo ikut sama bibi, kita ambil es krim sekarang." Ucap bibi Lil sambil langsung saja menarik tangan Olivia dan membawanya pergi ke dapur, sehingga membuat Olivia merasa sangat heran dan kebingungan sambil terus bertanya berkali-kali kepada bibi Lil.


"Ehh bi kenapa bibi bawa aku kemari? Aku kan minta bibi antar aku keluar buat beli es krim, kenapa malah bawa aku kesini?" Tanya Olivia terus saja merasa keheranan sendiri dan terus menggerutu kedua alisnya sangat kuat.

__ADS_1


Sampai tiba-tiba saja mereka berhenti di depan sebuah kulkas besar yang memiliki dua pintu disana, bibi Lil langsung membuka kan kulkas itu yang langsung saja memperlihatkan ada banyak sekali jenis es krim di dalam nya, semua isi dalam lemari es itu adalah es krim, semua jenis rasa tersedia disana dan beragama jenis mangkuk dan yang bayangan juga kumplit sekali.


Membuat Olivia merasa kaget sekaligus kagum dan sedikit kesal melihat semua itu.


__ADS_2