
Karena perdebatan yang cukup panjang barusan, setelah itu tidak ada lagi percakapan diantara kedua orang tersebut, hanya saling memalingkan pandangan ke arah yang berlawanan satu sama lain, sampai ketika mereka tiba di tempat tujuan tepat di depan sebuah gedung yang hampir jadi, gadis kecil tersebut tidak mau turun dari mobil sebelum tuan Kaiden yang turun lebih dulu, dia juga terus menjaga jarak dan hanya berjalan di samping sekretaris Dep, sedangkan tuan Kaiden sendiri berjalan di depan lebih dulu.
Tuan Kaiden pergi untuk mengontrol semua perkembangan dari pembangunan mall besar tersebut, bangunanya memang masih setengah jadi dan terlihat begitu besar nan luas, banyak sekali para tukang yang bekerja disana, mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan ada salah satu mandor yang datang menghampiri tuan Kaiden lalu langsung menyambutnya dengan hangat.
"Tuan anda sudah tiba, silahkan kemari tuan, mati." Ujar mandor yang mengenakan pakaian kerja dengan jaket biru serta topi berwarna putih.
Olivia pergi mengikutinya dengan malas, masuk ke dalam salah satu ruangan yang ada disana dan mulai menunggu tuan Kaiden sambil berbincang dengan sekretaris Dep karena mulai merasa bosan, sebab tuan Kaiden begitu lama mengobrol dengan mandor bangunan tersebut. "Huuhh sekretaris Dep, berapa lama lagi kita harus disini dan mengikuti tuan Kaiden yang bekerja, aku kan kesini untuk main bukan untuk menemani dia bekerja." Gerutu Olivia dengan wajahnya yang kesal sambil terus saja cemberut tiada henti, sekretaris Dep sendiri hanya bisa tersenyum kecil dan mulai mengusap pundak gadis tersebut untuk menenangkannya agar tidak terus cemberut kesal seperti itu.
"Ahah.... sudah-sudah, tunggu saja yang sabar ya, tuan muda juga tidak akan lama lagi, dia hanya berbincang mengenai perkembangan bangunan ini, setelah itu kamu bisa bermain dengan sepuasnya, aku akan menemanimu bermain bagaimana?" Ujar sekretaris Dep sengaja membujuk Olivia.
Gadis 19 tahun itu langsung saja merasa sangat senang dan langsung mengangguk menuruti ucapan dari sekretaris Dep, dan hal itu justru di perhatikan oleh tuan Kaiden yang ada di dalam ruangan, sambil mendengarkan penjelasan dari salah satu mandor pembangunan disana, kedua mata tuan Kaiden justru malah menatap ke arah Olivia yang terlihat berbincang sangat asik dengan sekretaris Dep, sehingga hal itu membuat tuan Kaiden tidak dapat fokus dengan pembicaraan yang tengah di jelaskan oleh mandor tersebut, dengan cepat tuan Kaiden menghentikan sang mandor yang tengah bicara dan dia pergi dari ruangan itu dengan cepat, untuk memisahkan Olivia dari sekretaris Dep.
"E...e..ehhh..tuan kau ini apa-apaan sih, lepaskan tanganku, aishh, sakit tahu!" Bentak gadis kecil itu sambil memegangi pergelangan tangannya yang masih terasa sangat sakit.
__ADS_1
Sekretaris Dep juga merasa kaget karena tiba-tiba saja tuan Kaiden muncul dari belakang dan terus menarik tangan Olivia dengan kuat untuk menjauh dari dirinya.
"Tu...tuan, apa kau sudah selesai dengan pembahasannya?" Tanya sekretaris Dep dengan nada bicara yang cukup gugup.
Tatapan tuan Kaiden semakin lekat dan terus saja terlihat begitu sinis, dia jelas sangat tidak senang disaat Olivia dekat dengan sekretaris pribadinya sekalipun dia tahu bahwa mereka memang memiliki hubungan teman yang baik sejak awal, bahkan lebih baik dibandingkan hubungannya dengan gadis muda tersebut.
Walau begitu tetap saja tuan Kaiden tidak bisa mempercayai semua ini kepada sekretaris Dep seratus persen, jadi dia tetap akan menjauhkan istrinya tersebut dari pria lain, sekalipun itu adalah sekretaris pribadinya sendiri.
Sang mandor bangunan juga berlari ke arah kami dan terus kembali bicara dengan tuan Kaiden karena laporannya tadi belum sempat selesai dia katakan kepada tuan Kaiden.
"Tidak ada, sudah kau kembali bekerja saja nanti aku akan memeriksa sisanya sendiri, jangan sampai ceroboh, jika terjadi sedikit saja kesalahan aku bisa menguburmu hidup-hidup." Ancam tuan Kaiden yang membuat pria tersebut merinding ketakutan dan segera pergi dari sana secepatnya.
Tentu saja Olivia semakin dibuat bingung, sampai menampakkan ekspresi wajah yang terlihat ditekuk sangat rapat, dia terlihat begitu kesal dan tidak mengerti dengan ancaman yang diberikan oleh teman Kaiden terhadap pria tersebut sebelumnya.
__ADS_1
Mandor pria tersebut segera pergi dengan cepat sedangkan Olivia terus saja perotes dengan tuan Kaiden. "Eh, apa yang kau maksudkan dengan memberikan ancaman semenyeramkan itu kepada orang lain, seharusnya kau mengapresiasi kerja kerasnya yang sudah mau mewujudkan semua yang kau inginkan, sesuai dengan khayalan di dalam kepalamu, melakukan pekerjaan seperti ini tidak mudah, kau harus menghargai orang-orang kreatif seperti mereka." Ujar Olivia dengan tegas dan memberitahu tuan Kaiden tentang hal itu sejelas-jelasnya.
Tuan Kaiden yang mendapatkan ucapan seperti itu dari gadis kemarin sore yang dia anggap anak kecil tentu saja dia sangat tidak terima dan terus menggerutu dengan kesal, tuan Kaiden merasa dirinya di nasehati oleh gadis yang usianya jauh lebih muda dibandingkan dirinya dan dia tidak dapat menerima itu semua.
"Diam kau, tahu apa anak kecil yang Barus berusia 19 tahun sepertimu, kau itu hanya bisa mengoceh dan terus ingin main di pantai, selebihnya kau tidak tahu apapun, jadi jangan ikut campur dengan urusanku, sana kau pergi main, bukannya sedari tadi kau memang ingin main di pantai, ayo sana pergi." Ucap tuan Kaiden yang malah mengusir Olivia dengan kedua mata yang terbelalak sangat lebar, termasuk dengan menunjukkan tangannya ke arah pantai saat itu, hal tersebut pun membuat Olivia merasa emosi dan dia langsung pergi dengan cepat dari sana, dia menghentakkan kakinya kuat dan terus saja mengerutkan kedua alisnya sangat kuat.
"Eughh..oke, aku akan pergi sekarang juga, kau sangat menyebalkan!" Balas Olivia segera pergi dengan cepat tanpa basa basi lagi.
Sekretaris Dep yang melihat itu tentu saja dia tidak bisa diam saja sehingga dia pun mencoba untuk menghentikan Olivia tetapi sayangnya tuan Kaiden menahan tangan sekretaris Dep yang hendak mengejar Olivia.
"Olivia tunggu kau tidak boleh pergi sendiri, nona Olivia." Teriak sekretaris Dep berusaha untuk menahannya.
"Eehhh...mau kemana kau?" Ujar tuan Kaiden sambil menahan tangan sekretaris Dep dengan kuat.
__ADS_1
"Tuan nona Olivia tidak tahu wilayah ini, dia tidak boleh pergi sendiri, saya mencemaskannya, apa anda tidak mencemaskan istri anda sendiri?" Balas sekretaris Dep kepadanya.
Namun wajah tuan Kaiden sama sekali tidak menunjukkan rasa cemas kepada Olivia, yang ada justru malah ekspresi wajah yang kesal dan terus menghempaskan tangan sekretaris Dep dengan kencang, sambil menyuruhnya agar tidak ikut campur lagi dengan urusan pribadinya.