
"Eumm... Plak!" Tangan gadis kecil itu yang mendarat di wajah Seno membuat Seno menahan sakit hingga membuka mulutnya begitu besar sekaligus.
"Aaa..aduh...aishh anak ini pegulat ya? Sedang tidur aku bangunkan baik-baik malah menampar aku begini, hei Olivia cepat bangun apa kau mau lehermu patah dan jantungmu copot tidur dalam kondisi badan terbalik begini." Ucap Seno masih berusaha untuk membangunkannya lagi.
Semuanya benar-benar, beberapa cara sudah digunakan oleh Seno untuk membangunkannya tapi tidak ada satu pun yang manjur dan berhasil membangunkan gadis tersebut, sampai tidak lama kemudian Seno memiliki ide yang cemerlang.
"Aha. Karena dia sulit sekali dibangunkan, bagaimana jika aku saja yang membenarkan posisi tidurnya, itu akan lebih mudah bukan?" Gerutu Seno saat itu.
Dia pun mengangguk kepala dan berpikir ide dia akan mujarab, segera saja Seno mendekati kaki Olivia dan mulai berusaha untuk memindahkannya dalam posisi terlentang secara perlahan-lahan.
Sedangkan disisi lain tuan Kaiden baru saja selesai dengan beberapa kesibukan dia di pagi hari, dan mulai memeriksa ponselnya dimana saat itu ada notif pesan paling atas dari bibi Lil, tuan Kaiden segera membukanya dan melihat ternyata bibi Lil mengirimkan foto istrinya yang tidur terbalik di sofa, sedangkan saat itu tidak ada orang yang berani menyentuhnya apalagi untuk membenarkan posisi duduknya karena takut dengan tuan Kaiden.
"Aishh..kenapa mereka membiarkan gadis konyol itu tidur dalam kondisi begitu, aahhh sudah berapa lama dia begitu, bisa-bisanya darahnya semua naik ke kepala, dasar gadis konyol." Gerutu tuan Kaiden yang sangat kesal dan begitu mencemaskan Olivia.
Dia langsung memanggil sekretaris Dep untuk datang ke kantornya dan menyuruh Dep mewakili dia pada rapat siang ini sebab dia harus segera pulang untuk mengecek kondisi istrinya secara langsung, karena tidak mungkin juga jika tuan Kaiden akan tega membuat istrinya terus tidur dalam posisi itu terlalu lama. Itu akan membahayakan bagi kesehatan gadis itu juga. Makanya saat baru pertama kali melihat isi chat dari bibi Lil tuan Kaiden begitu panik dan terburu-buru untuk pergi saat itu juga, bahkan dia tidak mengatakan kemana dia akan pergi pada sekretaris Dep saat itu.
"Dep kau gantikan aku meeting siang ini, aku ada urusan penting." Ucap tuan Kaiden begitu saja dan langsung mengambil kunci mobilnya di atas meja, sedangkan sekretaris Dep sendiri menatap kebingungan karena dia juga belum siap jika harus menggantikan meeting bosnya tersebut tanpa persiapan apapun seperti ini.
__ADS_1
"Eh ..eh.. tuan itu kan meeting penting, mereka ingin bertemu denganmu tidak bisa di wakili, tuan..tuan kau mau kemana?" Teriak sekretaris Dep yang sama sekali tidak digubris sedikit pun oleh tuan Kaiden saat itu.
Sekretaris Dep juga tidak bisa mengejarnya karena tuan Kaiden pergi sambil berlari kencang dan langsung melajukan mobilnya sekaligus disaat sekretaris Dep baru saja keluar dari gedung perusahaan tersebut.
"Astaga..aahh kenapa juga aku harus memiliki tuan sepertinya, sangat menyebalkan sekali." Gerutu sekretaris Dep sambil menendang kosong ke depan dan terus mengacak rambutnya sendiri saat itu.
Sekretaris Dep benar-benar dibuat kebingungan dan kesulitan, dia sama sekali tidak tahu dengan apa yang harus dia lakukan saat ini, karena tuan Kaiden pergi secara tiba-tiba dan dia tidak tahu apa yang harus dia siapkan untuk meeting nanti siang, untungnya masih ada waktu beberapa jam sebelum meeting tersebut dilakukan jam sepuluh, maka dari itu secepatnya sekretaris Dep mempersiapkan semua dokumennya sendiri dan berharap dia bisa melewati kesulitan ini, yang memang suda biasa dia hadapi namun kali ini adalah yang paling parah diantara banyaknya kesalahan yang selalu dilakukan oleh tuan Kaiden dan tiap-tiap kali hal-hal seperti ini terjadi, selalu saja dirinya yang dijadikan tumbal untuk menemui klien dia sendiri, namun biasanya sudah ada persiapan, kali ini sekretaris Dep benar-benar buta dan tidak tahu apapun sama sekali.
Di perjalanan tuan Kaiden sudah sangat cemas tidak karuan dia bahkan marah-marah tidak jelas saat lampu merah terasa begitu lama, dan sesampainya di rumah tuan Kaiden berlari masuk untuk memeriksanya sekaligus, namun yang dia dapatkan adalah Seno yang tengah menggendong Olivia, saat itu dia hendak memindahkan Olivia ke kamar agar bisa tidur lebih nyaman namun sayangnya malah datang tua Kaiden secara tiba-tiba.
Dia langsung membentak Seno dan memintanya untuk melepaskan istri kecilnya tersebut, sedangkan Seno sendiri justru malah menatap kaget dengan kedua mata yang terbuka sangat lebar, dia berusaha untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat itu tetapi tuan Kaiden sudah lebih dulu terpancing emosi sehingga dia tidak mau mendengarkan penjelasan dari Seno terlebih dahulu.
"Kak .. ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku hanya mau membantu istrimu saja aku hanya ingin..." Ucap Seno yang tidak sampai selesai karena tuan Kaiden langsung berjalan menghampiri diri dan mengambil Olivia dari tangan Seno dengan paksa.
"Berikan istriku padaku!" Tegas tuan Kaiden dengan tatapan mata yang kejam juga suara yang begitu pelan namun mengancam, membuat Seno merasa takut walaupun dia memang ingin menggendong Olivia saat itu.
Salahnya Seno malah tetap mempertahankan Olivia dalam gendongannya dan dia sangat enggan untuk memberikan gadis tersebut kepada tuan Kaiden yang jelas-jelas adalah suami sah nya. "Kenapa kau malah diam saja, lepaskan tanganmu dari istriku!" Bentak tuan Kaiden lagi yang tidak kalah menyeramkan daripada sebelumnya.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka pun malah saling tarik menarik gadis kecil tersebut pada gendongan mereka masing-masing, hingga membuat Olivia terbangun dan merasa sangat kaget ketika sadar dia melayang dan berada di gendongan tuan Kaiden sedangkan di sebelahnya lagi justru di gendong oleh Seno, membuat dia takut terjatuh ke lantai saat itu.
"Ehh...kalian, tuan kenapa kalian saling menarik aku begini, aaahh aku takut, ayo lepaskan salah satunya, jangan sampai aku benar-benar jatuh ke bawah, huaa..aku harus bagaimana." Rengek Olivia yang membuat tuan Kaiden mengalah karena dia gengsi terhadap Olivia, melepaskan tangannya dan membuat Olivia terperangah tidak percaya saat itu, padahal yang diharapkan oleh Olivia adalah tangan tuan Kaiden sebagai suami sah nya bukan Seno yang hanya adik ipar dirinya itu pun hanya adik tiri.
"CK...ya sudah kau gendong gadis bodoh dan konyol itu, merepotkan sekali!" Ucap tuan Kaiden berdecak kesal dan dia langsung saja pergi dari sana begitu saja, tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi.
Olivia yang masih berada dalam gendongan Seno mulai meminta Seno untuk menurunkannya dan terus dituruti olehnya, dia berteriak memanggil tuan Kaiden karena merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi tapi tuan Kaiden sama sekali tidak menanggapinya, jangankan menyahut menoleh ke belakang pun dia tetap saja tidak melakukan itu. "Ehh...turun turun cepat turunkan aku Seno." Ucap gadis sambil menepuk dada Seno dengan pelan beberapa kali hingga pria itu mau menurunkannya.
"Hei..tuan Kaiden, tuan...hei...kenapa kau tiba-tiba ada di rumah? Tuan apa kau tidak mendengarkan aku?" Teriak Olivia sudah sangat kesal dibuatnya.
"Aishh, Seno apa kakakmu itu tuli?" Ucap Olivia sangat kesal karena teriakkan dia diabaikan begitu saja.
"Sudahlah Olivia, untuk apa juga kamu terus meneriakinya dia mungkin pulang kesini karena ada keperluan atau ada barang yang lupa dia bawa, aku juga soalnya begitu." Balas Seno sambil tersenyum kepada Olivia.
"Hah, maksudnya bagaimana?" Tanya Olivia tidak mengerti.
"Aku pulang kemari untuk mengambil barangku yang tertinggi di ruang makan, ini aku lupa dengan laptop milikku, tapi tadi malah melihat kamu tidur di sofa dengan posisi badan terbalik, makanya aku membenarkan posisi tidurmu dan berniat membantu kamu pindah ke kamar, tapi tadi malah ada suamimu yang datang tiba-tiba dan melihat aku tengah menggendong mu, jadilah kejadian seperti tadi." Ucap Seno menjelaskan tanpa diminta sama sekali oleh Olivia.
__ADS_1