Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Merasa Takut


__ADS_3

Alhasil Dep sungguh tidak bisa mengubah apapun, dia kehilangan setengah dari gajinya yang sudah dia tunggu-tunggu sebelumnya, itu cukup menyebalkan karena sebelumnya Dep mengira dia hanya menjawab ucapan dari Olivia saja, tetapi justru malah berujung tragis seperti ini untuk dirinya.


"Huuhh....nasib-nasib, aku juga yang harus kehilangan gajiku." Gerutu Dep yang mengeluh sendiri sambil menghembuskan nafas dengan lesu.


Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukannya karena telah kehilangan gajinya tersebut, sedangkan tuan Kaiden sendiri terus saja menatap tajam ke arahnya dan terus menyuruh Dep agar mengendarai mobilnya dengan fokus dan lebih cepat lagi.


"Sudah berhenti mengeluh, semua itu juga karena mulutmu yang tidak bisa kau jaga, cepat lajukan mobilnya dengan cepat dan fokuslah ke depan!" Bentak tuan Kaiden dengan cukup keras saat itu.


Olivia terus saja menatap kebingungan sendiri dan dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi diantara tuan Kaiden dan Dep saat itu, lagi pula gadis 19 tahun itu sama sekali tidak memperdulikan apapun, sehingga dia tidak terlalu menanggapinya dan terus saja diam selama perjalanan sambil terus menatap aneh ke arah tuan Kaiden, sebab dia masih saja mengira tuan Kaiden sebagai manusia yang senang memakan daging manusia sendiri, seperti yang dikatakan oleh Dep sebelumnya.


Hingga setelah sampai di kantor dan Olivia dibawa masuk ke dalam ruang kantor pribadinya tuan Kaiden, gadis itu masih saja berani kembali bertanya sambil berbisik pelan kepada Dep, disaat Dep saat itu harus pergi ke ruangannya sendiri.


"Ehh... Tunggu Dep, apa kau yakin tuan Kaiden sungguh seorang kanibal?" Tanya gadis polos itu berbisik pada telinga Dep yang membuat tuan Kaiden terus saja memberikan tatapan tajam terhadapnya.


Dep sendiri juga langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar, karena dia merasa sama kagetnya dengan apa yang diutarakan oleh istri dari bosnya tersebut yang bisa saja membuat dia akan dipecat atau gajinya akan dipotong sepenuhnya oleh tuan Kaiden, dengan segera Dep langsung menjaga jarak dari Olivia dan dia terus saja berusaha untuk tidak ikut campur lagi dengan hal tersebut, sebab tidak ingin terlibat seperti kejadian sebelumnya.

__ADS_1


"Ahahaha...aku tidak tahu, silahkan nona Olivia tanyakan sendiri kepada tuan Kaiden, tapi saya pikir nona tidak perlu takut dengannya sebab tuan Kaiden adalah orang yang sangat baik, kalau begitu saya permisi." Ucap Dep segera membungkuk dan pergi dari sana dengan cepat, sebab dia tidak mau terlibat apapun lagi.


Saat Dep pergi Olivia terus saja memanggilnya dan dia terus saja memanggil Dep karena dia ingin mencaritahu apa semua kecurigaannya itu benar atau tidak, sebab Olivia memiliki bayangannya sendiri tentang seorang kanibal dalam benaknya tersebut, terlebih dia tahu tadi malam tiba-tiba saja tuan Kaiden menjatuhkan pas bunga dari kaca di kamarnya dan meninggalkan tangan dia terluka sampai sedalam sekarang, Olivia pikir tuan Kaiden bisa saja akan memakan tangannya sendiri jika dia benar seorang kanibal yang bisa memakan daging maupun sendiri.


"Ehh..Dep tunggu, hei... Aahh bagaimana jika dia sungguh seorang kanibal? Apa jangan-jangan dia memperistri aku untuk dijadikan santapannya? Huaa.. ini sangat mengerikan." Gerutu Olivia pelan dan terus saja menatap dengan penuh rasa ketakutan terhadap tuan Kaiden saat itu.


Dia menelan salivanya sendiri dengan susah payah, terlebih saat melihat tuan Kaiden sudah berkacak pinggang menatap ke arahnya dengan begitu lekat dan tajam dalam waktu yang lama, membuat Olivia semakin merasa gugup dan takut terhadapnya.


"Astaga...dia menatap ke arahku, apa yang harus aku lakukan sekarang, apa dia akan menyantap aku di kantornya?" Batin Olivia yang masih saja berpikiran aneh tentang tuan Kaiden tanpa henti.


Hatinya terus saja bergemuruh tanpa henti dan terus saja ketakutan, sampai ketika dia terus berjalan mundur hingga tidak menyadari bahwa di belakangnya ada sebuah kursi yang hampir dia tabrak dan membuat dirinya tersandung hingga hampir jatuh ke belakang sekaligus, namun untungnya dengan cepat tuan Kaiden berlari menahannya dan memeluk tubuh Olivia dengan segera.


"Ya ampun kenapa dia terus mendekati aku begini, aaahh oh tuhan, tolong selamatkan aku, aku tidak ingin mati konyol." Batin Olivia semakin tidak karuan.


"Hei... Bocah kerdil awas dibelakangmu!" Teriak tuan Kaiden yang langsung berlari dan berhasil menahan tubuh Olivia yang hampir saja jatuh ke belakang setelah dia tersandung dengan kursi yang ada disana.

__ADS_1


"Aaahhhhh.... Tu..tuan terimakasih banyak sudah menahanku." Balas Olivia dengan matanya yang terbuka lebar karena dia masih merasa cukup kaget saat itu.


Tuan Kaiden yang merasa cemas dengan keadaan gadis itu, dia tidak bisa menahan dirinya lagi dan langsung saja memarahi Olivia dengan begitu keras karena dia begitu mencemaskannya, terlebih tingkah Olivia barusan yang sangat ceroboh bisa saja mencelakai dirinya sendiri, jika tuan Kaiden tidak sigap ketika dia hampir jatuh.


"Hei, apa yang ada di otakmu ini? Kenapa kau terus berjalan mundur seperti tadi sampai tidak sadar bahwa di belakangmu ada kursi? Apa kau bosan hidup ya, kepalamu bisa saja terbentur ujung kursi dan bocor jika kau sampai jatuh dari belakang seperti tadi." Bentak tuan Kaiden memberitahunya dengan sangat kencang.


Olivia hanya menatap dengan tatapan heran, dia tidak menduga jika tuan Kaiden bisa membentak dia sampai seperti itu dan memarahinya sama persis dengan bagaimana cara kakaknya dahulu memarahi dia saat dia bersikap ceroboh atau membuatnya cemas.


"Tuan apa kau mencemaskan aku?" Tanya Olivia untuk memastikan apa yang dia duga sebelumnya.


"Tentu saja aku mencemaskanmu, bagaimana pun kau sudah menjadi istriku sah secara hukum dan agama, bagaimana mungkin aku tidak kaget dan mencemaskanmu jika kau hampir saja celana karena kekonyolanmu itu!" Balas tuan Kaiden lagi yang membuat Olivia merasa ada perasaan berbeda dalam dirinya saat itu.


Dia langsung saja meminta maaf karena sudah membuat tuan Kaiden mencemaskannya dan konyolnya setelah meminta maaf Olivia masih saja sempat-sempatnya bertanya tentang kebenaran mengenai kanibal itu atau tidak kepada tuan Kaiden.


"Aahh...maafkan aku tuan, aku tidak berniat begitu, tapi sebenarnya yang menggangu pikiranku adalah kau." Balas Olivia dengan jujur.

__ADS_1


Tuan Kaiden mengerutkan kedua alisnya dan dia terus saja berkacak pinggang di hadapan Olivia sambil menyuruh Olivia untuk mengatakan apa yang membuat dirinya menjadi sebab dari kecerobohan yang terjadi dengan Olivia hingga hampir jatuh begitu.


__ADS_2