
"Aahhh ..tadi aku jatuh, iya tadi aku berniat untuk pergi ke dapur karena aku sangat haus, tapi sialnya belum juga aku sampai di depan pintu, aku malah terpeleset dan jatuh hingga bagian belakangku terasa sangat sakit karena jatuh terlalu keras, pinggangku juga mendapatkan dampaknya, itu sangat menyakitkan tuan." Balas Olivia mengatakan alasan terbaik yang muncul di kepalanya saat itu.
Dia terus saja tersenyum kecil sambil menampakkan gigi kelinci yang dia miliki kepada tuan Kaiden, sambil di dalam hatinya terus saja bergerumuh tidak bisa tenang, merasa sangat cemas dan ketakutan, dia sungguh takut bahwa tuan Kaiden akan mengetahui kebohongan yang dia katakan saat itu, tetapi disisi lain dia juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada tuan Kaiden secara langsung.
Selama tuan Kaiden menatap dia dengan tatapan yang begitu lekat dan menyelidik, Olivia terus saja merasa tidak tenang, sampai akhirnya tuan Kaiden mau angkat bicara kepadanya dan mulai mempercayai ucapan darinya saat itu.
"Oh begitu, ya sudah Dep bawakan air untuknya." Ucap tuan Kaiden yang langsung saja memerintah Dep dengan segera.
Dep pergi ke dapur untuk mengambilkan air minum bagi Olivia sedangkan tuan Kaiden mulai mengambil salep hangat yang ada di laci meja kerjanya yang biasa dia gunakan ketika badannya terasa pegal, dia memberikannya kepada Olivia dan langsung saja menyuruh gadis itu untuk berbalik di hadapannya.
"Ini pegang, dan berbaliklah." Ucap tuan Kaiden dengan wajahnya yang kembali terlihat sangat datar, sedangkan Olivia sendiri terus saja mengangkat kedua alisnya dengan sangat heran dia merasa kebingungan sendiri dengan apa yang dia pegang dan apa yang akan dilakukan oleh tuan Kaiden terhadap dirinya saat itu.
Tapi walau begitu dia tetap menuruti apa yang diperintahkan oleh tuan Kaiden, segera saja gadis itu berbalik dan membelakangi tuan Kaiden sambil tangannya yang memegangi salep tersebut, sampai tiba-tiba saja tuan Kaiden mengangkat pakaiannya dan refleks membuat gadis itu langsung berbalik kembali dan mencoba untuk menjauh dari tuan Kaiden saat itu.
"Hei...apa yang mau kau lakukan, kenapa mengangkat pakaianku?" Ucap gadis tersebut terlihat cukup panik dan ketakutan tidak jelas.
"Ini, aku akan membantumu mengoleskan salepnya, rasanya hangat dan bisa mengobati rasa sakit di pinggangmu, kau tidak mungkin bisa mengoleskannya sendiri bukan, makanya aku membantumu, sudah sana berbalik lagi dan jangan berpikiran yang aneh-aneh!" Ucap tuan Kaiden kepada Olivia sambil terus mendorong pundaknya agar Olivia segera berbalik ke depan lagi.
__ADS_1
Sedangkan Olivia sendiri mulai merasa malu karena dia sudah berpikir pada hal lain terhadap tuan Kaiden sebelumnya, tapi walaupun sudah seperti itu dia tetap saja merasa cukup malu jika tuan Kaiden mau mengangkat pakaiannya.
"Tuan tapi aku sudah baik-baik saja, jadi biar aku sendiri saja yang mengoleskan obatnya." Ucap gadis itu langsung menolak dengan perlahan.
"Hei tanganmu ini tidak akan sampai ke belakang, sudah kau diam saja aku kan sudah bilang aku hanya akan mengoleskan obatnya saja padamu, apa yang perlu kau takutkan dariku? Sana berbalik dan jangan banyak bicara." Ucap tuan Kaiden yang sudah tidak bisa dibantah lagi.
Olivia pun hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu dan dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun lagi, terus merasa sangat malu dan tidak nyaman, apalagi ketika tuan Kaiden mulai meraba pinggangnya dan mengelus pinggangnya itu dengan begitu lembut, mengusapkan salep hangat itu dengan begitu perlahan, membuat Olivia merasa sedikit tidak nyaman karena mau bagaimana pun tuan Kaiden adalah seorang pria dewasa sedangkan dirinya seorang wanita, dia merasa perbuatan ini cukup memalukan.
"Tuan apa sudah selesai?" Tanya gadis 19 tahun itu dengan suaranya yang sedikit serak karena dia menahan rasa geli dari sapuan tangan tuan Kaiden pada pinggangnya saat itu.
"Diam, sedikit lagi juga beres." Balas tuan Kaiden yang sebenarnya saat itu dia juga harus mengigit bibirnya sendiri dengan kuat karena melihat tubuh Olivia yang sangat mulus dan halus, telebih Olivia memiliki tubuh yang sangat lenjang dan langsing, tuan Kaiden sebelumnya tidak pernah tertarik dengan tubuh wanita manapun, sekalipun ada wanita yang berdiri di hadapannya tanpa sehelai kain, dia tidak akan pernah tergoda sedikit pun, tetapi dengan gadis ini, dia justru malah terpancing akibat kelakuannya sendiri.
Dia pun segera menyelesaikan perbuatannya itu dan langsung saja pergi menjauh dari Olivia hingga duduk di kursi kebesarannya lagi.
"Sudah selesai, lain kali kau harus lebih berhati-hati lagi saat berjalan jangan menyusahkan aku!" Ucap tuan Kaiden dengan wajahnya yang terlihat sedikit gugup.
Olivia hanya mengangguk patuh kepadanya hingga Dep tiba dan memberikan minum kepadanya, karena Olivia sangat gugup dan dia juga cukup haus, tanpa menunggu lama dia langsung menerima air dari sekretaris Dep dan meneguknya sekaligus hingga habis.
__ADS_1
"Wahh... ternyata kau memang benar-benar haus ya? Kasihan sekali." Ucap Dep yang melihat Olivia menghabiskan semua airnya dengan begitu cepat.
"Bayangkan saja sendiri sejak sarapan tadi hingga se siang ini aku belum minum apapun, tentu saja aku sangat haus." Balas Olivia kepada Dep.
Dep yang merasa sudah dekat dengan gadis kecil itu dia terlihat begitu bebas dan leluasa untuk bicara dengannya, bahkan untuk menyentuh Olivia pun dia sudah tidak ragu lagi, begitu pula dengan Olivia yang merasa Dep satu-satunya orang yang tidak memiliki otak kotor ataupun mesum dengan dirinya sehingga dia bisa bersikap leluasa terhadap Dep.
Seperti yang saat ini dilakukan oleh kedua orang tersebut, Dep menanggapi jawaban dari Olivia dengan begitu ramah dan tawanya yang cerah sambil refleks menepuk kepala gadis itu dengan lembut beberapa kali dan hal itu membuat tuan Kaiden merasa sangat kesal di buatnya.
"Ahaha...kau ini benar-benar, ya sudah bagaimana jika aku mengambilkan minuman lagi untukmu, kali ini adalah jus yang sangat enak, aku akan membuatkannya untukmu, apa kau mau gadis kecil." Ucap Dep kepadanya dengan begitu lembut.
"Eum...aku mau, kapan kau akan memberikannya untukku?" Balas Olivia yang langsung mengangguk begitu antusias dan memberikan senyuman manisnya kepada Dep.
Tuan Kaiden terus saja mengepalkan kedua tangannya dan dia langsung menegur Dep dengan kencang, serta segera mengusir dia dari ruangannya saat itu juga.
"Aishh...dasar Dep sialan, beraninya dia menggoda istri dari bosnya sendiri di depan mataku seperti ini!" Gerutu tuan Kaiden pelan.
"DEP! Apa kau begitu senggang sampai memiliki waktu untuk membuatkan jus istriku? Sana pergi ke kantormu dan kerjakan tugas yang sudah aku berikan pada email mu." Ucap tuan Kaiden kepadanya secara tiba-tiba.
__ADS_1
Padahal Dep pikir semua pekerjaannya sudah dia selesaikan lebih dulu dan ini waktunya dia untuk beristirahat, makanya dia menawarkan bantuan bagi Olivia untuk membuatkanya jus, karena dia merasa semuanya sudah selesai dan memiliki waktu senggang saat ini, tapi ternyata semua itu hanyalah tinggal angan-angan ketika tuan Kaiden sudah memberikan lagi perintah dan tugas baru kepadanya.